Dewa

Dewa
Pemburu Hadiah


__ADS_3

Kubo :


Kau ini *****. Si bocah sampah itu hanya ingin mencari perhatian saja. Lagi pula mana mungkin ada yang namanya Dewa Iblis, dasar bodoh.


Anak buah Kubo :


Tetapi aku mendengar dari kakakmu kalau monster Cao-Cao sudah terbunuh oleh Dewa Iblis tersebut.


Kubo :


Dasar kakak kepala batu, berani-beraninya dia menyembunyikan informasi penting seperti itu dari diriku. Dia pikir aku akan kalah dari Dewa Iblis itu. Dasar sialan .......


////////////////////////////////////////////////////////////////


Malam hari di kota Tower.....


Dewa :


Aku tidak bisa tidur. Kenapa mereka berdua harus tidur di ruangan yang sama denganku. Aku tidak kuat melihat wajah manisnya Aiya yang sedang tidur.


Benar-benar pemandangan langit malam yang sangat indah. Tidak rugi juga buatku pergi keluar untuk mencari udara segar.


Pemburu Hadiah :


Oi, kau iblis yang mengaku Dewa Iblis di sebelah sana.


Dewa :


Maksudmu aku ?


Pemburu Hadiah :


Berani-beraninya orang yang terlihat lemah sepertimu memiliki harga buronan yang tinggi karena membunuh kepala kesatria Rooney Bosch dan Jendral Naido Tofu. Berita itu pasti salah, dasar iblis ******** !


Tetapi tidak apa-apa, dengan begitu aku bisa dapat membunuhmu dengan mudah dan mendapatkan hadiah dari harga kepalamu. Aku adalah seorang pemburu hadiah terbaik di kota Tower ini.

__ADS_1


Dewa :


( Jadi dia adalah seorang pemburu hadiah. Jadi cerita Aiya memang benar, aku di kambing hitamkan sebagai pelaku yang membunuh Rooney Bosch. Hal seperti ini hanya bikin repot saja. )


Aku tidak ingat pernah melakukan sesuatu seperti itu. Lagipula aku tidak tertarik dengan tokoh pajangan seperti dirimu.


Pemburu Hadiah :


Pajangan, berani sekali kau menghinaku. Aku ini pemburu hadiah terbaik. Kau benar-benar orang yang sangat kurang ajar !


Bukankah begitu teman-teman !?


Terdengar suara sorakan dari teman-temannya sesama pemburu hadiah.


Itu benar !!!


Itu benar !!!


Dewa :


Pemburu Hadiah :


Meskipun kita baru saja bertemu tetapi kau sudah membuatku muak.


Dewa :


Aku tidak ingin terlibat dengan seorang yang gila sepertimu. Telingaku ini tidaklah digunakan untuk mendengar ocehan tidak jelas dari orang tidak penting sepertimu.


Pemburu Hadiah :


Hmph....!!!


Setelah melihat ini kau pasti akan memohon padaku untuk mengampuni nyawamu. Lihat ini baik-baik !!!


Dewa :

__ADS_1


Apa yang ingin kau lakukan ?


Pemburu Hadiah :


Aku akan memanggil seekor peliharaan. Bersiaplah untuk mendapatkan pengalaman yang sangat menyakitkan, dasar iblis berengsek......!


Akan aku buat kau berguling-guling di tanah dengan isi perutmu keluar. Datanglah Salamander !!!!!


Muncul monster Salamander di hadapan Dewa.


Dewa :


Untuk memanggil peliharaan di tengah kota seperti ini pada tengah malam, kau sungguh berani sekali.


Pemburu Hadiah :


Bagaimana menurutmu, ini adalah peliharaan terkuat yang bisa membakar segalanya. Sekarang apakah kau takut padaku ?!.


Dewa :


Kenapa kau bisa percaya diri seperti itu dengan seekor Salamander yang hanya berukuran seperti sebuah rumah ?!.


Sudah cukup !!!


Kau sudah membuat aku jengkel dan marah.


Pemburu Hadiah :


Dasar ********, kau pikir aku ini cuma menggertak !?


Teman Pemburu Hadiah :


Oi, bertarung di tengah-tengah kota dengan hewan peliharaan sebesar itu berbahaya, ayo sudahi saja sampai di sini. Kita hanya perlu membunuhnya tanpa melukai penduduk.


Pemburu Hadiah :

__ADS_1


Aku tidak peduli dengan nyawa penduduk. Sembur dia Salamander !!!


__ADS_2