
Kubo :
Kau ini *****. Si bocah sampah itu hanya ingin mencari perhatian saja. Lagi pula mana mungkin ada yang namanya Dewa Iblis, dasar bodoh.
Anak buah Kubo :
Tetapi aku mendengar dari kakakmu kalau monster Cao-Cao sudah terbunuh oleh Dewa Iblis tersebut.
Kubo :
Dasar kakak kepala batu, berani-beraninya dia menyembunyikan informasi penting seperti itu dari diriku. Dia pikir aku akan kalah dari Dewa Iblis itu. Dasar sialan .......
////////////////////////////////////////////////////////////////
Malam hari di kota Tower.....
Dewa :
Aku tidak bisa tidur. Kenapa mereka berdua harus tidur di ruangan yang sama denganku. Aku tidak kuat melihat wajah manisnya Aiya yang sedang tidur.
Benar-benar pemandangan langit malam yang sangat indah. Tidak rugi juga buatku pergi keluar untuk mencari udara segar.
Pemburu Hadiah :
Oi, kau iblis yang mengaku Dewa Iblis di sebelah sana.
Dewa :
Maksudmu aku ?
Pemburu Hadiah :
Berani-beraninya orang yang terlihat lemah sepertimu memiliki harga buronan yang tinggi karena membunuh kepala kesatria Rooney Bosch dan Jendral Naido Tofu. Berita itu pasti salah, dasar iblis ******** !
Tetapi tidak apa-apa, dengan begitu aku bisa dapat membunuhmu dengan mudah dan mendapatkan hadiah dari harga kepalamu. Aku adalah seorang pemburu hadiah terbaik di kota Tower ini.
__ADS_1
Dewa :
( Jadi dia adalah seorang pemburu hadiah. Jadi cerita Aiya memang benar, aku di kambing hitamkan sebagai pelaku yang membunuh Rooney Bosch. Hal seperti ini hanya bikin repot saja. )
Aku tidak ingat pernah melakukan sesuatu seperti itu. Lagipula aku tidak tertarik dengan tokoh pajangan seperti dirimu.
Pemburu Hadiah :
Pajangan, berani sekali kau menghinaku. Aku ini pemburu hadiah terbaik. Kau benar-benar orang yang sangat kurang ajar !
Bukankah begitu teman-teman !?
Terdengar suara sorakan dari teman-temannya sesama pemburu hadiah.
Itu benar !!!
Itu benar !!!
Dewa :
Pemburu Hadiah :
Meskipun kita baru saja bertemu tetapi kau sudah membuatku muak.
Dewa :
Aku tidak ingin terlibat dengan seorang yang gila sepertimu. Telingaku ini tidaklah digunakan untuk mendengar ocehan tidak jelas dari orang tidak penting sepertimu.
Pemburu Hadiah :
Hmph....!!!
Setelah melihat ini kau pasti akan memohon padaku untuk mengampuni nyawamu. Lihat ini baik-baik !!!
Dewa :
__ADS_1
Apa yang ingin kau lakukan ?
Pemburu Hadiah :
Aku akan memanggil seekor peliharaan. Bersiaplah untuk mendapatkan pengalaman yang sangat menyakitkan, dasar iblis berengsek......!
Akan aku buat kau berguling-guling di tanah dengan isi perutmu keluar. Datanglah Salamander !!!!!
Muncul monster Salamander di hadapan Dewa.
Dewa :
Untuk memanggil peliharaan di tengah kota seperti ini pada tengah malam, kau sungguh berani sekali.
Pemburu Hadiah :
Bagaimana menurutmu, ini adalah peliharaan terkuat yang bisa membakar segalanya. Sekarang apakah kau takut padaku ?!.
Dewa :
Kenapa kau bisa percaya diri seperti itu dengan seekor Salamander yang hanya berukuran seperti sebuah rumah ?!.
Sudah cukup !!!
Kau sudah membuat aku jengkel dan marah.
Pemburu Hadiah :
Dasar ********, kau pikir aku ini cuma menggertak !?
Teman Pemburu Hadiah :
Oi, bertarung di tengah-tengah kota dengan hewan peliharaan sebesar itu berbahaya, ayo sudahi saja sampai di sini. Kita hanya perlu membunuhnya tanpa melukai penduduk.
Pemburu Hadiah :
__ADS_1
Aku tidak peduli dengan nyawa penduduk. Sembur dia Salamander !!!