
Pertarungan dengan para Orc terus berlanjut.
Agus :
Kemarilah kalian ****-**** yang menjijikan !!!
Agus menjadikan dirinya sebagai umpan untuk memancing para Orc agar berkumpul bersamanya.
Dewa :
Agus !
Agus :
Dewa, mereka sudah terlalu banyak berkumpul padaku. Sekarang waktunya, gunakan kemampuan milikmu untuk menghabisi mereka sebanyak mungkin.
Berhentilah memikirkan diriku, aku yakin serangan dirimu akurat sehingga tidak akan mengenai diriku. Tusuk saja mereka semua dengan anak panah yang kau pegang.
Dewa :
Januar !
Mart !
Okta !
Berikan bantuan pada Agus, kalahkan para Orc satu persatu, serang mereka dari belakang karena mereka sedang fokus menyerang Agus !!!
Dewa menuruti keinginan Agus, dengan panah milik Januar dia fokus membunuh sebanyak mungkin para Orc yang sedang mengerubungi Agus. Begitu juga Januar, Mart, dan Okta, mereka bertiga menyerang para Orc dari belakang sesuai perintah dari Dewa. Ketika Para Orc sudah tidak fokus pada Agus.
Agus :
Aku disini ****-**** bodoh, cepat serang aku !
Agus kembali membuat dirinya menjadi umpan. Hal ini dilakukan terus menerus hingga puluhan Orc tersebut semuanya tumbang.
Dewa :
Akhirnya sudah selesai dan situasinya kembali tenang.
Januar :
Phew ....
Bos Agus, kenapa aku merasa tuan Dewa lebih berguna daripada bos ?
__ADS_1
Agus :
Ha ha ha
Tentu saja, dia adalah seorang pria yang menghancurkan kawanan monster untuk menyematkan teman baikku Mina dan Kami Lamper. Bukan hal aneh jika dia lebih hebat dariku.
Dewa :
Agus adalah pria yang hebat. Dia rela menjadikan dirinya umpan untuk membuat kita lebih mudah menghabisi para Orc.
Mart :
Bos, Januar hanya bercanda, tolong jangan diambil hati.
Agus :
Oh, dia bercanda yah.
Dewa :
Okta !
Okta :
Dewa :
Aku ingin mendengar alasanmu, mengapa kau bisa terjebak dalam situasi dikejar oleh puluhan Orc ?
Mart :
Apa itu sangat penting mengingat kau tidak membangunkan kita saat tengah malam ?
Januar :
Apa kau tidak mempedulikan hidupmu ?
Jika tuan Dewa tidak membangunkan kami, mungkin kini kau sudah menjadi mayat.
Okta :
Itu karena ini. Lihatlah petanya, saat ini kita sedang berada di lokasi ini.
Dewa :
Peta labirin ?
__ADS_1
Okta :
Berdasarkan petanya, setelah jalan lurus lalu belok kanan, setelah mentok ambil jalan ke kiri. Setelah itu seharusnya kita menemukan tangga yang menuju ke lantai bawah.
Itu adalah tujuan kita selanjutnya, tetapi aku sudah menjelajahi seluruh area sepanjang waktu dan tidak menemukan tangga menuju ke bawah untuk memasuki lantai berikutnya.
Berapa kali pun aku mengeceknya, tidak ada tangga sama sekali.
Januar :
Tidak ada tangga ?
Pantas saja aku merasa hanya berputar-putar saja di tempat ini selama ini.
Mart :
Mungkin itu sebabnya kita tertahan di lokasi ini. Tetapi itu tidak menjelaskan mengapa kau dikejar-kejar oleh banyak Orc ?
Okta :
Itu karena ketika aku mencari cara menuju lantai berikutnya aku tidak sengaja masuk ke sarang mereka. Ketika aku menyadarinya, mereka sudah mengepung diriku.
Januar :
Lain kali ngomong dong, kita bisa mencarinya bersama-sama.
Dewa :
Kalau begitu, ayo kita memeriksa keadaan sekitar.
Dewa dan kelompoknya melakukan pengecekan untuk mencari jalan menuju ke lantai berikutnya.
Dewa :
Jika berdasarkan peta, disinilah seharusnya letak tangga menuju lantai berikutnya berada.
Okta :
Apakah mungkin petanya salah ?
Ini adalah sebuah labirin, jadi mungkin saja si pembuat peta melakukan kesalahan saat membuatnya.
Dewa :
Tapi peta ini diberikan langsung dari bangsawan Mambu Pete. Apakah dia sedang menipu diriku.
__ADS_1