Dewi Dan Pangeran Terkutuk

Dewi Dan Pangeran Terkutuk
21. Lahirnya Putra Mahkota


__ADS_3

Setelah penculikan itu, Chriss jadi lebih memperhatikan Ijima, ia juga sudah membelikan gelang baru sebagai ganti gelang yang dirusak oleh raja Kasana.


Walaupun Ijima mengetahui kegiatan yang dilakukan Chriss dan Maki waktu itu dia lebih memilih tak membahasnya, Ijima sudah melupakan hal itu, baginya Chriss yang sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya.


Bulan demi bulan sudah berlalu, tak terasa pewaris kerajaan Neoma sudah lahir, Ijima tersenyum saat bayinya diletakkan disebelah badannya. Ia melahirkan anak itu tepat pada malam hari, Chriss setia mendampinginya selama proses persalinan.


"Dia mirip denganmu," ucap Chriss yang duduk disebelah ranjang Ijima.


Ijima setuju dengan hal itu, hati Ijima sangat senang setiap melihat anaknya.


"Apa nama yang akan kalian berikan padanya?" tanya Raja Kodama yang turut senang memiliki seorang cucu.


Ijima maupun Chriss termenung, bingung akan memberikan nama apa untuk anaknya.


"Jika aku boleh ikut campur, nama Achlys cocok untuknya, dia lahir pada malam hari dan cuaca hari ini tak terlalu cerah," ucap Sam.


"Apa arti dari nama itu, kak?"


"Kegelapan," balas Sam.


Ijima kembali berpikir, apa yang dikatakan Sam benar, dia lahir pada malam hari dan cuaca hari ini tak terlalu cerah juga keadaan Chriss dan Ijima yang masih terjerat pernikahan tanpa rasa.


"Aku setuju, bagaimana denganmu, Chriss?" tanya Ijima meminta pendapat.


"Jika kau setuju aku bisa apa? Baiklah, Achlys Chriss akan menjadi pemimpin Neoma selanjutnya," ucap Chriss sambil mengelus pipi anaknya dengan jari telunjuk. Sesayang itu ia dengan putranya tapi dia juga sedih karna hubungannya dengan Ijima akan segera berakhir.


Mereka berdua masih sama-sama tak mau mengutarakan perasaan, mereka masih bingung dengan rasa yang muncul dalam waktu singkat. Yang bisa mereka lakukan saat ini hanya menikmati waktu bersama sampai penurunan tahta Ijima sebagai ratu Neoma.

__ADS_1


👑


Sudah seminggu ini Chriss berada diruang baca, ia hanya menemui Ijima dan Achlys pada malam hari saat mereka tidur. Perasaannya tak tenang ketika bertatapan langsung dengan Ijima.


"Ini sudah hari ketujuh kamu disini, Chriss. Apa yang kau pikirkan?" tanya Sam, ia selalu menemani adiknya diruangan itu, bahkan sesekali ia berjaga kala Chriss tertidur dikursi baca.


Chriss menutup buku yang ia baca, ia menempelkan jidatnya pada rak yang terbuat dari kayu itu.


"Aku berpikir kata yang bagus untuk menjadi alasan ketika para rakyat bertanya kenapa Ijima turun tahta."


Sam melempar pandangan kearah adiknya, "Jadi kau serius ingin menurunkan Ijima dari singgasana ratu?"


"Ya, perjanjian kita hanya sampai pewaris tahta lahir dan setelah itu kursi ratu akan diduduki oleh Maki," ucap Chriss tanpa semangat sedikit pun.


Rahang Sam mengeras, "Kenapa kau tak mau sadar akan perasaan cinta itu? Kau sudah melupakan Maki dari jauh hari dan menggantinya dengan Ijima. Kenapa hubungan kalian harus berakhir?"


Akhirnya Sam bungkam, karna dia tau perjanjian apa yang dibuat ayahnya dengan adik iparnya. Padahal jika Chriss mau, Sam akan membungkam mulut siapa saja yang mengetahui Chriss lah yang membunuh saudaranya sendiri tapi sepertinya lelaki itu sudah pasrah dengan keadaan.


Chriss memalingkan wajahnya kearah jendela yang menampakan banyaknya bintang, "Tuhan, aku tak ingin berpisah dengannya."


Pagi harinya, Ijima menggendong Achlys sambil duduk ditaman, merasakan hangatnya matahari pagi.


Setelah kabar kelahiran putranya tersebar, Ijima mendapatkan banyak hadiah sebagai ucapan selamat, saking banyaknya ia meminta para dayang untuk membukanya.


Dilihatnya wajah Achlys yang menenangkan, "Padahal ibunda akan meninggalkan ayahanda tapi kenapa kamu malah mirip denganku, Achlys?"


Karna gemas, Ijima tak bisa menahan dirinya untuk mencium anaknya.

__ADS_1


Tiba-tiba raja Kodama datang, begitu menyadari Ijima menyerahkan Achlys pada dayang Annie, ia meminta dayang itu untuk membawa anaknya ke kamar.


"Salam, ayah," sapa Ijima.


Raja Kodama mengangguk lalu duduk disebelah Ijima, "Kau tak lupa perjanjiannya, bukan?"


"Ya, aku tidak lupa. Aku akan membebaskan Chriss dari monster itu dan meninggalkan kerajaan ini," ucap Ijima yang sudah tau jika raja Kodama akan membicarakan hal ini.


"Kau yakin akan meninggalkan Chriss dan Achlys?" tanya raja Kodama memastikan.


Ijima tersenyum getir, " Dari awal pernikahan kami hambar dan kami bertahan sampai saat ini karna perjanjikan keturunan itu, dan sekarang aku sudah memenuhi salah satunya, tinggal monster itu kemudian selesai."


Pria itu mengerti, sudah cukup dirinya egois pada Ijima. Sekarang keputusan perpisahan hanya Chriss dan Ijima yang menentukan.


👑


Awldo menaruh bunga lili diatas batu nisan yang terukir nama Shwan, lelaki itu kemudian berlutut.


"Anak itu sudah lahir, seharusnya bukan keturunan Chriss melainkan keturunan anda. Sungguh aku tidak terima, aku tidak terima nona dikekang ditempat itu." Awldo tertunduk, ia merasa gagal menjalani tugasnya untuk melindungi Ijima.


Awldo jadi teringat saat Shwan memberikannya perintah sebelum perang berlangsung.


"Aku punya firasat buruk, Awldo. Jaga Ijima jangan sampai ada tangan jahat menyentuhnya," ucap Shwan yang sedang menggunakan zirah serta mengikat ikat kepala berwarna biru dengan batu emerald ditengahnya.


Awldo membungkukan badan tanda menerima permintaan Shwan, "Saya yakin anda bisa mengalahkannya."


"Terima kasih sudah mempercayaiku, ini pertempuran berbeda, yang menjadi lawanku sekarang adalah sepupuku sendiri jadi jika aku gugur, lindungi Ijima dengan nyawamu sekali pun."

__ADS_1


Dan apa yang Shwan rasakan terjadi, ia gugur mengakibatkan luka mendalam bagi kekasih serta kerajaannya sendiri.


__ADS_2