
...Ijima berdiri dari duduknya saking terkejut mendengar penuturan Chriss, kini mereka berdua ada di gazebo taman. Taman yang jarang dilewati dayang maupun prajurit....
"Aku menolak, perjanjian kita hanya menikah bukan memiliki keturunan," ucap Ijima dengan nafas memburu, padahal ia ingin lepas dari pernikahan palsu ini tapi malah Raja Kodama mempertanyakan pewaris tahta.
Chriss tau bahwa wanita itu akan menolaknya, "Ini permintaan ayah, Ijima."
"Ya, aku sudah sangat faham, yang mulia. Anda hanya menuruti perintah Raja Kodama, tapi yang mulia, aku tidak mau melahirkan mewaris tahta dari seseorang yang tidak mencintaiku."
"Ijima—"
Ijima mengangkat tangannya dengan tegas, "Sekali tidak tetap tidak, hubungan kita terlalu buruk untuk memiliki seorang anak."
Wanita itu melangkah pergi meninggalkan Chriss yang mendengus frustasi.
"Benar, hubungan kita terlalu buruk untuk memiliki buah hati." Chriss menatap langit malam yang penuh dengan bintang, "Shwan, bagaimana caramu menaklukan Ijima?" batin Chriss lalu terkekeh pelan.
"Jelas saja Ijima begitu mencintai Shwan karna lelaki itu hampir mendekati kata sempurna. Shwan bukanlah aku yang terobsesi dengan kekuasaan."
Dilain kerajaan Celosia, Raja Nakamura mengadakan rapat keluarga.
"Maaf atas kelancangan saya, ayahanda. Tapi saya merasa tidak pantas menduduki posisi sebagai Raja," ucap Awldo ini sudah ketiga kalinya dia menolak menduduki tahta kerajaan Celosia.
Raja Nakamura mendengus, "Kamu selalu saja menolak menduduki jabatan itu, apakah karna Shwan? Kamu juga putra kami, Awldo."
"Saya sadar diri, ayahanda. Saya putra angkat jadi saya tidak berhak menyandang gelar itu."
Kini giliran Ratu Jasmin yang angkat bicara, "Ini sudah bertahun-tahun, Awldo. Shwan juga mengatakan jika dirinya gugur maka kau yang akan menggantikannya."
"Ibunda—"
"Ibunda tidak menerima penolakan, kamu sudah menyandang nama Raja Nakamura jadi kamu harus menerimanya, jadilah raja setelah kamu berhasil membawa gadis yang akan kamu persunting," ucap sang Ratu. Awldo pun juga tak dapat menolak karna Ratu Jasmin sudah angkat bicara.
"Gadis yang akan kunikahi?" batin Awldo, pikirannya langsung mengarah ke seorang wanita kesayangan kakaknya.
👑
Hari sudah semakin siang dan rapat kerajaan Neoma akhirnya selesai, biasanya Chriss dan Ijima akan duduk berhadapan untuk melakukan evaluasi, namun kali ini tidak. Dia langsung keluar ruangan tanpa sepatah kata pun.
__ADS_1
Begitu pun saat makan siang, tak ada dari salah satunya bertegur sapa. Hal itu membuat Raja Kodama sedikit kesal, baginya pasangan itu tak akan bertindak bila dirinya tidak turun tangan.
Ting
Lonceng kecil berbunyi pertanda makan siang sudah selesai, para dayang yang bertugas segera merapikan meja makan setelah keluarga raja beranjak dari kursi.
"Ijima, temui aku lima belas menit lagi," titah Raja Kodama mutlak.
Ijima yang mendapat perintah itu menganggukan kepala, "Baik, ayah."
Usai urusannya selesai Ijima segera menemui ayah mertuanya yang tengah menunggu di kamarnya. Sesuai peraturan, Ijima mengetuk pintu tiga kali sebelum membukanya.
Seperti biasa, Raja Kodama menatap lukisan seorang wanita cantik yang terpajang di dinding ruangan itu. Ijima yakin jika wanita itu adalah istri Raja Kodama.
"Kau sudah datang, Ijima? Duduklah," ucap Raja Kodama mempersilahkan pasangan putranya untuk duduk.
Ijima menurut, ia menarik kursi berwarna putih pelan lalu mendudukinya.
"Ini cukup canggung karna aku belum pernah merasakan memiliki putri, tapi saat ini kau adalah putriku, Ijima. Tujuanku memanggilmu kesini karna hal itu, aku tau Chriss sudah membicarakannya denganmu."
