
Chriss menarik tangan keatas setelah menyelesaikan tumpukan laporan yang ada dihadapannya, "Aneh, kenapa tubuhku rasanya ringan sekali?"
Saat bangun tadi, ia tak merasakan sakit seperti biasanya. Karena pekerjaannya sudah selesai, ia keluar dari ruangan itu untuk memeriksa apakah Ijima sudah pulang atau belum, Ijima tadi meminta izin padanya untuk menemui Anya di kota, tentu ia mengizinkannya.
Bruk
Karna tak memperhatikan jalan, Chriss menabrak seseorang dan orang itu adalah istrinya sendiri, dilihat dari senyumannya tampak sangat bahagia.
"Harimu menyenangkan?" tanya Chriss yang membuat Ijima salah tingkah lalu menjauhkan diri kemudian membungkukan sedikit badannya.
"Maafkan aku Yang Mulia."
Chriss diam-diam menyunting smrik kemudian memegang dada bidangnya, "Hm, rasanya sakit ditabrak seperti itu."
Wanita itu langsung panik, "Aku akan memanggil tabib!"
Ketika Ijima hendak pergi, Chriss menarik lengannya hingga kembali menabrak dada bidang lelaki itu.
"Aku tidak memerlukannya, bagaimana jika kau menemaniku bersantai saat ini?" tawar Chriss yang membuat Ijima mengangguk setuju, toh ia juga merasa bersalah karna menabrak Chriss tadi.
...👑...
Mata Ijima berbinar melihat tempat yang dibuat Chriss dengan sihirnya, mereka mengadakan acara minum teh berdua ditengah danau. Banyak sekali bunga-bunga yang mempercantik tempat itu.
"Ini indah sekali," puji Ijima.
__ADS_1
Mereka berdua menikmati teh sambil bercerita, seolah tidak ada beban yang mereka pikul.
"Aku salah menilaimu, Ijima. Kupikir kau perempuan lemah yang kebetulan lahir dari seorang dewi tapi kenyataan menamparku saat itu, kekuatanmu jauh melebihiku," ucap Chriss menunjukkan secara terang-terangan jika dirinya mengakui kekuatan sang istri.
Merasa senang karna dipuji membuat kedua pipi Ijima memerah, "Kau juga hebat."
Keduanya kembali diam seperti sedang bergulat dengan pikiran sendiri.
"Jika boleh tau, kapan penurunan ku menjadi ratu dilaksanakan?"
Chriss memutar tehnya arah jarum jam pandangannya berubah masam, "Aku belum memikirkannya."
"Kita harus secepatnya melakukan itu," ucap Ijima setelah meminum teh hijaunya.
"Kenapa kau begitu terburu-buru? Achlys masih membutuhkanmu."
Rahang Chriss mengeras, ingin sekali ia mengatakan bahwa yang dirinya inginkan sekarang bukanlah Maki melainkan Ijima. Chriss sudah jatuh cinta pada mantan kekasih saudaranya.
"Baik, aku akan secepatnya melakukan rapat dengan para petinggi Neoma," putus Chriss dengan hati yang tidak mantap.
Deg
Tiba-tiba Ijima merasakan sakit pada jantungnya, ia yakin monster itu masih memberontak dan ingin kembali ke tubuh Chriss, melihat gelagat sang istri yang mencurigakan membuat Chriss mengeryitkan alis.
"Kau kenapa?" tanya Chriss.
__ADS_1
Ijima tersenyum canggung lalu mengibaskan telapak tangan kanannya, "Aku tidak apa-apa, mungkin aku kelelahan."
Lelaki itu menghela nafas perlahan, "Seharusnya kau menuruti perkataanku," omel Chriss, ia kesal saat Ijima menolak menggunakan kereta kuda dan memilih berjalan kaki, wanita itu kira dia bisa seperti pemburu.
"Aku menghargai Anya, dia tidak suka naik kereta kuda."
"Jadi kau lebih memikirkan pemburu itu daripada kesehatanmu?" tanya Chriss semakin kesal, "Kembali ke kamar dan istirahatlah."
"Tapi bagaimana acara minum teh ini? Kamu sudah menyiapkannya susah payah," tolak Ijima tidak enak.
Chriss menutup matanya sejenak lalu membukanya lagi, "Kita bisa lakukan lain kali."
"Ratu Ijima!" teriak seseorang dari sebrang danau. Pemilik nama menoleh sambil menyipitkan mata melihat siapa yang memanggilnya.
"Itu dayang Annie, Yang Mulia bisa kita kembali?" Chriss mengangguk, dengan sekali jentik mereka sudah ada dibelakang dayang tersebut.
Dayang Annie membungkukan sedikit badannya sebagai tanda hormat, "Maaf mengganggu waktu santai Yang Mulia dan Ratu."
"Tidak apa, ada perlu apa dayang Annie memanggilku?" tanya Ijima yang penasaran dengan gulungan kertas yang dipegang oleh pelayan pribadinya.
Dayang Annie menyerahkan gulungan kertas itu pada Ijima, "Ada surat dari dewi Emina untuk anda."
Mendengar nama dewi Emina, cepat-cepat ia membuka kertas itu, Chriss juga ikut membacanya.
Isi surat itu memberitaukan Ijima untuk datang ke kerajaan langit besok, tangan Ijima bergetar gugup. Mungkin ia akan dihakimi oleh pemimpin langit tersebut.
__ADS_1
"Apa kau akan datang?" tanya Chriss.
Ijima mengangguk, "Ini perintah dewi Emina, sebagai calon pemimpin langit selanjutnya aku harus datang."