
Anya melangkah masuk ke ruangan yang terdapat dinding pelindung.
Manik mata gadis itu menatap seorang wanita yang tengah duduk didepan jendela.
"Anya?" panggil wanita itu sambil mengalihkan pandangannya kearah Anya.
Lengkung bibir tercetak dibibirnya yang pucat, "Kau datang? Bagaimana keadaan Alchys.
Anya menarik satu kursi lalu mendudukinya tepat didepan pelindung sihir yang mengelilingi wanita itu.
"Seperti biasa dia baik, aku sempat melihat Alchys seminggu yang lalu. Putramu sangat hebat, Ijima, dia bisa mengalahkan anak petinggi lain di area pertarungan."
Ijima Ryoika. Ya, wanita itu Ijima, ia sengaja tinggal di dalam hutan keramat agar para manusia tidak bisa menemukannya, Ijima hanya memberikan izin Anya untuk menemuinya.
Tubuh Ijima semakin kurus, banyak bercak hitam ditubuhnya serta rambutnya yang awalnya putih bersih menjadi abu-abu. Monster itulah yang menjadi penyebab berubahan itu.
"Chriss pasti mendidiknya dengan baik, aku merindukan putraku," ucap Ijima.
"Kau tinggal menemuinya, Ijima," balas Anya sambil melepas jubahnya karna gerah.
Ijima menggeleng, "Aku tidak bisa kembali kesana lagi, Anya. Bukankah disana sudah ada ratu baru?"
Anya tertawa, mengingat ia belum menceritakan pada wanita itu jika Chriss masih sendiri sekarang.
"Ijima, dengarkan aku. Apa kau pikir setelah dirimu pergi dari kerajaan itu, dia menikahi cinta pertamanya?"
"Seharusnya begitu, dia mengatakannya waktu itu, Anya."
Anya menggeleng, "Tidak, dia hancur tanpamu Ijima. Kau tau dia mencarimu sampai Asteria."
__ADS_1
"Jangan mengarang cerita demi menghiburku, Maki pasti sudah menduduki singgasana ratu."
"Untuk apa aku berbohong? Maki memang akan menduduki singgasana ratu, tapi itu di Helios bukan di Neoma."
Ijima menyatukan alis tidak mengerti, "Apa kakak Sam menjadi raja Neoma sekarang?"
"Jika tidak ada dinding ini aku ingin memukulmu, Ijima. Maki akan menikah dengan Tuan Sam!"
Bola mata Ijima membesar, "Be-benarkah?"
"Ya, sesuai yang kukatakan, Chriss masih sendiri, dia lebih sering menghadiri pesta dan pertemuan hanya untuk mencari keberadaanmu, pikirkan lagi kata-kataku, Ijima. Chriss ingin kau kembali padanya."
👑
Awldo menghampiri Anya yang baru saja keluar dari portal, mereka berdua kini mulai dekat. Awldo meninggalkan urusan kerajaannya demi menemani gadis itu menemui Ijima.
"Bagaiman keadaan Nona?" tanya Awldo begitu mata mereka bertemu.
"Nona memang keras kepala, padahal dia bisa mengorbankan satu manusia, tapi Nona tidak melakukan itu, Nona lebih memilih terluka daripada memenuhi impiannya," ucap Awldo.
Mereka berjalan beriringan keluar dari hutan keramat, hening menyelimuti keduanya. Sebenarnya Awldo dan Anya memiliki perasaan yang sama, namun mereka juga memiliki harga diri tinggi yang membuat keduanya enggan mengungkapkan perasaan dan memilih diam. Mereka lebih suka menghargai momen-momen kebersamaan seperti ini.
"Bukankah itu Alchlys?" Awldo menunjuk seorang lelaki kecil yang berusaha membelah kerumunan penjual batu-batu hias.
"Apa yang dilakukan anak itu? Tidak biasanya dia pergi tanpa pengawal," balas Anya.
Kedua pemburu itu saling bertatapan, "Apa jangan-jangan dia melarikan diri?"
Mereka bergegas menghampiri Alchys, menyingkirkan tangan yang mencengkram lengan bocah itu karna membelah antrian.
__ADS_1
Awldo dan Anya membawa Alchys menjauh dari kerumunan pembeli itu.
"Apa yang anda lakukan disini, pangeran?" tanya Anya.
Alchys mendengus, "Anda selalu bisa mengenali saya."
Oh, lihatlah betapa menggemaskan putra Ijima ini, bagaimana Anya tidak menyadari Alchyls, fisik bocah itu saja mirip dengan temannya.
"Anda belum menjawab pertanyaanku," ucap Anya.
"Aku hanya mencari sebuah batu mulia."
Awldo memandang heran, "Untuk apa? Bukankah anda bisa mengutus bawahan Yang Mulia?"
"Jika aku melakukan hal itu, barang yang aku inginkan tidak lagi berharga, Raja Awldo."
"Memangnya untuk apa, pangeran?" tanya Anya.
"Ibunda, aku baru melihat lukisan wajah ibunda tadi, sangat cantik. Aku ingin membeli sebuah batu yang mirip dengan warna manik matanya."
"Ibundamu?"
"Ayolah, anda itu teman baik ibunda, anda pasti tau jika aku anak dari Ijima Ryoika, Nona Anya."
Alchyls tau hal itu karna ia selalu membuntuti kemana Chriss pergi, Chriss selalu memohon kepada Anya untuk memberitaukan dimana Ijima berada. Tentu Anya menolak mengatakannya karna dirinya sudah berjanji pada Ijima.
Anya mengangguk, "Itu benar."
"Padahal anda bisa langsung membawa ibunda ke kerajaan Neoma, kenapa anda tidak melakukannya? Ayahanda bahkan menurunkan harga dirinya untuk bersujud padamu," kesal Alchlys, Anya tidak membalas perkataan itu karna Alchlys tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Awldo melihat tiga orang prajurit berjalan menghampiri mereka, "Sepertinya anda harus kembali, Pangeran. Ayahandamu sudah mengirim pasukannya."
Alchlys menghela nafas kecewa, ia menunda pencarian batu itu dan memilih kembali kekerajaan, Alchlys tidak mau Chriss turun tangan hanya untuk memaksanya pulang.