Dewi Dan Pangeran Terkutuk

Dewi Dan Pangeran Terkutuk
24. Lukisan


__ADS_3

Sudah tahun demi tahun Chriss lewati tanpa kehadiran Ijima, ia mengurus putranya seorang diri. Namun, sifat bengis Chriss kembali muncul, ia selalu membentak, memukul dan melukai Alchlys ketika Chriss menatap dua bola mata anaknya.


Bayangan Ijima selalu menghantuinya, setelah penurunan tahta waktu itu, dalam jangka waktu dua hari Chriss mengunjungi kerajaan Asteria dengan tujuan membawa Ijima kembali. Sesampainya disana ia tidak menemukan Ijima, Raja Oda bilang wanita itu pergi mengasingkan diri tanpa memberitau kemana ia akan pergi.


Hal itu membuatnya semakin frustasi, ia membutuhkan Ijima, saking kesalnya karna tidak bisa menemukan keturunan dewi itu, Chriss melampiaskan amarahnya pada Alchlys. Chriss takut menyakiti anaknya lebih jauh sehingga dia memilih menjauhkan diri dari bocah kecil yang kini usianya sudah menginjak sepuluh tahun.


Tangan kanan Alchlys mengalami cedera akibat menantang ayahnya sendiri, Alchlys tidak bisa menggunakan seni perang lagi sehingga dirinya lebih memperkuat ilmu sihirnya.


"Paman, ayahanda belum mau menemuiku?" tanya bocah kecil berambut perak pada Sam yang tengah selesai menulis surat.


Sam menghentikan kegiatannya, pandangannya kini fokus kearah Alchlys dengan luka dipipinya, luka itu ulah Chriss dua hari lalu.


Sam beranjak dari kursi kerjanya lalu berlutut menyamai tinggi keponakannya, "Saat ini belum, kau ingin dekat dengan ayahandamu?"


"Tentu saja!" jawab Alchlys antusias.


"Jadilah kuat, buatlah Chriss mengakui kekuatanmu."


Alchlys kecil tampak mendengus, "Aku letih berlatih, Paman. Aku tidak tau kenapa ayahanda selalu melukaiku ketika aku bertanya tentang ibunda."


"Kau menanyakannya lagi?"


"Ya! Aku iri pada teman-teman akademiku yang selalu saja menceritakan tentang ibunya, aku juga ingin seperti mereka," keluh Alchlys.


Sam mengerti, Chriss memang sensitive jika menyangkut tentang Ijima, Sam mengambil sebuah kunci dari lokernya.


"Ikuti paman."

__ADS_1


Bak anak bebek yang mengikuti induknya, Alchlys mengekor kemana Sam pergi, mereka berdua berhenti di depan pintu besar. Alchlys selalu penasaran ada apa dibalik pintu itu sehingga ayahandanya tidak memperbolehkan siapapun memasukinya.


"Sstt—ini rahasia kita berdua."


Begitu pintu terbuka, Alchlys terpana melihat banyaknya lukisan cantik didalam sana, mata lelaki itu terkunci pada sebuah lukisan yang paling besar. Ada seorang wanita yang tengah memeluk perutnya.


"Paman, dia siapa? Kenapa mirip sekali denganku?" tanya Alchlys tanpa memalingkan pandangannya. Iris moonstone wanita itu telah memikatnya.


Sam mendekati keponakannya lalu mengelus rambut silver Alchlys, "Menurutmu?"


"Paman, ini bukan waktunya bermain tebak-tebakan," keluh Archlys memanyunkan bibirnya yang tentu saja mengundang gelak tawa pamannya.


"Ibundamu, dia adalah Ijima Ryoika."


Alchlys menatap pamannya seolah tidak percaya, "Dia ibunda?"


"Ya, wanita yang membuat ayahandamu tergila-gila."


Sam menggeleng tidak tau, "Dia menghilang seperti ditelan bumi, Chriss sudah berusaha mencarinya tetapi hasilnya nihil."


"Apa ibunda tidak mencintai ayahanda? Sehingga dia pergi meninggalkan kerajaan tanpa membawaku?" tanya Alchlys dengan tatapan sendu.


"Biar kuberitau sebuah rahasia, Ijima dan Chriss menikah karna perjodohan yang dilakukan Raja Oda dan Raja Kodama, mereka awalnya tidak mencintai satu sama lain, setelah kau lahir perasaan itu berubah. Ijima meninggalkan Chriss dan dirimu karna harus menepati janji dengan seseorang."


"Kenapa ibunda harus pergi? Tidak taukah disini ayahanda kacau tanpanya."


"Tidak, karna waktu itu Ijima yakin Chriss bisa memulai hidup dengan wanita pilihannya."

__ADS_1


👑


Sam memasuki ruang kerja Chriss untuk memeriksa keadaan adiknya, seperti biasa iris mata Chriss yang tampak lelah serta kantung mata yang semakin menghitam. Semenjak kejadian itu jam tidur Chriss menjadi kacau.


"Istirahatlah sebentar, tubuhmu butuh jeda, Chriss," nasehat Sam yang tidak terhitung lagi berapa kali ia mengatakan itu. Seperti biasa Chriss tak mengindahkan ucapannya.


"Aku bisa istirahat jika Ijima kembali padaku," balas Chriss.


Sam bersandar pada tembok yang tidak jauh dari Chriss, "Sampai kapan kau seperti itu? Carilah wanita lain. Alchlys memerlukan sosok ibu."


Chriss menatap Sam dengan tajam bak elang yang siap menerkam mangsanya, "Kakak mengatakan itu karna sekarang kau sudah mendapatkan pasangan. Maki Nura, kau menjalin hubungan dengannya kan?"


Anak sulung Raja Kodama itu tampak gelagapan, "Kau tau darimana hal itu?"


Chriss menampakan smriknya, "Itu mudah, kakak selalu bertukar surat dengan wanita Helios itu, tidak jarang aku melihat para pengantar surat di gerbang kerajaan dan juga kakak bertemu diam-diam dengannya tanpa sepengetahuanku."


Sam tidak menyangka Chriss mengetahuinya begitu cepat, "Aku berniat menikahinya, apa kau tidak apa?"


"Aku sudah tidak mencintainya, dengan siapa kau menikah itu bukan urusanku."


👑


Chriss memasuki kamarnya, ia ingin mendinginkan pikirannya, pria itu menghadap kearah cermin tanpa pakaian atasnya, Chriss heran kenapa ada tanda sihir didadanya. Ia juga tidak bisa lagi berkomunikasi dengan Monster Geni.


"Kemana perginya monster mengerikan itu, apa dia sudah menemukan wadah yang baru?" monolog Chriss.


Tubuhnya juga tidak merasakan sakit seperti sebelumnya, pandangan Chriss beralih pada kotak kecil yang terbuat dari anyaman.

__ADS_1


Dibukanya kotak itu, terdapat boneka biji teratai yang sedikit hancur. Saat peledak itu mendarat, Chriss menyembunyikan boneka tersebut ke dalam jubahnya, beruntung para dayang tidak membuangnya sehingga Chriss bisa mengenang wanita pujaannya.


"Sampai kapan kau terus bersembunyi? Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk memaksamu kembali padaku," ucap Chriss mengeratkan pegangannya pada kotak tersebut.


__ADS_2