
"Selesai!" teriak Alchyls dengan senyum bangga.
"Apa yang kau buat?" tanya Sam, ia melihat Alchlys tampak sibuk setelah melepas jubahnya.
Alchyls menunjukan dua batu yang tersusun rapi didalam bola kaca, "Aku akan memberikan ini jika ibunda kembali."
Sam mendekati bola kaca yang dibuat oleh Alchyls, ia sedikit terkejut karna salah satu batu yang ada didalamnya merupakan batu mulia langka.
"Darimana kau mendapatkan batu ini?" tanya sam.
"Ada seorang wanita cantik memberikan batu ini padaku, aneh sekali katanya batu ini untuk hadiah tapi malah diberikan padaku," balasnya sambil membersihkan debu disekitar bola tersebut.
"Wanita?"
Alchyls mengangguk,"Ya, aku tidak tau wajahnya pasti, tapi kurasa dia sangat cantik, tubuhnya penuh bercak hitam, seperti terbakar dan dia mempunyai senyum hangat," ucap Alchyls penuh semangat.
Bercak hitam dan senyum hangat, Sam teringat sesuatu," Apa dia bersama seorang pelayan?"
"Benar, apa paman mengenalnya?" Belum sampai Sam menjawab, lelaki itu melesat pergi meninggalkan Alchlys yang masih penasaran.
Sam membuka ruang kerja sang adik, tapi tidak ada orang disana.
"Sial, apa Chriss sudah berangkat?" batinnya bertanya-tanya. Sam yakin jika wanita yang dimaksud Alchyls tadi adalah Ijima.
👑
Chriss bercengkrama dengan raja lain yang hadir dipesta itu, sesekali ia melirik kerumunan perempuan disana berharap dirinya bisa bertemu kembali dengan Ijima.
Berkali-kali Chrisa ditegur karna tidak fokus jika diajak bicara, karna sudah bosan Chriss memutuskan meninggalkan raja-raja itu lalu menghampiri meja hidangan, ia mengambil air dan meminumnya perlahan.
Tiba-tiba Chriss merasakan aura hangat yang pernah ia rasakan sebelumnya, lelaki itu dengan cepat menoleh kesana-kemari menelusuri aura itu.
Tidak salah lagi, wanita yang ia cari ada disekitarnya, Chriss meletakan gelas kaca diatas meja kemudian melangkah pergi.
__ADS_1
Seorang wanita asik bercanda dengan penjabat kota lain, gaun putih serta jubah yang menutupi lengannya membuat Chriss terpaku. Beban dipunggungnya seketika hilang melihat senyumnya. Sungguh keajaiban Tuhan, Chriss bertemu dengan pujaannya.
"Ijima," panggil Chriss dalam hati. Ia melangkah cepat untuk meraih tangan wanita itu.
Duar
Ledakan sihir terjadi, Chriss sedikit memundurkan badannya, "Yang Mulia," ucap wanita itu tanpa sadar. Ternyata dia benar-benar Ijima.
Ijima berlari meninggalkan pesta tentu Chriss mengejarnya, ia tidak mau kehilangan lagi.
Grep
Chriss berhasil mengenggam lengan Ijima, jubah wanita itu tersingkap menampilkan bercak hitam yang membuat mata merah lelaki itu membulat.
Tak selang lama ledakan sihir kembali terjadi, lagi-lagi Chriss memundurkan badan tanpa melepaskan genggamannya.
"Jangan pergi, Ijima!"
Ijima terus memberontak, "Lepaskan tanganku."
Ledakan sihir terus terjadi, ini adalah sihir yang Ijima ciptakan untuk melarang orang-orang menyentuhnya tanpa izin.
Sebuah cahaya muncul mengenai punggung tangan Chriss sehingga lelaki itu melepaskan cengkramannya.
Dayang Annie mendekap Ijima lalu membuat lingkar sihir diatas tanah yang mereka pijak.
Saat Chriss hendak mendekat, dayang Annie mengacungkan pedang yang ia sembunyikan dibalik jubah hitamnya, "Jangan berani mendekat, Yang Mulia. Ini perintah yang harus anda turuti."
Blas
Dengan sekali kilatan cahaya, mereka berdua menghilang, Chriss panik padahal mereka baru bertemu. Ijima tampak berbeda tidak secerah dulu. Sama seperti dirinya saat menerima monster Geni untuk pertama kalinya.
"Kalian berhutang penjelasan padaku!" batin Chriss geram. Chriss ingin tau perjanjian apa yang dilakukan oleh ayahandanya.
__ADS_1
👑
Chriss mendobrak pintu ruangan Raja Kodama, pria itu tengah meminum teh hangat dengan santai sebelum suara bantingan pintu membuatnya tersentak.
"Chriss! Kau tau aturannya," peringat Raja Kodama.
Chriss tak menghiraukan ucapan sang ayah, dia menarik kerah baju Raja Kodama, Chriss seakan lupa jika pria yang ada didepannya itu merupakan ayahnya.
"Apa yang ayah lakukan pada Ijima?!" tanyanya dengan suara keras, nafasnya tidak beraturan serta pancaran matanya seperti menahan emosi mendalam.
Raja Kodama menyentuh lengan Chriss, "Memangnya apa? Apa yang terjadi padamu?"
"Jangan bertele-tele, ayah. Aku baru bertemu dengan Ijima, perubahan Ijima aku kenal dengan jelas!" bentaknya.
"Lepaskan tanganmu, aku akan menjelaskannya," ucap Raja Kodama, Chriss melonggarkan cengramannya. Meraka berdua duduk berhadapan.
"Tujuanku menikahkan kalian adalan monster yang ada didalam tubuhmu, Chriss. Awalnya Raja Oda menolak karna itu menyangkut nyawa putrinya, aku terus mendesak serta mengancam Raja Oda hingga dia menyetujuinya," lanjut Raja Kodama yang didengarkan serius oleh putranya.
"Apa ancaman yang ayah utarakan sehingga Raja Oda menyetujui pernikahan itu?" tanya Chriss.
"Menyatakan perang pada kerajaan Asteria dan memutus aliansi dengannya," jawab Raja Kodama apa adanya.
Rahang Chriss mengeras, ia tak menyangka ayahnya melakukan itu, "Lalu perjanjian apa yang ayah lakukan pada Ijima?"
"Menghilangkan monster Geni serta melahirkan pewaris Neoma. Kupikir Ijima akan menaruh monster itu pada tubuh manusia lain tapi nyatanya wanita itu sangat lembut, dia mengorbankan diri menjadi wadah Monster Geni dimana kekuatan monster itu bertabrakan dengan dirinya."
Tubuh Chriss bergetar, lidahnya kelu untuk bicara, "J-jadi, monster itu ada didalam tubuhnya?"
Raja Kodama mengangguk.
"Kenapa ayah tega melakukan perjanjian itu?! Ijima seorang perempuan! Aku harus segera mengambil alih monster itu lagi," ucap Chriss.
"Maafkan aku, aku tidak menyangka Ijima melakukan hal itu. Ini kedua kalinya seorang perempuan menyelamatkanmu," ucap Raja Kodama seperti mengingat suatu memori.
__ADS_1
"Selain Ijima, siapa lagi?"
"Ibumu, Ratu Ixora."