Dewa

Dewa
Dewa Kehilangan Kedua Tangan


__ADS_3

Lina mencoba menusuk setan Pocong dengan pisaunya, namun pocong tersebut tiba-tiba hilang setelah di tusuk.


Setelah hilang beberapa saat, tiba-tiba pocong tersebut muncul dihadapannya lalu tersenyum dengan wajah hancurnya.


Tiba-tiba Lina terlempar dan menabrak tembok hingga hancur. Lina dilemparkan hingga masuk ruangan tempat Dewa dan Entin berada.


Dewa :


Itu adalah setan Pocong !!!


Entin :


Kau benar sekali !!


Aku tidak menyangka kau memiliki Pengetahuan yang lumayan banyak.


Dewa :


Tentu saja, di negara asalku setan Pocong sering menampakkan diri. Meskipun di dunia sebelumnya aku belum pernah melihatnya. Baru di dunia ini aku pertama kali melihatnya.


Entin :


Makhluk itu adalah mimpi buruk bagi seorang penyihir. Baiklah kalau begitu, kita sudahi pembicaraan ini. Aku datang !!!


Entin bergerak dengan cepat dari depan dengan menatap tajam mata Dewa.


Dewa :


Apa ? Tiba-tiba tubuhku tidak bisa digerakkan.


Entin dengan pedangnya memotong tangan kiri Dewa.

__ADS_1


Entin :


Sebenarnya bisa saja aku langsung memenggal kepala milikmu. Tetapi aku ingin melihat dirimu tersiksa terlebih dahulu.


Dewa :


Kemampuan apa itu, tubuhku tidak bisa digerakkan sesaat. Aku belum pernah melawan musuh yang seperti ini. Dia memotong tangan kiriku untuk melucutiku. Aku harus mewaspadainya.


Entin :


Kau cukup menarik, musuhku sebelumnya selalu menangis ketika kehilangan salah satu anggota tubuhnya.


Tetapi dari raut wajahmu hanya terlihat ekspresi kebingungan bagaimana cara aku melakukannya. Baiklah akan aku perlihatkan lagi.


Entin lagi-lagi bergerak dengan cepat dari depan dan dalam sekejap kini tangan kanan Dewa telah putus terpotong.


Sementara itu, Lina berkali-kali mencoba menggunakan serangan fisik atau serangan sihir kepada Setan Pocong.


Stupey :


Lina :


Ada yang aneh, Stupey bilang kalau setan Pocong itu tahan terhadap sihir. Memang benar pocong tersebut akan menghilang jika diserang oleh serangan fisik.


Itu artinya pocong tidak mempan di serang oleh serangan fisik. Namun setiap kali aku melakukan sihir, Stupey berusaha menyembuhkannya.


Stupey :


Sudah waktunya kita akhiri pertempuran ini. Lihatlah aku masih memiliki benda pemanggil Iblis, jadi aku akan memanggil pocong kedua.


Benda yang dibilang Stupey lagi-lagi mengeluarkan kabut berwarna hitam. Muncul peti lain yang ketika di buka berisi pocong lain.

__ADS_1


Stupey :


Energi hitam sudah habis sekarang. Tetapi aku tidak rugi jika aku berhasil membunuhmu dan temanmu disini.


Aku bisa mengisinya kembali dengan menumbalkan nyawa para penduduk desa atau kota di sekitar sini.


Tetapi jika kau menyerah, aku mungkin akan membiarkanmu hidup dengan syarat kau menjadi bawahanku.


Lina :


Jangan merendahkan aku, Sampah !!!


Stupey :


Kurang ajar !!!


Kedua Pocong, Bunuh dia sekarang juga !!!!


Di lokasi lain yang dekat dengan pertarungan Stupey dan Lina. Entin sedang memberikan pelajaran kepada Dewa.


Entin :


Aku kira kau lawan yang hebat. Tetapi kau dengan mudah kehilangan dua tangan padahal aku belum bertarung secara serius.


Dewa :


Pertarungan ini telah banyak mengajari aku. Ternyata ada orang hebat sepertimu yang mampu membuat orang lain tidak bisa bergerak.


Ditambah efektifitas dari sebuah senjata yang kau miliki, kau ini memang sangat luar biasa. Oleh karena itu, aku harus berterima kasih kepadamu.


Tetapi aku masih belum kalah. Lina, tunjukkan pada mereka kekuatanmu yang sebenarnya !!!

__ADS_1


Lina :


Sepertinya tuan Dewa paham bahwa aku telah menemukan kelemahan mereka. Jadi akhirnya aku bisa mengeluarkan kekuatan penuh milikku.


__ADS_2