Dewa

Dewa
Entin Element


__ADS_3

Dewa :


Aku hanyalah seorang petualang biasa yang telah dimintai tolong oleh seorang gadis untuk mencari seorang bangsawan yang telah hilang.


Stupey :


Hanya kalian berdua ?


Dewa :


Memangnya siapapun akan mengaku kalau mereka punya teman yang bersembunyi di dekat sini ?


Tetapi memang faktanya hanya kami berdua yang datang ke tempat ini.


Stupey :


Tidak mungkin hanya kalian berdua bisa mengalahkan semua anak buahku yang ada begitu banyak di tempat ini.


Dewa :


Kau boleh berkata apapun, tetapi itulah kenyataannya, kami hanya datang berdua ke tempat ini.


Kau juga tidak benar-benar sendirian di ruangan ini ?


Stupey :


Apa maksudmu, lihatlah aku hanya seorang diri di ruangan ini ?


Dewa :


Berdasarkan kondisi jenazah yang ada di rumah bangsawan yang kau culik. Aku yakin ada seorang temanmu yang bersembunyi di dekat sini.


Mayat-mayat tersebut berdasarkan bekas lukanya diserang oleh dua orang. Seorang penyihir dan seorang yang menggunakan senjata untuk menusuk seperti pedang.


Stupey :


Apa yang kau bicarakan ?

__ADS_1


Aku bukanlah pelaku penculikan tersebut.


Entin :


Hehehe, sudahlah Stupey, kita hentikan sandiwara ini.


Entin keluar dari tempat persembunyiannya dan muncul dihadapan Dewa.


Entin :


Kau memang cukup hebat, kau benar-benar memperhatikan kondisi para mayat itu. Bagus sekali bisa melacaknya sampai ke tempat ini.


Stupey :


Mengapa kau keluar Entin ?


Bukankah rencananya kita akan menggunakan serangan kejutan kepada mereka ?


Entin :


Apakah kau tidak keberatan untuk memperkenalkan dirimu kepadaku anak muda ?


Namaku adalah Entin Element, senang bertemu denganmu.


Dewa :


Sebenarnya kau tidak perlu tahu namaku. Namun karena kalian akan mati, kasihan juga kalau mati dalam keadaan penasaran.


Namaku adalah Dewa.


Sepertinya kalian tidak menggunakan bangsawan Lelouch Edward sebagai tameng. Jadi kemungkinannya dia sudah mati atau kalian gunakan kemampuannya untuk keuntungan kalian.


Stupey :


Sepertinya aku pernah mendengar namamu, tetapi aku lupa dimana mendengarnya. Apakah kamu pernah mendengarnya Entin ?


Entin :

__ADS_1


Tidak tahu, lagipula aku juga tidak peduli. Sepertinya aku terlalu banyak meninggalkan jejak sehingga mereka bisa menemukan tempat ini.


Tetapi tidak apa-apa, karena kalian semua pada akhirnya akan mati di tanganku ini seperti orang-orang yang menghalangiku ketika menculik bangsawan Lelouch Edward.


Dewa :


Lina, kau urusi pria yang bernama Stupey karena dia juga penyihir sama seperti dirimu. Biar aku yang mengatasi perempuan yang tampangnya seperti orang gila ini.


Lina :


Dimengerti. Perintah anda akan saya laksanakan dengan baik.


Dewa :


Lina, berhati-hatilah dengan sesuatu yang dibungkus dengan kain kafan.


Entin, bagaimana kalau kita bertarung di sebelah sana ?


Entin :


Baiklah, sepertinya kau tidak ingin mengganggu pertarungan temanmu. Aku juga tidak ingin mengganggu pertarungan Stupey.


Apakah orang-orang yang berada di rumah bangsawan Lelouch Edward adalah teman-temanmu ?


Apakah kau akan marah dan menggila karena aku sudah membunuh dengan sadis semua teman-temanmu ?


Si penyihir yang bernama Mary sepertinya selalu berharap agar bantuan segera datang. Aku minta maaf kalau membuatmu sedih karena aku sudah membunuh mereka semua.


Dewa :


Kau tidak perlu meminta maaf kepadaku.


Entin :


Kenapa kau tidak marah atau sedih ? ini jadi tidak seru dan menyenangkan lagi. Padahal aku ingin sekali melihat ekspresi marah atau sedih pada wajahmu itu.


Apa mereka benar-benar bukan teman-temanmu ?

__ADS_1


__ADS_2