
Cao-Cao :
Orang itu kan, yang membunuhku terakhir kali. Ini kesempatanku untuk balas dendam.
Dewa :
Muncul pesan bahwa sentuhan peluruhan sudah tidak aktif.
Kau, bukannya sudah mati aku pukul lalu meledak.
Cao-Cao :
Jangan kau ingatkan kejadian memalukan itu. Kami para Iblis bisa dihidupkan berkali-kali. kali ini aku pasti akan membunuhmu.
Monster Cao-Cao menyerang Dewa dengan cakarnya yang panjang, namun kali ini Dewa menangkisnya dengan telapak tangan.
Cao-Cao :
Kau semakin hebat rupanya, terakhir kali bukannya tanganmu putus oleh serangan ini.
Dewa :
Ya, ampun! mungkin sudah saatnya giliranku!
seperti yang diharapkan, muncul pilihan di penglihatanku...
Sundulan terbang ke langit
Laser dari jari telunjuk
Semburan api
Aku memilih pilihan ke 2
Rasakan ini....
Laser!
Ketika tangan kiriku menahan cakar Cao-Cao, Jari telunjuk tangan kananku aku arahkan ke kepala Cao-Cao. Lalu sinar laser keluar dari jari tersebut.
Duarrrrr!!!!!!!
Naido Tofu :
Apa....nyawa 100 prajuritku lengkap dalam sekali serang??!!!!
__ADS_1
Mustahil, ini mustahil. Iblis tingkat tinggi di habisi dengan satu sihir.
Penyihir A :
Jendral Naido, sekarang kita harus bagaimana?
Naido :
Kita pakai benda pemanggil Iblis yang terakhir, seharusnya Iblis ini lebih kuat, karena Raja bilang gunakan benda ini dalam keadaan antara hidup dan mati.
Lihatlah, wujud Iblis terhebat!
Asap hitam pekat muncul dari benda tersebut. Kali ini 1000 prajurit milik Naido yang ditumbalkan. Asap tersebut memunculkan sesosok monster, seorang raksasa hitam memegang pedang api
Dewa :
Iblis ini yang menjadi andalan terakhir kalian?
Naido :
Benar! Aku putuskan menggunakan harta ini untuk menghabisimu.
Dewa :
Aku harus berkata apa....
Naido :
Dewa :
********. Kalian sampai membuatku waspada pada mainan seperti ini.
Naido :
Mainan? Bicara apa kau? Jangan-jangan.....
Ah, itu mustahil!!! Di hadapan wujud yang tidak bisa dikalahkan manusia, kau jelas menggertak saja!!!!
Serang dia monster Raksasa Hitam!!!!
Gakudai:
Dasar makhluk rendahan, berani-beraninya kau menyuruhku, sosok yang dikenal Gakudai. Sadarilah tempat kalian, sampah!!!
Kau (Dewa) juga, berani-beraninya menyebutku mainan. Tubuhmu saja lima kali lebih kecil dari tubuhku.
Karena kau (Naido) yang membangkitkan aku dengan tumbal 1000 orang, kali ini aku akan membantumu membunuh orang itu.
Tebasan api neraka
__ADS_1
Tebasan pedang yang disertai api itu membelah tanah di bawahnya. Tebasannya membelah Dewa menjadi dua secara vertikal.
Dewa :
Tubuhku mati, tapi aku masih hidup, ini seperti pertama kalinya aku datang ke dunia ini, aku tidak memiliki wujud.
muncul pesan bahwa aku bisa membuat karakter baru dengan cara membayangkannya. Aku membayangkan raksasa tampan yang sangat besar dengan dua tanduk di kepalanya memakai pakaian serba hitam.
Naido :
Hahaha.... lihat itu, orang yang sombong itu mati terbelah menjadi dua. Cahaya apa ini sangat menyilaukan. Asalnya dari mayat orang sombong itu.
Ketika cahaya menyilaukan itu hilang. muncul Raksasa tampan dengan pakaian serba hitam.
Dewa :
Selain kejutan dari Iblis lemah ini sisanya sudah sesuai dugaanku. Kali ini giliranku, telanlah keputusasaan ini.....
Gakudai :
Besar sekali, tubuhku saja sudah raksasa, seukuran tinggi rumah manusia, tapi dia berukuran tiga kali lipat dari tubuhku. Sepertinya aku akan mati lagi.
Kaki Dewa yang besar menginjak tubuh Gakudai. Gakudai pun menghilang musnah.....
Naido :
Kekuatan yang melampaui Raja Iblis, siapa kau sebenarnya?
Dewa :
Aku adalah Dewa Iblis, sosok yang akan menghancurkan dunia.
Naido :
Dewa Iblis yah.......
Dewa :
Kalau begitu, sudah cukup main-mainnya.
Naido :
Tolong tunggu dulu Tuan Dewa, maksudku yang mulia Dewa Iblis. Ampuni kami, tidak.... tolong ampuni aku ini saja, aku tidak peduli dengan nyawa mereka. Jika saya dibiarkan hidup, saya siap melakukan apapun perintah anda.
Dewa :
Kau sudah salah sangka. Manusia rendahan seperti dirimu tidak pantas untuk hidup.
Naido : Manusia rendahan......
__ADS_1
Dewa menggunakan telapak tangannya membunuh Naido seperti membunuh seekor nyamuk.