Dewa

Dewa
Rencana Dewa dan Rooney


__ADS_3

Rooney :


Jadi anda belum tahu apa-apa, ya? Jika desa ini bukanlah target sebenarnya, berarti jawabannya hanya ada satu.


Dewa :


Sepertinya Kepala Kesatria Kerajaan Shirokyuu sangat dibenci oleh negara lain.


Rooney :


Anda benar, jadi target mereka adalah aku. Ini benar-benar menyulitkan. Siapa sangka kalau aku yang diincar oleh kekaisaran Souzai.


Tuan Dewa, jika berkenan, apa boleh saya menyewa Anda? Saya janji akan membayar sesuai keinginan anda.


Dewa : Aku menolaknya


Rooney :


Begitu ya......


Kalau begitu, tuan Dewa, jaga diri anda baik-baik. Terima kasih banyak karena telah menyelamatkan desa ini. Dan saya punya permintaan egois, tolong lindungilah orang-orang desa sekali lagi. Bawa pergi mereka untuk kabur.


Dewa :


Tidak perlu diminta pun aku akan melakukannya. Aku akan melindungi orang-orang desa. Lagipula disini ada Bone yang membantuku.


Rooney :


Kalau begitu, tanpa penyesalan, saya akan pergi ke sana, menjadi umpan.


Dewa : Jaga dirimu....


Rooney Bosch, kepala kesatria kerajaan Shirokyuu beserta 50 orang prajuritnya pergi meninggalkan desa Sogami dan menjadi umpan agar dikejar oleh 5000 orang prajurit kekaisaran Souzai.


Kepala Desa :

__ADS_1


Tuan Dewa, kenapa kepala kesatria kerajaan pergi?


Dewa :


Yang mereka incar adalah kepala kesatria.


Kepala Desa :


Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?


Dewa :


Kita akan segera melarikan diri.


Kepala Desa :


Tapi bagaimana dengan nasib kepala kesatria dan prajuritnya?


Dewa :


di lokasi lain.........


Tempei Oreg :


Komandan Naido, Rooney Bosch dengan pasukannya terlihat menuju kemari. Sepertinya dia menjadi umpan untuk mengulur waktu agar warga desa bisa melarikan diri.


Naido Tofu :


Jadi kau sudah menerima kematianmu Rooney dengan maju kesini. 50 orang melawan 5000 orang, sudah jelas kau akan mati, apalagi 500 orangku adalah pasukan khusus penyihir.


Tapi aku akan tetap menghancurkan desa itu. Tempei, bawa 300 orang yang terdiri dari 250 orang prajurit dan 50 orang penyihir. Kamu pimpin mereka dan hancurkan desa itu.


Tempei :


Baik komandan.

__ADS_1


Rooney :


Kita serang mereka dari depan! tembus pertahanannya dan jauhkan mereka dari desa! Kita langsung mundur setelah semua warga desa berhasil melarikan diri. Ayo maju, kita tebas kepala mereka!


Daida :


Cih, mereka telah diberi sihir perlindungan oleh pasukan penyihir. Mereka tidak bisa diserang. Bagaimana ini komandan?


Rooney :


Jadi begitu. Serahkan padaku.....


Jurus, tebasan pedang pemotong apapun.....


Dengan jurus itu Rooney mampu mengalahkan prajurit-prajurit kekaisaran Souzai. Namun anak buahnya tidak mampu melakukan jurus itu, sehingga satu persatu dari mereka jatuh berguguran.


Rooney :


Dengan adanya pasukan sihir, perbedaan kekuatan tempur jadi sangat jauh. Apalagi jumlah pasukan yang aku bawa hanya sedikit. Penyihir sialan, akan tetapi, ini sesuai rencana kami. Tuan Dewa, sisanya kuserahkan padamu, lindungilah nyawa para penduduk desa.


Daida :


Komandan, jangan khawatir. Aku dan prajurit yang tersisa sampai akhir akan bersama anda. Kitalah yang akan melindungi kerajaan dan rakyatnya sampai akhir hayat.


Rooney :


Terima kasih, kalian semua benar-benar orang yang kubanggakan. Jika membandingkan kekuatan tempur, kami kalah telak. Kalau begitu aku akan mengincar pemimpinnya, jendral Naido Tofu.


Minggir kalian semua....


Jurus, tebasan hujan pedang.....


Dengan jurus itu, Rooney terus maju menuju jendral Naido Tofu.


Daida :

__ADS_1


Maju terus komandan, jika kau membunuh jendral Naido Tofu, kita bisa menang.


__ADS_2