
Mengingat perkataan bangsawan Mambu Pete membuat Dewa berfikir cukup lama. Dewa menduga bahwa anak lelaki bangsawan Mambu Pete dikhawatirkan menjadi perusak pemandangan.
Mungkin bangsawan Mambu Pete takut hartanya akan dikuasai oleh anak haramnya. Namun Dewa tidak bisa berspekulasi tanpa memiliki bukti. Hal itu membuatnya semakin berfikir untuk memecahkan banyak kemungkinan yang bisa terjadi.
Agus :
Tuan Dewa, apa kau sedang memikirkan kemungkinan misi ini ada kaitannya dengan hak waris dari bangsawan Mambu Pete ?
Dewa :
Agus, apa kau memikirkan hal yang sama denganku ?
Mungkinkah kalian semua sudah menduga dari awal ketika menerima misi ini dari guild ?
Januar :
Ya, kami rasa begitu.
Dewa :
Sial aku baru menyadarinya, jika aku tahu dari awal mungkin aku akan menolak permintaan bangsawan ******** seperti Mambu Pete.
Apa kalian tidak tahu betapa bahayanya berurusan dengan urusan rumah tangga bangsawan ?
Kenapa kalian setuju untuk membantuku ketika aku meminta permintaan ke guild ?
Jika kalian mengetahui aib dari seorang bangsawan. Jika bangsawan tersebut orang jahat, kalian bisa saja disiksa atau bahkan dibunuh karena mengetahui hal itu.
Tidak ada yang bisa menjamin keselamatan kalian nanti kedepannya. Aku harap kalian semua paham maksudku.
Agus :
__ADS_1
Kita bisa memikirkan hal itu nanti, lagi pula itu hanya sebuah spekulasi. Jika hal itu benar, kami bisa meminta perlindungan dari tuan Dewa.
Dewa :
Pada akhirnya memang aku yang harus bertanggung jawab.
Mart :
Tidak usah terlalu dipikirkan. Tugas kami hanyalah mempercayai dan mengikuti bos Agus serta tuan Dewa.
Januar :
Bos Agus selalu bilang tuan Dewa adalah pria yang baik dan selalu dikelilingi oleh gadis-gadis cantik. Oleh karena itu kami bersedia membantu, kami meyakini hal itu.
Okta :
Entah misi ini demi kebaikan atau kejahatan, aku sudah tidak peduli.
Dewa :
Okta :
Tuan Dewa simpan saja rasa terima kasih anda untuk Bos Agus. Dialah orang yang telah menyeret kami dalam masalah ini.
Agus :
Ayo kita lanjutkan pencarian. Berfikir tangga itu disembunyikan dengan sihir tanah, bukankah orang yang bersama anak bangsawan Mambu Pete luar biasa.
Okta :
Ya, tuan Leon Pete sepertinya membawa orang-orang yang cukup hebat dalam petualangannya. Aku sampai harus mencarinya dengan susah payah tangga untuk ke lantai berikutnya.
__ADS_1
Januar :
Mari kita percepat langkah kaki kita, tujuan sudah di depan mata. Ngomong-ngomong setelah kita menemukan seseorang, bagaimana kita akan tahu kalau itu adalah tuan Leon Pete ?
Bukannya kau belum pernah melihat wajahnya tuan Dewa ?
Dewa :
Lihat saja dari pakaiannya, yang jelas penampilannya tidak terlihat seperti kalian yang tampak seperti gelandangan. Bagaimana pun juga meskipun dia anak haram, tetapi dia tetap anak dari seorang bangsawan.
Agus :
Kita akan segera mengetahuinya. Karena dia adalah anak bangsawan, dia akan terlihat menonjol dibandingkan dengan anak buahnya.
Di lokasi keberadaan Leon Pete berada.
Yuri :
Ada apa Lisa ? Sepertinya kau telah merasakan sesuatu. Apa ada seseorang di belakang kita ?
Lisa :
Sihir tanah milikku untuk menutupi tangga yang menuju kesini telah di rusak oleh seseorang. Mereka sepertinya akan segera datang kesini.
Yuri :
Aku ini pengawal dari tuan Leon, tetapi semenjak berpetualang aku merasa seperti seorang buronan yang selalu di buntuti oleh orang lain. Tidak usah dipikirkan, kita lanjutkan perjalanan saja.
Lisa :
Goblin atau Orc tidak cukup pintar untuk merusak sihir tanah milikku. Sepertinya yang sedang menuju ke arah kita adalah sekumpulan manusia.
__ADS_1
Diselimuti kekhawatiran, kelompok Leon Pete terus melanjutkan penjelajahan di dalam labirin tersebut.