
Dewa :
Sialan, aku tidak bisa tidur. Setiap kali aku mencoba untuk menutup mata, aku terganggu dengan suara dengkuran milik Agus.
Mengapa yang lain bisa tidur dengan nyenyak, mungkin mereka sudah terbiasa berpetualang dengan Agus.
Klang !
Klang !!
Klang !!!
Klang !!!!
Dewa :
Itu seperti suara dari dua senjata tajam yang saling bertumbukkan. Sepertinya ada sebuah pertarungan. Seseorang sedang bertarung di depan sana.
Dewa pun mengecek jumlah anggota kelompoknya.
Dewa :
Okta tidak ada disini !!!
Berarti yang sedang bertarung adalah Okta.
Dewa membangunkan Agus dan anggota kelompok lainnya.
Dewa :
Hei !
Semuanya bangun !!
Okta sedang bertarung dengan beberapa Orc. Orc adalah makhluk mitologi berbentuk makhluk buas dengan postur tubuh menyerupai manusia, kulitnya berwarna hijau, dengan wajah yang mirip ****.
Okta :
Hyaa !!!
Okta berhasil menebas Orc yang ada di depannya. Tetapi dia masih dikelilingi beberapa Orc lainnya.
Okta :
Sialan !!
Tolong aku, aku tidak bisa melawan Orc sebanyak ini sendirian.
Agus dan kawan-kawan telah datang dan membantu Okta yang sedang kesulitan.
__ADS_1
Agus :
Okta, kau baik-baik saja ?
Okta :
Yeah, terima kasih Bos.
Agus :
Inilah yang terjadi kalau kau keluyuran saat yang lain sedang tidur.
Puluhan Orc tiba-tiba datang ketempat Okta bertarung.
Mart :
Monster-monster itu, apa Okta yang membawa mereka semua datang kemari ?
Agus :
Kau harus jelaskan ini padaku, Okta !!!
Okta :
Begini bos, tadi ada sedikit insiden.
Agus :
Okta :
Ceritanya panjang bos.
Agus :
Kalau panjang, kenapa tidak ceritakan saja sedikit demi sedikit ?
Dewa :
Hentikan pembicaraan kalian yang tidak ada hasilnya. Puluhan Orc sekarang ada di hadapan kita.
Agus :
Baiklah, mari kita lanjutkan pembicaraan yang tadi setelah menghabisi para Orc ini. Ayo kita selesaikan ini dengan cepat !!!
Agus menyerang para Orc dengan kapaknya, Okta dengan pedangnya, Mart dengan tombaknya, dan Januar dengan panah miliknya.
Dewa :
Sepertinya ini pertama kalinya kelompok Agus bertemu dengan monster sebanyak ini. Itulah mengapa kerja sama mereka terlihat begitu buruk.
__ADS_1
Itu begitu sangat terlihat, dari cerita yang mereka katakan ketika di guild, mereka hanya terbiasa melawan monster level rendah seperti goblin.
Satu-satunya alasan mereka berada di sini adalah karena aku yang meminta bantuan kepada mereka.
Dan mereka mau membantuku karena aku pernah menyelamatkan hidup teman mereka sebelumnya.
Mereka bilang aku telah menyelamatkan sepasang suami dan istri petualang yang bernama Kami Lamper dan Mina Lamper.
Padahal aku lupa pernah menyelamatkan pasangan tersebut. Ini artinya nyawa mereka adalah tanggung jawabku.
Muncul pesan teks di penglihatan Dewa bahwa kemampuan memanah tingkat tinggi miliknya telah aktif.
Dewa :
Hei, Januar !!!
Kau memiliki pisau kan ?
Kalau begitu pinjamkan aku busur panah milikmu dan kau gunakan pisau untuk melawan para Orc tersebut.
Januar :
Meminjam busur panah ?
Apa kau bisa memanah ?
Dewa :
Percayalah padaku.
Januar :
Baiklah.
Januar memberikan busur serta anak panah miliknya kepada Dewa.
Dewa :
Kalian alihkan perhatian para Orc, aku akan membidik dari atas !!!
Agus :
Siap laksanakan, semoga ini bukan ide yang buruk.
Dewa memanah dengan akurat para Orc. Satu persatu Orc tersebut berjatuhan ke tanah. Bahkan ada satu anak panah yang dapat menembus tiga Orc sekaligus.
Mart :
Bagus, memang tidak diragukan lagi kalau tuan Dewa adalah Ace dari kelompok kami. Dengan sudut pandang yang baik serta kemampuan yang luar biasa dapat menyerang secara akurat pihak musuh.
__ADS_1