"Terima kasih karna ayah sudah menganggapku sebagai putri. Benar, saya menolak melahirkan keturunan Neoma selanjutnya."
"Kesepakatan seperti apa, ayah?" tanya Ijima, ia meremas gaunnya gelisah.
"Pernikahan kalian itu ada tujuannya, tujuanku menikahkanmu dengan Chriss karna monster yang ada ditubuhnya. Berikan Neoma seorang pewaris dan hilangan monster Geni dari tubuh Chriss, jika kau sudah melakukan dua hal itu, kamu bisa berpisah dengan Chriss."
"Apakah anda yakin dengan keputusan itu, ayah?" tanya Ijima lagi.
Raja Kodama mengangguk, " Ya, aku tau kau dan Chriss sudah merencanakan perpisahan. Jadi aku mohon, berikan Neoma seorang pewaris aku tidak mau gadis itu yang memberikannya."
"Jika anda bisa menepati perkataan itu, aku akan melakukannya, aku akan menghilangan monster Geni serta memberikan Neoma seorang pewaris."
Sungguh, jawaban Ijima membuat Raja Kodama senang, setidaknya jika Chriss akan menikahi Maki ia sudah memiliki anak dari Ijima, seorang keturunan dewi.
Usai membuat kesepakatan, Ijima keluar dari kamar Raja Kodama untuk menemui Chriss yang masih berada diruang kerjanya.
Lelaki itu sedang memberikan tanda stempel kerajaan pada kertas-kertas yang berserakan dihadapannya.
__ADS_1
Ijima membungkukan sedikit badannya, "Maaf menganggu waktu yang mulia, apakah saya bisa bicara dengan anda, sekarang?"
Pergerakan tangan Chriss berhenti, ia mendongakan kepala menatap istrinya, "Duduklah."
Ijima duduk dihadapan Chriss yang masih melanjutkan pekerjaan, "Begini, saya ingin mem—"
"Ingat, jangan bersikap formal ketika kita sedang berdua, Ijima. Itu sangat memuakan," potong Chrisa cepat.
"Maafkan aku, aku kesini ingin membicarakan pewaris kerajaan denganmu, Chriss."
"Apa yang perlu dibicarakan? Kau menolaknya, bukan?"
"Awalnya memang seperti itu, tapi sekarang aku berubah pikiran," ucap Ijima yang kembali membuat pergerakan tangan Chriss berhenti.
Chriss meletakan stempel kerajaannya lalu menatap Ijima intens, "Apakah karna ayah? Apa yang ayah bicarakan denganmu?"
"Tidak banyak. Hanya jika aku melahirkan pewaris tahta maka aku bisa meninggalkan kerajaan ini tanpa rasa bersalah, dan kamu bisa menikahi Maki," ucap Ijima yang membuat dada Chriss sesak.
Tidak. Chriss sudah mulai membukakan hatinya untuk Ijima tapi kenapa ayahnya malah melakukan kesepakatan itu. Chriss tidak tau lagi, ia juga tidak bisa mencegah perginya wanita itu tentu karna dia punya harga diri yang tinggi.
"Chriss, aku juga ingin membuat kesepakatan denganmu," ucap Ijima.
"Katakan."
"Jangan menemui putri Maki selama kesepakatan ini berlangsung, kamu boleh menemuinya jika pewaris tahta sudah lahir."
Chriss mengangguk, baginya itu tak terlalu sulit sekarang, " Dan kau jangan menemui laki-laki lain yang tidak berhubungan dengan kerajaan Neoma." Ntah kenapa setelah mengatakan itu, nama Awldo muncul dalam pikirannya, namun secepat mungkin ia menepis nama itu agar tidak mengacaukan pikiran.
Chriss mengulurkan tangan lalu Ijima menyambutnya sebagai tanda kesepakatan mereka.
Setelah pekerjaanya selesai, ia menemui Ijima yang sudah berada di kamar. Wanita itu menggerai rambut seputih salju serta gaun tidur berwarna merah muda.
Usai melepaskan jubah kebesarannya, Chriss menghampiri Ijima.
"Apa kamu yakin akan melakukannya malam ini juga?" tanya Ijima meminta kepastian.
Chriss mengangguk, "Ya, semakin cepat semakin baik bukan?"
__ADS_1
Ijima hanya bisa menurutinya, perlahan Chriss mengecup leher wanita itu sebelum melakukan kegiatan malam mereka.