Dewa

Dewa
Dewa Dan Aiya


__ADS_3

Dewa dan kelompoknya telah sampai di kota Caruban, masih di wilayah kerajaan Shirokyuu. Karena mereka sampai di kota Caruban pada malam hari, mereka memutuskan menyewa penginapan.


Keesokan harinya.....


Aiya :


Selamat pagi Dewa.


Dewa :


Kamu sudah bangun ya, Aiya.


Aiya :


Iya, kalau Yui dan mbak Lina masih tertidur di kamar. Kamu tampak rapi Dewa, kamu ingin pergi kemana ?


Dewa :


Aku ingin pergi melihat-lihat barang yang dijual di pasar di kota Caruban ini.


Aiya :


Aku ingin ikut !


Dewa :


Tetapi kamu adalah putri Raja, berbahaya kalau pergi keluar. Jadi tunggulah dengan tenang disini.


Aiya :


Pokoknya aku ingin ikut !


Pakaian yang kau berikan bukannya mengurangi kesan bahwa aku ini putri Raja. Kau juga bisa melindungiku agar aku aman, aku bosan berdiam diri terus.


Dewa :


Baiklah, kali ini aku turuti keinginanmu.


Dewa dan Aiya pergi berjalan-jalan di pasar kota Caruban.


Dewa :


Aku tidak menemukan sebuah perbedaan barang yang dijual disini dengan barang yang dijual di kota Tower.


Pertama-tama aku akan membeli makanan terlebih dahulu untuk Yui dan Lina yang ditinggal di penginapan.


Aiya :


Dewa, lihat itu ada toko senjata. Kalau di sebelah sana ada toko pakaian. Dewa, ayo kita lihat pakaian-pakaian yang ada di sana.


Dewa :


Hei, jangan berlarian.

__ADS_1


( Aku merasakan banyak tatapan orang yang melihat ke arah Aiya. Apa aku seharusnya tidak membawanya ikut bersamaku ? . Untuk saat ini agar tidak terlihat mencolok, aku akan mengawasi keadaan sekitar. )


Aiya :


Dewa, maukah kau memegang tanganku ?


Dewa :


Apa !?


Ini bukanlah kencan loh.


Aiya :


Lagipula siapa yang ingin kencan dengan seorang Dewa Iblis. Tetapi, ada banyak orang disini, aku takut kita akan terpisah jika tidak berpegangan tangan.


Dewa :


Baiklah, tapi ini aku lakukan karena dikerumunan banyak orang seperti ini kita mudah terpisah. Jadi repot kalau kau sampai hilang.


Orang-orang yang menatapi Aiya :


Cih, dia bersama laki-laki yah......


Dewa :


( Sekarang aku mengerti mengapa mereka dari tadi melirik Aiya. Memang benar sih, untuk ukuran seorang putri Raja, dia sangat cantik karena dari kecil terawat dengan baik. )


Aiya :


Dewa :


Baik tuan Putri.


Dewa pun membelikan buah-buahan yang diminta Aiya.


Aiya :


Apakah terjadi sesuatu ?


Dewa :


Tidak, sudah saatnya kita harus pulang.


Aiya :


Baik !


Dewa :


Eh ? ada apa dengan kerumunan orang-orang ini ?


Aiya :

__ADS_1


Sepertinya itu perkelahian antara sesama petualang.


Dewa :


Konyol sekali, hal semacam ini tidak usah diperdulikan. Aiya, ayo kita pergi ?


Aiya :


Baiklah.


Pria botak gendut :


Hei kamu !


Kamu manis sekali. Maukah kamu pergi bersenang-senang denganku ?


Tinggalkan saja laki-laki yang terlihat lemah itu lalu bersenang-senang denganku.


Dewa :


( Kali ini orang idiot. Sudah aku duga, seharusnya aku tidak membawa Aiya pergi bersamaku. Lagi-lagi aku terlibat dengan hal yang merepotkan. )


Aiya :


Dewa, kamu dibilang manis sama orang aneh ini. Jangan-jangan om botak ini homo ?


Pria botak gendut :


Bukan !!!!!


Dewa :


Sepertinya kamu telah salah paham.


Aiya :


Eh ?


Dewa :


Dia membicarakan tentang dirimu, Aiya.


Aiya :


Eh, aku ?


Pria botak gendut :


Tinggalkan saja laki-laki dengan ekspresi yang mengerikan itu, mungkin dia seorang Iblis. Dan pergilah bersamaku, mau kan ?


Aiya :


Tidak mau, kau terlihat menjijikan. Jika di dunia ini hanya ada dua pria, yaitu kau si botak dan Dewa, tentu saja aku memilih Dewa.

__ADS_1


Dewa :


Mengapa kau membawa-bawa diriku dalam perumpamaan itu ?


__ADS_2