
Chriss tampak jengah melihat tumpukan kertas undangan yang berada dihadapannya. Sebelum Ijima pergi, Chriss hanya menghadiri beberapa undangan saja, dan kini ia menghadiri semua undangannya demi mencari keberadaan pujaan hati.
Chriss beranjak dari kursi kerjanya, ia mengistirahatkan sejenak pikirannya sebelum pergi ke pesta besok malam.
"Pergi! Jangan mengikutiku, aku tidak akan lari," ucap seseorang, dari nada bicaranya dia tampak kesal.
"Tapi pangeran, kami hanya menjalankan perintah Yang Mulia."
Chriss berpapasan dengan Alchyls yang tengah dijaga ketat oleh prajurit utusannya, begitu mata mereka bertemu, bocah umur sepuluh tahun itu langsung menunduk, mengingat Chriss selalu membentaknya begitu melihat mata blue sky miliknya.
"Salam, Yang Mulia," ucap para prajurit sambil menundukkan kepala.
"Terima kasih sudah membawa putraku kembali, sisanya biar aku yang menangani, kalian boleh pergi," ucap Chriss yang langsung di laksanakan oleh mereka.
Pandangan Chriss beralih ke Alchyls yang masih menundukan kepala dengan kedua tangan yang terkepal disebelah badan.
"Apa yang kau lakukan? Bukankah ayahanda sudah bilang jangan pergi tanpa pengawal," ucap Chriss sedikit meninggikan nada bicara.
"A-aku hanya b-bosan, ayahanda," balas Alchyls dengan nyali menciut.
"Jika kau ingin berpergian katakan saja, aku bisa meminta kak Sam untuk menemanimu," ucap Chriss.
"Paman sedang pergi menemui seorang gadis! Aku tidak mau mengganggunya," balas Alchyls.
Chriss menghela nafas, bahkan Sam tidak meminta izin padanya untuk menemui Maki. Ia kembali menatap putranya yang enggan memandang ayahnya itu.
__ADS_1
Chriss mengusap puncak kepala Alchyls, "Jangan ulangi lagi, kau adalah penerus kerajaan ini. Patuhi peraturannya." Chriss melangkah pergi meninggalkan Alchyls yang diam membeku.
Senyum dibibirnya tercetak, ia mengusap puncak kepala yang tadi diusap sang ayah. Alangkah senangnya bocah itu jika Chriss melakukannya setiap hari.
👑
Bukan Alchyls namanya jika menaati peraturan, ia kembali pergi diam-diam dengan tudung hitam kebesaran. Ia pergi kepasar untuk melihat-lihat batu yang terpampang dihadapannya.
Karna tubuhnya yang tak terlalu tinggi, Alchyls berjinjit agar dapat melihat lebih jelas.
"Ini batu apa?" tanya Alchyls saat melihat batu mulia berwarna biru.
Penjual itu memberikan nya pada Alchyls agar bocah itu bisa melihat detail batu tersebut.
"Ini batu safir," jawabnya.
"Aquamarine, sangat indah bukan?"
Alchlys mengangguk, "Keduanya bagus, menurutmu mana yang bagus untuk hadiah?"
Penjual itu menunjuk batu Aquamarine, "Batu ini cukup sulit dicari dikota Neoma, kurasa bagus untuk hadiah."
"Aku mau ini," putus Alchyls setelah memberikan sekantung penuh koin emas pada penjual, sang penjual cukup terkejut. Bagaimana bisa bocah berumur sepuluh tahun membawa uang sebanyak ini.
Sambil menunggu penjual itu membungkus pesanannya, Alchyls terus memandangi batu mulia yang lain. Sampai seorang wanita dengan kain transparan menutupi wajahnya datang. Wanita itu menarik perhatian Alchyls karna tubuhnya penuh luka, seperti terbakar.
__ADS_1
Merasa diperhatikan wanita itu menoleh sambil tersenyum,"Apa ada yang salah?"
Alchyls terlihat gugup, "Ma-maafkan aku jika perlakuanku membuatmu tidak nyaman."
"Tak apa," balasnya.
Sorot mata Alchyls tak lepas bahkan sampai wanita itu mengambil batu kemilau warna biru pucat.
"Itu batu apa?" tanya Alchyls penasaran.
"Benitoite, namanya indah bukan? Batu ini mahal karna langka aku tidak menyangka menemukannya disini."
"Memangnya untuk siapa batu itu?"
"Hadiah."
Alchyls mengakui jika batu itu cantik, tiba-tiba wanita itu memberikan batu tersebut pada Alchyls.
"Untukmu," ucapnya.
"Ta-tapi—"
"Ambillah, kupikir kau menyukainya." Wanita itu meletakkan benitoite pada telapak tangan Alchyls. Bersamaan dengan itu sang penjual datang dan menyerahkan pesanan Alchyls yang dibungkus indah.
Wanita itu menyuruh pelayannya untuk membayar batu tersebut lalu pergi. Putra mahkota Neoma itupun terpaku melihat batu langka yang ada di telapak tangannya.
__ADS_1
Sedangkan wanita itu tersenyum cerah, "Apa kamu melihatnya dayang Annie? Dia putraku."