Dewa

Dewa
Lina Lawliet


__ADS_3

Dewa :


Akhirnya, aku menemukan sebuah rumah di puncak gunung Carumia. Ini pasti rumah penyihir hebat itu.


Untuk sampai sini, aku harus kehilangan tangan dan kaki beberapa kali karena badai angin yang seperti tebasan sebuah pedang.


Permisi, apa tempat ini rumahnya penyihir hebat Lina Lawliet ?!


Lina Lawliet :


Benar kok, memang disini tempatnya, masuk saja, pintunya tidak dikunci.


Dewa pun masuk ke dalam rumah itu....


Dewa :


Apa !?


Tunggu apa yang kau lakukan ?!


Mengapa pakaianmu begitu terbuka .... ?


Lina :


Bukankah kesan pertama itu penting, jadi kupikir lebih baik kalau aku menggunakan pakaian yang seperti ini.


Dewa :


Kupikir kau nenek-nenek karena seharusnya usiamu di atas 100 tahun, tapi kau tampak seperti seorang gadis berusia 20 tahun.


Lina :


Keterkejutanmu berlebihan juga ya......


atau mungkin kau sama sekali tidak terkejut ?


Dewa :


Benar seperti yang kau bilang, kau adalah penyihir hebat, jadi mungkin kau bisa memanipulasi penampilan. Jadi aku terkejut hanya sedikit.


Lina :


Aku sudah mengamati dirimu sejak memasuki area gunung Carumia menggunakan sihir cerminku.


Sepertinya kau adalah makhluk yang abadi, aku lihat tubuhmu terpotong-potong karena badai angin, namun kau bangkit lagi. Namun itu adalah cara masuk yang mengerikan.

__ADS_1


Aku melewati gunung ini dengan cara memberikan sihir kekebalan pada tubuhku sehingga bisa melewati gunung Carumia ini dengan mudah.


Apakah kau tidak memiliki kemampuan sihir ?


Dewa :


Kadang punya, kadang tidak, tergantung muncul pesan atau tidak di penglihatanku.


Lina :


Kau orang yang aneh namun menarik.


Dewa :


Ya begitulah, abaikan saja yang tadi, ada satu hal yang ingin aku pastikan.....


Apa kau mampu menghilangkan bekas luka ?


Lina :


Sepertinya kau sedang melawak, aku ini seorang penyihir yang hebat. Tentu saja aku bisa melakukannya.


Dewa :


Lina :


Hentikan itu, pujian yang seperti itu tidaklah membuatku senang. Banyak hal yang terjadi dan kebetulan saja aku berakhir menjadi penyihir yang hebat.


Dewa :


Meskipun begitu, kurasa kau terlihat cukup mengagumkan, menjadi wanita yang cantik di atas usia 100 tahun.


Lina :


Itu karena penampilan nenek-nenek akan diremehkan oleh para petualang. Jadi apa tujuanmu ?


Dewa :


Aku ingin kau membantuku menghilangkan bekas luka seseorang di kota Tower.


Lina :


Baik .....


Tetapi aku ingin mengujimu terlebih dahulu untuk mengetahui seberapa layaknya kau untuk menerima bantuanku.

__ADS_1


Jadi siapa namamu ?


Dewa :


Namaku Dewa. Dunia ini cukup keras juga, aku selalu diuji semenjak datang ke dunia ini.


Lina :


Nama yang begitu berat. Begitulah dunia ini, memang keras. Kita akan melakukan tesnya di luar rumah.


Lina pun memakai jubahnya, lalu Dewa dan Lina keluar rumah.....


Lina :


Kau sudah siap, kita mulai !!!


Semburan api naga !!!


Dengan sedikit tiupan kecil, meninggalkan api yang sangat besar. Karena kemampuan pedangnya masih aktif, Dewa membelah api itu menjadi dua bagian.


Lina :


Hmm.... Kau bisa menahan seranganku, kau lumayan juga.


Dewa :


Sekarang giliranku !!!


Dewa mengayunkan pedangnya ke Lina, namun pedangnya hancur seketika.


Dewa :


Jubahmu itu buatan khusus yah, pedang yang aku ambil dari bandit sampai hancur berantakan setelah mengenai jubahmu.


Lina :


Tentu saja. Karena kau sudah tidak memiliki pedang, maka terimalah ini !


Sihir teleportasi !!!


Lina melakukan teleportasi ke titik buta, sehingga Dewa tidak dapat melihatnya.


Sihir Ledakan !!!


Dari titik buta tersebut Lina melakukan sihir ledakan. Sihir ledakan tersebut terlalu kuat sehingga menghancurkan tubuh Dewa berkeping-keping.

__ADS_1


__ADS_2