Dewi Dan Pangeran Terkutuk

Dewi Dan Pangeran Terkutuk
13. Bertengkar


__ADS_3

Tiga minggu kemudian, Chriss mendapatkan kabar dari para tabib bahwa Ijima tengah mengandung anaknya.


Lelaki itu langsung meninggalkan pekerjaan begitu saja, perasaan senang memenuhi hatinya, senyum Chriss tercetak selama perjalanan menuju ruang kesehatan.


Ijima tengah tertidur dengan damai, menyadari rajanya datang para pelayan dan prajurit yang berjaga memberi salam hormat.


"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Chriss duduk disebelah Ijima.


"Sangat baik, yang mulia. Ratu saat ini sangat lemah karna ia memuntahkan sarapannya tapi saya sudah memberikan ramuan penambah nafsu makan. Dan juga selamat yang mulia," ucap tabib itu yang dijawab anggukan oleh Chriss.


Tabib tersebut menyuruh para dayang dan prajurit keluar dari ruangan itu, ia ingin memberikan waktu berdua untuk pemimpinnya.


Tanpa sadar Chriss mengusap pipi Ijima lembut, "Aku tidak tau, ini perasaan apa, aku sangat senang Ijima. Terima kasih, Ratuku."


Ratuku.


Chriss tertawa pelan usai memanggil Ijima dengan sebutan itu, sepertinya ia sudah menemukan panggilan yang cocok untuk istrinya.


Kabar hamilnya Ijima tersebar membuat rakyat Neoma girang, Chriss juga mengadakan pesta sebagai bentuk kebahagiaanya.


Saat itu juga Chriss sibuk mengurus persiapan, ia tak mempedulikan penampilan yang berantakan. Raja Kodama yang memperhatikan putra bungsunya sedikit demi sedikit melengkungkan senyumnya,


"Wah, sudah lama aku tidak melihat senyum tulus ayah," tegur seseorang yang sudah dipastikan itu adalah putra sulungnya, Sam Kodama.


"Aku harap mereka saling mencintai sehingga Chriss tak berminat lagi pada gadis itu," ucap Raja Kodama.


"Aku yakin setelah mendengar kabar ini, Maki akan memaki Chriss habis-habisan."


"Anggap saja itu sebagai peringatan," ucap Raja Kodama, Sam sedikit paham akan perilaku ayahnya, memangnya siapa yang tidak mau memiliki menantu keturunan dewi? Hampir semua orang menginginkannya.


Sam kini menjabat sebagai penasehat kerajaan, ia sudah tak lagi menjalankan misi karna dia sudah menyatakan pengunduran diri dari Akademi Sihir.


👑


"Apa yang kalian lakukan? Ini sangat berlebihan," keluh Ijima ketika para dayang mendandaninya. Lihat saja pantulan diri Ijima pada kaca, riasannya seperti pengantin baru.


"Ratu harus cantik malam ini, kami akan membuat semua mata memandang kearah anda," ucap dayang yang bertugas menggelung rambut Ijima.


"Benar, kami akan membuat semua orang tau betapa cantiknya ratu kerajaan Neoma," timpal dayang yang baru saja selesai memoles bibir Ijima.


Ijima tertawa pelan, ia membiarkan para dayang meriasnya, dari kejauhan dayang Annie sedikit terkejut karna kini keturunan dewi itu sedang mengandung anak seorang manusia biasa.


"Ratu, untuk membuat mereka berpisah sepertinya sulit," gumam dayang Annie sedikit putus asa.

__ADS_1


Setelah Ijima siap, para dayang menuntun wanita itu menuju aula kerajaan, ternyata pesta sudah dimulai daritadi dan para tamu sudah berdansa dengan pasangan masing-masing.


Para dayang melepas kedua tautan tangannya dari tangan Ijima begitu melihat rajanya menghampiri sang ratu.


Chriss mengulurkan tangan dengan tujuan mengajak Ijima berdansa.


"A-aku tidak terlalu mahir," bisik Ijima sedikit malu.


Chriss meletakan tangan kiri Ijima pada dada kananya lalu tangan kanan Chriss memeluk pinggang wanita itu.


"Tenang saja, aku bisa menuntunmu," ucap Chriss lalu mereka berdansa, mata biru langit dan merah darah terkunci. Mereka berdua sama-sama menyadari kesempurnaan satu sama lain.


Bisik-bisik tamu mulai terdengar.


"Aku tidak bisa membayangkan betapa sempurnanya keturunan mereka nantinya."


"Benar, mereka pasangan sempurna."


Musik mengalun dengan merdu, langkah beriringan keduanya berhenti ketika musik selesai. Chriss melepaskan tautan tangannya.


