
Dewa :
Ehem, Tatsu, aku ini pria yang suka damai, apa tidak ada jalan lain bagi kita selain bertarung ?
Tatsu :
Sayang sekali tidak ada. Aku justru sebaliknya, aku tidak suka kedamaian dan aku suka bertarung melebihi apapun.
Dewa :
Aku sudah mengerti sifatmu. Kalau begitu, aku harus mengalahkanmu di sini. Kau tidak keberatan bukan ?!
Tatsu :
Sayangnya aku tidak bisa mati begitu saja, jadi aku yang akan mengalahkanmu.
Tatsu menyerang Dewa dengan cakarnya, namun Dewa menahannya dengan membiarkan salah satu tangannya tertusuk.
Saat itu terdapat pesan di penglihatannya kalau mode 10x lipat sudah aktif. Dewa membalas dengan memukul Tatsu di perutnya.
Namun sepertinya serangan itu tidak terlalu berdampak pada Tatsu. Pertarungan mereka terus berlanjut cukup lama.
Aiya :
Hebat.......
Apa-apaan ini ?
Meskipun tanpa sihir, mereka bertarung dengan sangat cepat dan brutal.
Lalu perasaan apa ini, mengapa aku ingin sekali yang memenangkan pertarungan adalah orang yang mengaku-aku Dewa Iblis, padahal wajahnya adalah wajah om-om. Berjuanglah, tuan Dewa.
Tatsu :
Kau lengah gadis kecil !
Tatsu mengambil kesempatan untuk menyerang Aiya yang sedang lengah. Namun sudah ada Dewa yang melindunginya. Dewa menerima semua serangan tersebut.
Dewa :
Syukurlah kau tidak terluka.
__ADS_1
Aiya :
Iya, terima kasih.
Tubuhmu penuh dengan luka, apa kamu baik-baik saja ?!
Dewa :
Luka kecil begini sama sekali bukan masalah. Selain itu, aku lega kau tidak apa-apa.
Luka di tubuh Dewa dengan cepat menghilang.
Tatsu :
Hebat sekali, tidak kusangka kamu dapat melindunginya. Selain itu kemampuan regenerasimu cepat sekali. Aku Tatsu memuji kemampuan anda dengan tulus.
( Orang ini hebat sekali, bagaimana caranya aku mengalahkannya, apakah ada suatu cara untuk membunuhnya ?! )
Dewa :
Aku tidak butuh pujianmu.
Tatsu :
Kalau begitu sudah waktunya aku mundur, tujuan kami adalah menguasai dunia, jadi belum waktunya aku mati disini, namun apabila kita bertemu lagi, aku pasti akan mengalahkanmu.
Sepertinya efek area tanpa sihir telah berakhir. Tatsu dengan sihir terbangnya meninggalkan Dewa dan Aiya.
Aiya :
Ini gawat, tuan Dewa !!!
Kita harus segera mengejarnya !
Dewa :
Mustahil, aku tidak bisa terbang jika di penglihatan mataku tidak muncul pesan. Selain itu aku tidak bisa meninggalkanmu di sini sendirian.
Aiya :
( Ah ! Tuan Dewa, demi melindungiku dia tidak mengejar pemuja iblis itu. )
__ADS_1
Dewa :
Sekarang bagaimana, ya ? Kamu kelelahan kan putri ?
Dewa menggendong putri Aiya.
Aiya :
Eh ! Tuan Dewa ?!
( Maafkan aku ayah, sepertinya aku jatuh cinta pada seseorang yang mengaku sebagai Dewa Iblis. Dia adalah seorang kesatria yang bertarung selagi melindungi sang gadis dalam pelukannya !
Tapi, bukankah cara menggendongnya ini seperti membawa barang bawaan, padahal aku ingin digendong layaknya tuan putri, karena aku ini memang tuan putri.
Tidakkkk, ini bukan saatnya memikirkan hal konyol !!! )
Dewa :
Lalu apa tujuanmu selanjutnya putri Aiya ?
Aiya :
Aku ingin menuju desa Sogami, aku mendengar kalau desa tersebut dikuasai oleh monster kerangka manusia.
Dewa :
Maksudmu Bone ?!
Dia adalah monster ciptaanku.
Aiya :
Apa, jadi kau ini memang Dewa Iblis ?
Dewa :
Desa Sogami diserang oleh kekaisaran Souzai, aku lalu menyelamatkan desa tersebut, Bone merupakan bawahanku yang aku perintahkan untuk menjaga Desa Sogami.
Aiya :
Jadi kau ini Dewa Iblis yang baik atau jahat ?! Apakah benar kau yang membunuh kepala kesatria kerajaan Shirokyuu, Rooney Bosch ?
__ADS_1