Dewi Dan Pangeran Terkutuk

Dewi Dan Pangeran Terkutuk
06. Misi Kota Lantara (2)


__ADS_3

Gesekan dua senjata terjadi, mereka bertiga saling membelakangi, Ijima berusaha mengalahkan gerombolan orang tadi.


Mungkin karna kekuatannya yang belum seberapa membuat senjatanya dengan mudah disingkirkan oleh musuh, menyadari Ijima tak memegang senjata Awldo langsung mendekap Ijima sedangkan Tsukasa mengeluarkan satu pedang lagi.


"Ck, kekuatan mereka setara dengan para raja," keluh Tsukasa, dual sword merupakan andalannya.


"Maka dari itu banyak yang gagal," balas Awldo yang terus menyerang musuh dengan Ijima yang masih didekapnya.


Separuh pasukan sudah mereka kalahkan, ternyata benar kekuatan orang-orang itu tak bisa dipandang sebelah mata. Awldo yang merupakan pemburu kelas atas saja kewalahan.


"Izinkan aku membantu," pinta Ijima yang mendapat tatapan tajam dari Tsukasa serta Awldo.


"Tanpa senjata? Yang benar saja," cibir Tsukasa.


Ijima menjauhkan tubuhnya dari Awldo, "Aku bisa sihir! Shwan dulu mengajariku sihir penjebak."


Gadis itu menghirup nafas sejenak lalu ia menjentikan jari telunjuk dan ibu jari disertai hentakan lembut kaki kanan Ijima.


Dari bawah tanah yang dipijak para penjahat itu bergetar, dalam sekejap rantai-rantai emas menjerat tubuh mereka, mereka berusaha memberontak namun sayang sekali, semakin mereka bergerak maka tenaga mereka diserap oleh rantai-rantai itu.


Dalam waktu sepuluh menit mereka sudah tergeletak tak berdaya, Awldo diam-diam menyunting senyum dari balik topengnya sedangkan Tsukasa menatap tak percaya.


"Menakjubkan," puji Tsukasa memberikan tepuk tangan singkat.


Ijima tersenyum malu, karna merasa sudah mengalahkan semua penjahat itu mereka memutuskan pergi menuju portal.


Begitu mereka bertiga sudah masuk ke dalam portal, sebuah kota megah terpampang jelas di depan mata.


"J-jadi mereka membangun kembali kota Lantara di dunia lain," simpul Ijima.


Para penduduk yang awalnya tenang menjadi waspada akan kedatangan orang asing.


"Siapa kamu?" tanya salah satu penduduk.


Awldo membungkukan sedikit badanya, "Kami berasal dari akademi sihir di Horizon, kedatangan kami kesini ingin bertemu dengan para petinggi kota Lantara."

__ADS_1


Bisik-bisik penduduk mulai terdengar.


"Sulit dipercaya ada yang bisa masuk kesini."


"Mereka bukan orang biasa."


"Sepertinya mereka bangsawan."


Dan masih banyak lagi. Penduduk yang menanyai tadi membawa ketiga orang itu kesebuah bangunan mewah.


"Kalian bisa masuk, ketiga petinggi kota Lantara ada di dalam," ucapnya setelah berbisik pada salah satu penjaga.


Awldo melangkah terlebih dahulu diikuti oleh Ijima dan Tsukasa di belakang, Ijima melihat sekeliling. Ukiran dan ornamen bangunan ini sangat indah.


"Perhatikan langkahmu, Nona," peringat Tsukasa.


"Baiklah, maafkan aku."


Langkah ketiganya berhenti di depan pintu kembar berwarna perak, tanpa banyak basa-basi Awldo mendorong pintu itu.


"Apa yang membuat kalian datang kemari?" tanya salah satu petinggi yang memakai jubah hitam.


"Kami mencari emblem rusa," jawab Awldo apa adanya.


Tiga petinggi kota itu tertawa, Awldo heran kenapa mereka tertawa padahal ia tidak melucu," Kalian tau bahwa emblem itu harta kota kami, jadi mana mungkin kami memberikannya pada kalian."


