
"Jurang?" Chriss dan Awldo sampai pada jurang dalam yang disebrangnya banyak ditumbuhi bunga higanbana.
"Seharusnya disini ada jembatan kaca," ucap Awldo, lelaki itu menyentuh tanah lalu memejamkan matanya sejenak kemudian membukanya kembali, "Sudah kuduga dia menyihir jembatan ini agar tidak terlihat."
"Lalu bagaimana caranya kita kesana?" tanya Chriss.
Belum sampai Awldo menjawab, tanaman rambat tiba-tiba tumbuh lalu membelit jembatan yang awalnya tidak terlihat itu.
"Hah! Kenapa kalian diam saja? Ijima memerlukan bantuan kita!" tegur seorang gadis dengan cadar merah transparan yang sudah berdiri didepan jembatan itu.
Kedua lelaki tersebut menyusul langkah gadis itu tanpa banyak bicara.
"Bagaimana dengan misimu, Anya?" tanya Awldo tanpa menghentikan langkahnya.
"Aku tidak bisa fokus menjalankan misi begitu mendengar kabar bahwa temanku diculik raja kegelapan!"
"Jadi kau meninggalkan misi? Itu melanggar aturan pemburu," ucap Awldo.
"Aku tidak peduli, aturan dibuat untuk dilanggar, bukan?" Awldo mengangguk, membenarkan perkataan gadis itu, mereka bertiga melangkah dengan tergesa-gesa hingga ke ujung jembatan.
Begitu melewati padang bunga higanbana, bulu roma Chriss berdiri.
"Tempat apa ini? Kenapa banyak batu nisan?" tanya Chriss, pandangannya tak lepas dari sela-sela bunga kematian itu.
"Taman ini dibuat raja Kasana hanya untuk menutupi makam istri-istrinya yang mati," jelas Anya.
"Sebanyak ini?"
"Ya." Chriss tak mau berkomentar lebih jauh, hal ini sudah cukup membuktikan jika raja kegelapan itu penggila wanita.
...👑...
Dua pelayan kerajaan Regia menarik paksa Ijima ke aula. Ijima sudah bebas dari hipnotis raja Kasana.
"Lepaskan aku!" teriak Ijima, ia berusaha melepaskan kedua tangannya dari cengkraman pelayan itu.
Mereka bergeming, cengkramannya malah semakin kuat seperti mengisyaratkan wanita itu untuk diam.
Begitu sampai di aula, istri-istri raja Kasana sudah berkumpul. Pandangan mereka tertuju pada Ijima, mereka menganggumi kecantikan keturunan dewi itu. Ada dua istri raja Kasana yang menggendong bayi.
Raja Kasana yang awalnya duduk dengan angkuh di singgasananya, berdiri menghampiri Ijima, ia mengibaskan dua kali jari telunjuk mengisyaratkan pelayannya untuk pergi.
__ADS_1
Dia memegang tangan kanan Ijima lalu menuntunnya ke singgasana melewati karpet merah.
Srak
Tiba-tiba pipi kiri raja Kasana mengeluarkan darah yang membuat para istrinya terkejut. Ternyata Ijima melukai raja itu menggunakan belati yang ia sembunyikan dibalik gaunnya.
"Beraninya kau melukai raja!" hardik salah satu istri raja kasana, mereka sudah bersiap untuk menyerang Ijima tapi raja Kasana menyuruh mereka diam.
Raja Kasana memandang Ijima penuh cinta sedangkan Ijima memandang raja itu dengan penuh kebencian. Tangan kirinya masih setia memegang kuat belati itu.
"Sudah seperti ini kau masih mau melawan, Ijima?" tanya raja Kasana lembut.
"Aku tak akan tunduk pada pria sepertimu!"
Lelaki itu tertawa pelan, ia sengaja melepas hipnotisnya pada Ijima agar wanita itu merasakan sensasi menikah dengannya. Raja Kasana mendekatkan wajahnya ke wajah Ijima untuk menghipnotis kembali wanita itu.
Tapi Ijima menggeleng, ia mengeluarkan aura dewinya dengan tujuan melawan raja Regia tersebut.
"Sudah kukatakan berulang kali, aku hanya milik Chriss Kodama."
Dilain tempat, Anya dapat merasakan hangatnya aura Ijima, ia berlari dengan cepat agar sampai ke gerbang kerajaan Regia.
"Chriss! Cepatlah, hanya kau yang bisa menandingi kekuatan raja Kasana," teriak Anya yang membuat Chriss mengangguk penuh yakin.
Chriss mendobrak gerbang kerajaan Regia lalu mencari ruang aulanya, begitu sampai disana ia mengarahkan sihirnya pada raja Kasana yang membuat lelaki itu melepaskan Ijima.
Grep
Dengan cepat Chriss menghampiri istrinya lalu mendekap Ijima yang kelelahan. Raja Kasana menyuruh semua istrinya untuk menyelamatkan diri.
