
Lima tahun telah berlalu, Alchlys maupun Jeannita mulai tumbuh dewasa. Alchyls berusia tujuh belas tahun sedangkan Jeannita lima tahun.
Suatu hari, Ijima merasa tubuhnya seperti terbakar, cangkir teh yang ia angkat jatuh membentur lantai, pecahannya berserakan.
Mata birunya berubah menjadi kuning lemon, bercak hitam semakin banyak ditubuhnya, Ijima menggeleng panik.
"Apa waktu ini tidak bisa menunggu lebih lama lagi?" batin wanita itu, Ijima mengambil selendangnya lalu bergegas menuju hutan keramat.
Dikoridor ia bertemu dengan Alchyls yang baru saja selesai berlatih, melihat ibundanya lari tergesa-gesa membuatnya penasaran.
"Ibunda? Apa apa?" tanya Alchlys.
Ijima terus melangkahkan kakinya tanpa memiliki niat berhenti, "Putraku sayang, jagalah Jeannita menggantikan diriku."
Alchyls terdiam sejenak, saat Ijima sudah menjauh dari pandangannya barulah ia sadar jika monster didalam tubuh Ijima hilang kendali.
Ia bergegas mengejar ibundanya, ia juga memberikan perintah pada prajurit untuk memberitahukan hal ini pada Chriss serta Raja Kodama.
Ijima lari begitu cepat, Alchlys sampai kewalahan dibuatnya, hari itu telah tiba, hari dimana ia akan kehilangan Ijima untuk selamanya.
"Ibunda!" panggil Alchyls, berharap wanita itu berhenti.
Ijima berhenti disebuah lonceng emas besar disana, tubuhnya tak mampu lagi menopang berat badannya, dengan tenaga yang tersisa wanita itu membunyikan lonceng itu, seketika pohon-pohon yang ada dihutan tersebut lenyap, cahaya emas muncul dari berbagai sisi.
Alchlys semakin dibuat panik ketika dirinya melihat Dewi Emina, ia ingin memeluk ibundanya. Namun, sebelum Alchyls mendekat, Dewi Emina sudah lebih dulu menahannya.
__ADS_1
"Jalan mendekat," peringatnya.
Berlahan-lahan, Ijima berubah menjadi menyeramkan, kuku panjang, sayap hitam yang rusak serta tanduk muncul, Ijima sudah tak mampu lagi menahan kekuatan monster Geni.
Orang-orang yang mendengar bunyi lonceng itu datang, termasuk Raja Oda dan Ratu Ryoika. Melihat putri mereka seperti itu membuat hati mereka seperti disayat.
Awldo dan Anya juga tak kuasa melihatnya, bibir mereka terasa kelu untuk melontarkan kata-kata.
Dewi Emina menjentikkan jarinya, muncul rantai-rantai besi dari dalam tanah yang membungkus tubuh Ijima agar dia tidak melukai orang-orang disekitarnya.
"Ini takdir yang kamu pilih, Ijima. Kupikir kamu akan menyesal tapi hanya cara ini yang mampu membuatmu bertemu dengan Shwan di alam sana," batin Dewi Emina yang melihat Ijima terus memberontak, suara teriakannya menggelegar, tidak ada lagi Ijima dengan suara lembut, Monster itu mengambil alih tubuhnya.
👑
Dengan kekuatan sihirnya, ia mengangkat tubuh Chriss lalu melemparnya kedalam kamar cukup kasar, ia berharap putranya kesakitan dan tak mampu menyusul kesana. Tidak lupa Raja Kodama mengunci ruangan itu dengan sihirnya kemudian pergi menuju hutan keramat.
Didalam kamar, Chriss berteriak kencang berharap sang ayah membukakan pintu.
"Tidak, aku harus kesana bagaimana pun caranya," batin Chriss. Ia ingat sesuatu jika dirinya bisa teleportasi menuju tempat yang diinginkannya.
Pria itu berusaha konsentrasi sebelum mengaktifkan lingkar sihir, dengan sekejap ia sudah sampai di gerbang hutan keramat, buru-buru Chriss menuju ketempat Ijima akan dibunuh.
Dilain tempat, Dewi Emina mengangkat tongkatnya, "Maaf, Ijima."
"Hahaha! Manusia bodoh! Manusia sangat bodoh demi cinta," ucap Monster Geni yang sudah mengendalikan tubuh Ijima.
__ADS_1
"Kau mengatakan itu karna dirimu tidak pernah merasakan cinta, kau adalah monster yang diciptakan untuk menghancurkan, sekarang bersatulah dengan Petapa Hitam dialam sana."
Kilatan cahaya menyambar begitu cepat, monster itu berteriak kesakitan, Dewi Emina dan para dewa lainnya tak menggubris, mereka fokus untuk menghabisi monster itu.
Percikan kilat terakhir berhasil membuat mereka menghabisi monster itu dan juga wadahnya.
Chriss yang baru sampai tidak mampu berkata apapun, saat tubuh Ijima lepas dari rantai itu, Chriss dengan cepat menangkapnya, wajah Ijima yang pucat membuat pria itu meneteskan air mata.
"Maaf, maafkan aku," gumamnya pilu, ia memeluk tubuh istrinya erat.
Chriss larut dalam isakannya, penduduk serta raja-raja yang berada disana hanya mampu memandang sendu, Alchyls bahkan tak mampu melihat pemandangan itu, ia memeluk Ratu Ryoika dan menyembunyikan wajahnya di bahu wanita itu, ia hancur sama seperti Chriss.
Chriss mengecup puncak kepala Ijima lembut, "Shwan terlalu cemburu padaku sehingga meminta Tuhan mengambilmu dariku, terima kasih sudah menemani hidupku, Ratuku."
Dewi Emina mendekati Chriss, "Aku akan membawa Ijima, aku ingin menempatkan dia bersama dengan calon penguasa yang gagal lainnya."
"Tidak! Dia milikku," tolak Chrisa yang semakin mengeratkan dekapannya.
"Chriss, aku mohon, sangat beresiko jika tubuh Ijima tetap berada disini, akan banyak kekuatan jahat yang mengincarnya untuk dijadikan wadah selanjutnya, aku akan menjaganya, Chriss."
Mendengar hal itu, Chriss menganggukan kepala dengan terpaksa, diciumnya lagi puncak kepala Ijima sebelum menyerahkan tubuh wanita itu pada Dewi Emina.
Dengan sekejap, para dewa dewi menghilang dari pandangannya bersama dengan Ijima, Chriss kembali berduka. Kini kisahnya sama seperti Raja Kodama, kehilangan wanitanya untuk selama-lamanya.
"Terima kasih, Ratuku. Aku akan segera menemuimu dikeabadian sana."
__ADS_1