Dewi Dan Pangeran Terkutuk

Dewi Dan Pangeran Terkutuk
08. Ratu Kerajaan Neoma


__ADS_3

Dua hari setelah mereka melakukan misi. Awldo, Tsukasa dan Ijima menghadap guru Riku dengan emblem rusa yang berada di dalam kotak kayu kecil, kotak itu di bawa oleh Awldo.


"Sungguh hebat, kalian bisa mengalahkan penjahat Lantara, aku akan memberikan sedikit kekuatan emblem ini pada kalian," puji Riku, setelah mengambil kotak kayu itu dari tangan Awldo, Riku mulai merapal satu sihir yang membuat emblem itu bercahaya.


Selang beberapa waktu Ijima merasakan tubuhnya menghangat begitu juga dengan Awldo serta Tsukasa.


"Kekuatan yang kalian dapat kali ini adalah kekuatan penyembuh, kalian bisa menyembuhkan seseorang yang terkena penyakit," jelas Riku.


Ijima melihat telapak tangannya, "Bagaimana dengan mengobati sihir gelap, guru?"


"Sihir gelap tidak bisa disembuhkan oleh sembarang orang, kekuatanmu saat ini belum sampai di level itu, Ijima," ucap Riku yang membuat Ijima menganggukan kepala.


Usai penyerahan imbalan misi, mereka bertiga keluar dari ruangan Riku, Tsukasa dan Awldo menjabat tangan Ijima yang membuat wanita itu bingung.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Ijima.


Tsukasa tersenyum, "Selamat Nona, sebentar lagi anda akan menjadi ratu kerajaan Neoma."


"Selamat," ucap Awldo, ekspresinya tak dapat dilihat karna orang itu memakai topeng.


"Apa yang kalian katakan? Ratu kerajaan Neoma? Aku bukan ratunya," elak Ijima.


Tsukasa menunjukan sebuah undangan yang ditulis diatas kulit berkualitas serta bertepi emas.


"Nanti malam akan ada pesta penobatan anda sebagai ratu," ucap Tsukasa.


Ijima melihat isi undangan itu, ia benar-benar terkejut karna Chriss tak mengatakan apapun padanya, pantas saja orang itu tampak sibuk akhir-akhir ini.


"Aku—aku harus pergi," pamit Ijima setelah menundukan kepala, ia harus meminta penjelasan pada suaminya itu.


Dengan menggunakan kuda berwarna putih ia menuju ke kerajaan Neoma secepat mungkin, ia bingung kenapa kedudukan ratu yang seharusnya milik Maki jadi miliknya.


"Dimana yang mulia?" tanya Ijima pada penjaga gerbang setelah wanita itu turun dari kudanya.


"Yang mulia sedang mengistirahatkan diri," balas penjaga gerbang sesopan mungkin.


Tanpa bertanya lebih jauh Ijima melangkahkan kakinya cepat menuju kamar, suara sepatunya menimbulkan ketukan keras yang membuat para dayang melempar pandangan heran. Apa yang membuat calon ratu mereka buru-buru seperti itu.


Ijima mendorong pintu kamar berwarna perak, wanita itu melihat Chriss sedang tertidur dengan telanjang dada, Ijima melangkah pelan mendekati Chriss setelah menutup pintu hati-hati.


Ijima menatap lekat suaminya, tanpa ia sadari bahwa Chriss itu seorang pria tampan yang diperebutkan oleh gadis-gadis di luaran sana.

__ADS_1


"Yang mulia, bolehkah saya bicara?" tanya Ijima, ia tau Chriss tidak tidur.


Chriss membuka matanya perlahan, manik mata merahnya bergulir melirik ke tempat Ijima berada.


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


Ijima menautkan jari gugup, "Apa benar saya akan menjadi ratu kerajaan ini?"


Chriss mengangguk pelan, "Jika kau sudah tau kenapa bertanya?"


"Maaf atas kelancangan saya, kenapa anda memberikan kedudukan ratu pada saya? Bukankah kedudukan itu untuk putri Maki?"


Pria itu mendudukan diri, ia memegang pelipis dengan tangan kanan menahan nyeri di kepala, "Jangan terlalu berbangga diri dulu, Ijima. Aku hanya melakukan perintah ayah."


Wanita itu menatap sendu, ia sempat berpikir bahwa Chriss mulai menerimanya, namun nyatanya tidak. Perilaku manis Chriss padanya hanyalah perintah sang ayah.


"Saya mengerti, terima kasih atas kemurahan hati anda, yang mulia."


"Bisakah kau tidak menggunakan bahasa formal seperti itu? Aku muak mendengarnya," kesal Chriss menatap nyalang ke Ijima.