"Masa depan Neoma ada ditubuhmu sekarang, jadi jaga dia baik-baik," peringat Chriss.


Ijima mengangguk dengan senyum tulus, sejak berita kehamilannya tadi Chriss tampak sangat peduli dengannya, hal itu membuat Ijima sangat senang.


"Chriss! Apa-apaan ini?!" protes gadis itu tak terima.


Untuk pertama kalinya Chriss tak berminat memandang wajah cantik kekasihnya.


"Kita akhiri saja hubungan ini," ucap Chriss yang sukses membuat Maki geram.


"Kau! Mengingkari janjimu!"


"Aku mencoba mencintai pasanganku, Maki. Dan kita tak usah bertemu lagi, Ijima melarangku untuk menemuimu."


"Tidak! Jangan tinggalkan aku, Chriss!"


Dilain tempat Awldo menemui Ijima di taman kerajaan Neoma, perlahan-lahan Awldo melepas topengnya. Ijima terkejut melihat wajah tampan lelaki itu. Jika seorang pemburu laki-laki melepas topengnya dihadapan seseorang itu berarti orang itu sangat berarti. Mata hitam dengan pinggiran biru dan rambut hitam mampu memaku perhatian Ijima.


"Maafkan aku, Nona. Mungkin ini tindakan kurang ajar tapi aku harus mengutarakannya," ucap Awldo menunjukan senyum tulusnya, sekilas pemburu itu mirip dengan Shwan.


"mengutarakan apa?"


"Aku mencintai, Nona. Maukah anda menjadi ratu dikerajaan Celosia?"

__ADS_1


Ini sebuah lamaran kaku yang Awldo ucapkan, dia tampak serius dengan ucapannya.


"Aku sangat menghargai perasaanmu, tapi aku sedang mengandung anak yang mulia," tolak Ijima, ia berusaha menyusun kata sopan agar tidak menyakiti hati lelaki itu.


"Aku akan menunggu sampai anak itu lahir," ucap Awldo sedikit memaksa.


"Awldo—"


"Ijima adalah ratu kerajaan Neoma, jika ada seseorang yang mencoba mengambilnya itu berarti dia menyatakan perang denganku!"


Suara bariton membuat Awldo maupun Ijima menoleh kesumber suara. Disana berdiri Chriss dengan tatapan penuh amarah dan disampingnya ada Maki yang masih menggelayut manja dilengan Chriss.


"Yang mulia, anda—"


Dengan cepat Chriss menghempas tangan Maki lalu menarik tangan Ijima masuk kedalam kerajaan sebelum wanita itu menyelesaikan bicaranya.


Setelah keduanya sudah sampai di kamar, Chriss menghempas tangan Ijima hingga wanita itu meringis.


"Apa yang kau lakukan dengan lelaki sialan itu?!" bentak Chriss, dia mencengkram kedua bahu Ijima.


"Awldo dan aku hanya membicarakan tentang kerajaan," ucap Ijima berbohong.


Chriss tertawa, " Kau pikir aku bodoh?! Pemburu itu melepas topengnya saat berbicara denganmu tadi, dan dia melamarmu, katakan padaku apa kesepakatan yang aku ucapkan padamu."


"Chriss—"


"Katakan!" paksa Chriss kesal.


"Aku tidak boleh menemui lelaki lain yang tak ada hubungannya dengan kerajaan Neoma," ucap Ijima dengan suara gemetar.


"Kau tau tapi kau tetap melakukannya," sindir Chriss.


"Kamu juga menemui Maki tadi," ucap Ijima ikut menyalahkan diri.


"Aku menemui Maki untuk memutuskan hubungan kami, akan kubunuh lelaki sialan itu!" ucap Chriss membela diri.


"Jangan, jangan lakukan itu, aku tidak mengizinkan kamu membunuh keluarga Shwan." Melihat Ijima memohon seperti itu membuat kekesalan Chriss memuncak. Ia melepas cengkraman itu lalu keluar dari ruangan tersebut.


Ia memerintahkan Sam untuk membubarkan pesta itu karna mood Chriss benar-benar hancur. Sam yang mendapat perintah bergegas melakukannya, walau dia sedikit curiga kenapa Chriss menghentikan pesta secara tiba-tiba.


Padahal baru tadi Sam melihat senyum ceria dari adiknya, namun sekarang ia hanya bisa melihat kekesalan terpancar dari mata merahnya.


"Apa mereka sedang bertengkar?" pikir Sam sambil melangkahkan kaki menuju aula kerajaan.

__ADS_1


__ADS_2