Sisalah mereka bertiga diruangan itu, Anya dan Awldo mengurus para prajurit Regia yang menyerang mereka dari berbagai sisi.
"Aku sudah lama menunggumu, Chriss," ucap Raja Kasana.
Chriss menunjuk raja Kasana dengan pedangnya, "Aku akan membunuhmu, kau sudah membuat istriku sampai seperti ini."
Raja Kasana tertawa, " Salah siapa? Bukankah itu kesalahanmu yang tak bisa menjaga istrimu dengan baik?"
Rahang Chriss mengeras, ia menyerang lelaki itu dengan Ijima didekapannya, tak membiarkan wanitanya lepas sedikit pun.
Raja kegelapan itu mengeluarkan bola berwarna hitam yang membuat Chriss berhenti menyerang.
__ADS_1
"Sial," umpatnya.
"Aku hanya ingin mempersingkat waktu." Raja Kasana mendekatkan bibirnya ke bola hitam tersebut lalu berbisik pelan, "Sakiti wadahmu."
Detik itu juga Chriss mengerang kesakitan, tanda hitam kembali tercetak dilehernya. Chriss memekik kesakitan sampai ia terjatuh kelantai, ia berusaha sekuat mungkin untuk melawan monster yang bersemayam ditubuhnya.
Raja Kasana tertawa seram melihat adegan itu, Ijima tak tega melihat suaminya seperti itu walaupun ia masih sakit hati tapi ditepisnya bayangan itu.
Ijima meraih kedua pipi Chriss lalu mencium bibir lelaki itu lembut, "Tenanglah," batin Ijima. Secara tidak langsung wanita itu memberikan sebagian kekuatannya untuk Chriss sehingga suaminya bisa kembali seperti semula. Perasaan hangat memenuhi tubuh lelaki itu.
"Inikah kekuatan Ijima? Hangat dan menenangkan," batin Chriss setelah Ijima menjauhkan wajahnya dari wajah suaminya
Raja Kasana mendecak sebal, "Kenapa kau bisa mendapatkan keturunan dewi, padahal dirimu hanya wadah yang hina!"
"Tutup mulutmu," ucap Chriss menatap tajam kearah raja Kasana, mereka berdua sama-sama mengeluarkan aura yang selama ini belum pernah ditunjukkan.
Chriss mendudukkan Ijima lalu membuat perisai disekelilingnya, saking kuatnya aura mereka membuat Awldo, Anya dan para pelayan serta penjaga tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.
"Kekuatan macam apa ini," keluh Awldo, bahkan pemburu tingkat atas saja tak mampu melawannya.
Anya menunjukan smriknya, "Murid kedua petapa memang tak bisa diremehkan."
Pertarungan terjadi begitu sengit, kedua pihak tidak ada yang mau mengalah. Kini Chriss lebih unggul, dia bisa menggunakan kekuatan monster Geni dengan stabil karna kekuatan yang Ijima berikan padanya.
Melihat pertarungan itu, tubuh Ijima bergetar hebat ingatannya tentang pertempuran dua kerajaan kembali memenuhi otaknya.
"Tidak, aku harus yakin Chriss bisa memenangkan ini," batinnya terus berharap.
Dengan sekali ayunan, Chriss menebas tubuh raja Kasana hingga terbelah menjadi dua. Seketika tubuh raja kegelapan itu jatuh ke lantai dengan darah dimana-mana, Chriss mengusap darah yang mengenai pipinya dengan ibu jari sambil tersenyum puas.
Bukannya meratapi ajal yang akan segera menjemput malah raja Kasana tertawa, "Hahaha...aku mengakui kekuatanmu Chriss, sangat hebat. Kali ini aku gagal tapi akan kupastikan suatu saat nanti, digenerasi berikutnya keturunanku dan keturunanmu akan menjalin kasih bersama—"
Lelah mendengar ocehan raja Kasana, Chriss menusuk mulut lelaki itu menggunakan pedangnya sebelum ia menyelesaikan ucapannya.
"Cerewet sekali," cibir Chriss, perlahan-lahan tubuh raja itu hilang. Aura mereka juga mulai menghilang sehingga penghuni kerajaan itu bisa menggerakan badan lagi.
Tentu saja istri-istri raja meratapi kepergian suami mereka, namun Chriss tak menghiraukan hal itu, ia menggendong Ijima ala bridal style kemudian mengajak kedua pemburu itu pulang. Kali ini mereka mengendarai awan milik Awldo.
Selama perjalanan Awldo memperhatikan Chriss duduk sambil mengobati Ijima yang tertidur dengan nyaman didekapannya.
Anya yang melihat hal itu meremas lengan kiri Awldo sebagai peringatan untuk memalingkan pandangannya karna ia tau pemburu itu menyukai Ijima, jika dia terus memperhatikannya rasa untuk mengambil Ijima dari Chriss akan semakin besar.
__ADS_1
"Jangan teruskan jika kau tak ingin membuat luka," ucap Anya melewati telepati yang ia kirimkan pada Awldo.