"Anda adalah raja kerajaan ini jadi saya harus menghormati anda," balas Ijima.


Chriss menarik tangan Ijima sehingga jarak mereka kini terkikis, "Mulai sekarang, berhenti bicara formal padaku jika kita sedang berdua."


...đź‘‘...


"Apa tidak apa-apa?" batin Ijima ragu.


Tok tok tok


"Masuk," ucap Ijima.


Pintu ruang kamarnya terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya yang membuat Ijima terkejut, dia adalah dayang Annie.


"Nona Ijima," panggilnya lembut yang mendapat pelukan hangat dari Ijima.


"Dayang Annie, aku senang sekali kamu datang kemari, apa ayah dan ibu juga datang?" tanya Ijima beruntun.


Dayang Annie mengangguk, "Semua petinggi kota Horizon datang, mari Nona. Saya kemari ingin menjemput Nona, semua orang sudah menunggu.


Dengan senyum merekah Ijima mengangguk semangat, ia berjalan dengan hati-hati agar gaun yang ia pakai tidak rusak. Sesampainya diruang kerajaan Ijima dikejutkan dengan banyaknya tamu yang tengah berbincang dengan gaya kebangsawanan mereka.

__ADS_1


"Dayang Annie, aku gugup," ucap Ijima merengek seperti anak kecil.


Dayang Annie memegang tangan Ijima lalu mengusapnya pelan, "Nona pasti bisa." Dayang Annie membantu Ijima menuruni tangga.


Berpuluh-puluh pasang mata langsung fokus kepada Ijima begitu wanita itu berjalan dikarpet merah. Mereka terpesona akan kecantikan istri seorang pemimpin kerajaan Neoma.


Dayang Annie memegang tangan kiri Ijima, menemani keturunan dewi itu ke singgasana dimana sudah ada Chriss yang menunggu.


Sesampainya di depan Chriss, pria itu mengulurkan tangan kanannya, Dayang Annie melepaskan genggaman jarinya pada tangan kiri Ijima, lalu meminta Ijima untuk menerima uluran tangan Chriss.


Ijima menurut, ia menyambut tangan Chriss. Ijima kini berdiri disebelah kanan Chriss.


Acara penobatan dimulai, sebelum memasang mahkota, Ijima harus melakukan beberapa ritual, salah satunya adalah mencelupkan kakinya diwadah yang telah disiapkan.


Setelah semua ritual dilakukan, Chriss mengambil mahkota yang dibawa oleh salah satu dayang diatas nampan emas.


Ijima menarik dua bagian gaun—nya ke kanan dan kiri lalu ia sedikit menekuk kakinya.


"Dengan ini aku resmikan Ijima Ryoika sebagai ratu kerajaan Neoma." Chriss memasangkan mahkota kerajaan diatas rambut Ijima, suara tepuk tangan memenuhi tempat itu. Ijima maupun Chriss menyunting senyum yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.


Maki yang berada di tempat itu mengepalkan kedua tangannya disamping badan, rasa bencinya pada Ijima semakin menjadi.


"Chriss itu hanya miliku!" gumam Maki, rahangnya mengeras. Ia berjanji pada dirinya sendiri akan menyingkirkan Ijima dari sisi Chriss.


...đź‘‘...


Ratu Ryoika memeluk putrinya setelah acara penobatan usai, Raja Oda sedang berbincang dengan Raja Kodama.


"Mulai sekarang dayang Annie akan menemanimu disini, Ijima. Dia akan menggantikan posisi ibu menjagamu," ucap Ratu Ryoika yang membuat Ijima tersenyum senang.


"Benarkah?" tanyanya tak percaya.


Ratu Ryoika mengangguk, sebenarnya dayang Annie mendapat perintah dari Ratu Ryoika untuk memisahkan Chriss dari Ijima.


Ratu kerajaan Asteria itu mencium kening putrinya, "Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu, putriku. Ijima kecilku sudah besar sekarang bahkan akan memerintah wilayah Neoma."


Ijima terharu mendengarnya, "Terima kasih sudah mendampingi dan merawat Ijima selama ini, Ibu."


Malam itu dihabiskan oleh pertemuan dua kerajaan. Canda tawa mereka luapkan pada malam itu karna setelahnya Raja Oda dan Ratu Ryoika tak akan menemui putri mereka jika bukan masalah politik. Sedangkan tamu undangan yang lain asik berdansa dengan pasangan mereka masing-masing.


...Maaf karna aku mulai lengah....

__ADS_1


...—Chriss Kodama—...


__ADS_2