Dewa

Dewa
Markas Pemuja Iblis


__ADS_3

Saat dalam perjalanan, muncul pilihan di penglihatanku. Sebuah buku tulis serta pulpen dan sebuah helm serta kacamata hitam. Aku memilih sebuah buku tulis serta pulpen, karena aku ingin mengetes sesuatu.


Yui :


Benda apa yang kamu munculkan itu? Darimana asalnya benda-benda tersebut? Apa kamu memiliki alat sihir penyimpan barang?


Dewa :


Ini namanya buku tulis dan pulpen. Asal barang-barang ini aku sendiri tidak tahu. Apakah ada benda seperti itu, yang bisa menyimpan banyak barang?


Yui :


Ada, disebut alat sihir penyimpanan. Tapi yang memilikinya hanyalah orang-orang penting. Orang desa seperti aku tentu saja tidak memilikinya.


Dewa :


Kamu bisa menulis dan membaca Yui?


Yui :


Ya, nenek Yun yang mengajariku.


Dewa :


Buku tulis ini gunanya untuk ditulis oleh pulpen ini. Baiklah, aku akan menulis sesuatu. Apa kamu bisa membacanya?


Yui :


Wah, benda bernama buku dan pulpen ini keren. Pihak kerajaan saja menulis di kulit hewan yang sudah di keringkan, alat tulisnya menggunakan cairan khusus yang dihasilkan dari suatu hewan. Tulisan Dewa Iblis juga bagus sekali, seperti tulisan para bangsawan yang sekolah.


Dewa : Kamu mengerti kalau ini adalah huruf?


Yui : Tentu saja.

__ADS_1


Dewa : Kamu bisa membaca kalimat ini?


Yui :


Aku adalah Dewa yang tampan. Yui adalah gadis yang baik. 5 + 5 \= 10. Benar kan?


Dewa :


Ya, benar.... Sebagai hadiahnya ambil buku tulis dan pulpen ini.


Yui : Terima kasih Dewa Iblis.


Dewa :


Aku tidak mengerti bagaimana logikanya. Tapi sistem bahasa dan tulisannya sama. Bagus kalau kita bisa saling mengerti. Nenek Yun itu orang yang hebat bisa mengajari kamu membaca dan menulis.


Yui :


Nenek pernah bercerita, kalau sewaktu muda dia bekerja di kerajaan sebagai pembantu dan secara otodidak dia belajar membaca serta menulis.


Dewa :


Yui :


Sebenarnya, aku juga kurang tahu. Aku pernah sekali kesana, tapi hanya lewat, tidak berani masuk. Tapi dari yang kudengar, monster Cao-Cao yang menyerangmu tadi, pertama kali keluar dari markas itu.


Mungkin para pemuja Iblis membangkitkan Cao-Cao dengan keinginan untuk menguasai dunia. Apa kamu juga ingin menguasai dunia Dewa Iblis?


Dewa :


Aku tidak menginginkan hal seperti itu!


Markas Pemuja Iblis

__ADS_1


Dewa :


Jadi ini salah satu markas pemuja Iblis, kotor sekali, sepertinya sudah tidak ada penghuninya. Bau ini......


Yui, kamu tunggu di sini. Aku tidak merasakan ada seseorang, jadi kamu aman di sini. Aku akan masuk ke dalam. Mungkin di dalam berbahaya.


Yui : Baik!


Dewa :


Aku pun masuk kedalam markas pemuja Iblis seorang diri. Di dalamnya banyak terdapat tulang benulang manusia. Jadi ini penyebab bau yang tidak sedap itu. Ada satu mayat yang memakai pakaian paling bagus. Sepertinya dia itu pemimpinnya. Dia juga menggunakan cincin yang bagus, di tengah cincin itu ada tombol.


Karena penasaran aku menekan tombol itu, lalu muncul sebuah lubang hitam. Tanganku masuk ke lubang hitam itu, di dalamnya terdapat barang-barang, salah satunya adalah makanan. Makanannya masih layak makan. Apa yang harus aku lakukan dengan cincin ini. Aku memutuskan untuk mengambilnya. Lalu aku pergi keluar dari Markas Pemuja Iblis.


Yui :


Bagaimana? Apa kau menemukan sesuatu? Mungkin benda yang bisa membuatmu menguasai dunia? Atau benda lain?


Dewa :


Aku hanya menemukan cincin ini.


Yui :


Bukankah itu cincin penyimpanan. Kamu bisa menyimpan apa saja di dalamnya. Makanan yang disimpan disitu akan terjaga kondisinya.


Dewa :


Pantas saja, makanan tadi belum kadaluarsa. Tidak sia-sia aku memungutnya. Yui, apa di sekitar sini ada kota besar?


Yui :


Kalau itu, mungkin ibu kota kerajaan Shirokyuu, kota Tower.

__ADS_1


Dewa :


Itu dia. Kamu bisa gambarkan peta menuju kota itu?


__ADS_2