"Kami sudah mengalahkan penjahat yang menjaga portal kota Lantara," ucap Tsukasa.


Petinggi yang memakai jubah biru mengetuk jari telunjuknya dikaki kanan, "Ya, kami tau. Tapi emblem rusa adalah aset berharga kota kami, jika kalian mengingkanya, apa yang bisa kalian tukar dengan emblem itu?"


Ijima angkat tangan sambil mengacungkan gelang pemberian Shwan, "Aku bisa memberikan barang ini kepada kalian, barang ini juga tak kalah penting dengan emblem rusa."


Petinggi berjubah hitam tertawa, "Anda bercanda? Gelang itu tak ada istimewanya bagi kami."


Awldo mengeluarkan sebuah koin dari balik sakunya, "Bagaimana jika aku menukarnya dengan koin pemburu? Koin ini juga sama mahalnya dengan emblem rusa, hanya ada dua pemburu yang memiliki koin ini."

__ADS_1


Petinggi berjubah hitam, biru dan putih sedang berdiskusi karna dilihat dari bentuknya koin pemburu tampak menarik perhatian.


Ijima maupun Tsukasa menatap tajam kearah Awldo, pasalnya koin itu sangat penting bagi lelaki itu, koin itu sebagai identitas bahwa ia adalah pemburu kelas atas.


"Jangan menatap menghakimi seperti itu," bisik Awldo tanpa menoleh.


"Itu sangat penting untukmu, Awldo, simpan itu. Aku akan menukarnya dengan stempel kerajaan," cegah Ijima lalu menghampiri tiga petinggi kota Lantara.


Belum sampai Ijima menyerahkan stempel kerajaan Asteria, Awldo sudah lebih dulu menarik lengan Ijima hingga empat mata itu terkunci.


"Aku akan menjadi raja jadi aku tidak butuh koin ini lagi, jadi jangan lakukan apapun, nona." Awldo menyuruh gadis itu berdiri di sebelah Tsukasa.


Tiga petinggi itu sudah selesai berdiskusi, "Baiklah, kami akan menukar emblem rusa dengan koin pemburu milikmu."


Dengan hati yang mantab Awldo melangkah menuju meja tempat tiga orang itu berada. Setelah menyerahkan koin peraknya Awldo langsung mengambil emblem rusa dengan gerakan kilat sehingga membuat tiga petinggi kesal.


"Serakah adalah sifat manusia yang sulit dihilangkan," ucap Awldo meremehkan orang itu, ia sudah tau dari gerakan mata mereka.


Karna sudah mendapatkan barang yang mereka cari, Awldo mengajak Ijima dan Tsukasa pergi dari tempat itu.


Orang berjubah hitam tersenyum sembari menopang dagunya ditangan kiri, "Menarik, pulanglah jika kalian bisa."


Awldo maupun temannya tidak menoleh karna mereka pikir itu hanya sebuah ungkapan kesal.


"Awldo, apa tidak apa koinmu diberikan pada mereka? Karna koin itu hanya kamu dan Anya saja yang punya." Ijima merasa tidak enak karna ia tak melakukan apapun.


Awldo mengelus puncak kepala Ijima lembut, "Aku tidak terlalu memikirkannya, nona sangat ceroboh, stempel kerajaan tidak boleh diberikan pada siapapun." Setelah berkata seperti itu ia menarik tangan kanan Ijima lembut, menyusul Tsukasa yang sudah berada didepan portal.


Tiba-tiba mereka ditodong berbagai senjata begitu keluar dari portal. Awldo mengerti sekarang apa yang orang itu ucapkan.


Tsukasa dan Awldo menyiapkan senjatanya, sedangkan Ijima berada di belakang kedua pria itu, ia siap meluncurkan sihirnya jika Awldo sudah memberi aba-aba.


"Ternyata begini permainan kota Lantara, jika mereka berhasil masuk maka mereka tak bisa keluar, tapi kali ini akan aku pastikan kami orang pertama yang keluar dengan emblem rusa sebagai hasilnya."


 

__ADS_1


__ADS_2