
Saat aku dan Yui dalam perjalanan menuju kota Tower. Kami melihat sekelompok pasukan berkuda. Karena aku merasa ada yang tidak beres. Jadi kami memutuskan mengikuti pasukan berkuda tersebut.
Ternyata pasukan berkuda tersebut menyerang suatu desa. Mereka membunuh warga secara brutal dan tanpa ampun. Melihat kejadian itu, aku ingin sekali menolong, tetapi pilihan yang biasanya muncul sampai saat ini belum muncul.
Yui :
Melihat kejadian ini, apa tindakan kamu Dewa Iblis?
Dewa :
Abaikan, lagi pula aku sedang menjadi manusia biasa saat ini. Menyelamatkan mereka juga tidak ada untungnya bagiku.
Yui :
Lalu, mengapa kamu menyelamatkan orang yang tidak kamu kenal sepertiku?
Dewa :
Karena kalau ada yang kesusahan, sudah wajar menolongnya.
Yui :
Bukankah saat ini penduduk desa tersebut sedang kesusahan.
Dewa :
Baiklah, aku akan menolong mereka. Bagaimanapun juga, cepat atau lambat, aku harus menguji kekuatanku di dunia ini tanpa bantuan pilihan yang tiba-tiba muncul di penglihatanku.
Yui :
Lagi-lagi kamu bicara sesuatu yang tidak aku mengerti. Tapi aku senang karena kamu mau menolong mereka.
__ADS_1
Dewa :
Yui, ayo kita masuk ke desa itu. Ingat kamu tidak boleh pergi jauh-jauh dariku agar aku bisa melindungimu.
Yui :
Baik, aku mengerti.
Saat aku masuk ke dalam desa itu. Aku melihat seorang gadis sedang melindungi seorang anak. Namun prajurit itu tidak segan menebas punggung gadis itu.
Elisabeth:
Kakak!
Margareth:
Elisa, tetaplah hidup, larilah, larilah sejauh mungkin! Cepat pergi!
Aku harus mengalihkan perhatian mereka, agar Elisa bisa lari. Rasa sakit di punggung ini, aku harus menahannya.
Dewa :
Prajurit 1 :
Siapa kamu? Berani-beraninya mengganggu tugas kami.
Dewa :
Akhirnya....Di penglihatanku ada pesan bahwa tatapan kematian aku telah aktif. Aku menatap mata prajurit tersebut lalu berkata...
Beraninya kamu bertanya siapa aku.
__ADS_1
Prajurit 1 : Argh......
Prajurit itu langsung terjatuh.
Dewa :
Jika kalian dengan mudahnya bisa membunuh manusia lainnya. Tentu saja aku juga bisa membunuh kalian dengan lebih mudah.
Prajurit 2 :
Dia benar-benar mati. Sihir apa yang dilakukan oleh orang ini. Apakah dia seorang monster? Aaaaarrrggggttt.....
Dewa :
Dia menatap mataku, ketika aku balik menatap matanya, dia langsung mati. Meskipun aku baru saja membunuh orang, aku tidak merasakan apa pun. Mungkin benar, aku sudah bukan lagi manusia.
Perempuan dan anak kecil terus kalian kejar, namun berhadapan denganku kalian tampak ketakutan. Aku sudah datang ke sini, jadi akan aku habisi kalian semua, agar kedatanganku tidak sia-sia.
Aku menatap satu persatu mata para prajurit yang menyerang desa. Satu persatu mereka berguguran.
Prajurit 3 : Dasar monster, wujudmu saja yang manusia, tapi kamu sebenarnya Iblis.
Yui : Kamu pintar, dia ini memang Iblis, tetapi bukan Iblis biasa, dia adalah Dewa Iblis.
Prajurit 4 :
Dewa Iblis, dia bukan tandingan kita. Kabur....
Para prajurit berhamburan kabur. Namun aku malah mendapatkan pesan untuk memilih, kali ini ada 3 pilihan. Memanggil Goblin, memanggil Bone, dan memanggil Ogre. Goblin dan Ogre sering aku lihat dalam permainan game. Namun Bone baru aku dengar. Jadi aku memilih memanggil Bone.
Seperti biasa muncul cahaya putih terang yang menyilaukan. Setelah cahaya itu hilang, di hadapanku kini terdapat kerangka manusia yang hidup. Ternyata sesuai dengan namanya Bone yang artinya tulang.
__ADS_1
Bone :
Apa perintah anda tuan?