Dewi Dan Pangeran Terkutuk

Dewi Dan Pangeran Terkutuk
14. Mulai Menerima?


__ADS_3

Hubungan Ijima dan Chriss kembali renggang, kini ia jarang mendampingi Chriss menjalankan tugas sebagai pemimpin karna kondisinya yang tengah hamil.


Untuk menghibur menantunya, Raja Kodama mengundang pelukis terkenal untuk melukis Ijima.


Tentu wanita itu memberikan pose serta senyum terbaiknya, sang pelukis bahkan sampai terpesona akan kecantikan sang ratu.


"Sungguh, anda sangat cantik, Ratu," puji pelukis itu sambil melihat hasil karyanya. Ia melukis Ijima yang tengah memegang perutnya sambil tersenyum penuh arti.


"Terimakasih atas pujianmu, tuan," balas Ijima menunjukan senyuman hangatnya.


Usai kegiatan tersebut, Ijima duduk ditepi sungai dengan didampingi oleh Sam, karna dayang Annie sedang pergi ke kerajaan Asteria setelah mendapat surat dari sana.


Ijima membalik halaman demi halaman untuk mempelajari lebih lanjut tentang monster yang bersemayam di tubuh Chriss, Ijima sampai bergidik ngeri begitu menyadari makhluk itu diciptakan langsung oleh Petapa Hitam untuk menghancurkan murid-murid Petapa Putih.


Diam-diam Sam melirik apa yang dibaca oleh wanita itu, kedua alisnya mengkerut.


"Apa ayah sudah membicarakan hal itu dengannya?" batin Sam bertanya-tanya, sepertinya ia harus memastikan langsung pada Raja Kodama nanti.


"Tuan, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Ijima tanpa memalingkan wajah dari buku bacaanya.


"Tentu, Ratu."


"Apa anda mengikuti pertarungan Kerajaan Celosia dengan Kerajaan Neoma waktu itu?" tanya Ijima lagi.


Sam tau apa yang akan ditanyakan Ratu kerjaan Neoma itu, "Maaf Ratu, saya tidak ikut peperangan itu karna saya sedang menjalankan misi ke kota seberang."


Ijima menghela nafas kecewa, "Kenapa sulit sekali menemukan pelakunya."

__ADS_1


Sam tak menjawab, bulu roma lelaki itu berdiri. Ia dapat merasakan kemarahan wanita itu, Sam tak bisa mengatakan bahwa pelaku yang Ijima cari kini sudah menjadi suaminya.


"Aku harus menemukan pelaku itu sebelum anak ini lahir," ucap Ijima.


"Memangnya kenapa Ratu?"


"Aku sudah berjanji dihadapan mayat Shwan bahwa aku akan membunuh lelaki bertopeng itu dengan tanganku sendiri," jawab Ijima, nada suaranya tenang namun menyimpan dendam yang amat dalam.


Lelaki itu tak dapat membayangkan jika suatu saat nanti Ijima tau bahwa Chriss lah yang membunuh kekasihnya, akankah wanita itu memberikan belas kasih? Atau tetap teguh pada janjinya.


...πŸ‘‘...


Disuatu tempat, seorang gadis menangis sesegukan sambil memeluk erat lelaki yang mengenakan jubah dengan simbol bulan dibelakangnya.


"Chriss, kumohon jangan tinggalkan aku," rengek gadis itu penuh harap.


Chriss tak bergeming, ia membiarkan Maki memeluk dirinya sepuas mungkin sebelum ia benar-benar meninggalkan gadis itu.


"Ya." Jawaban Chriss membuat senyum Maki mengembang, "Tapi itu dulu, sekarang rasa itu sudah hilang dalam sekejap mata."


Hati Maki bagai ditujam belati saat itu juga, sakit sekali rasanya, "Apa itu karna Ijima? Perlu aku bunuh dia agar kamu kembali padaku?"


Chriss melepas pelukan Maki dengan kasar, jari telunjuknya menuding Maki, " Jika kau berani melakukan itu, akan kupastikan Kerajaan Helios rata saat itu juga."


Gadis itu merinding mendengar ancaman Chriss, siapa yang tidak takut jika tempat tinggalnya diratakan? Apalagi jika Chriss melakukannya dengan campuran kekuatan monsternya.


Chriss melangkah pergi setelah Maki termenung tak merespon ancamannya, setelah Chriss menghilang dari penglihatannya tubuh Maki jatuh terduduk diatas tanah.

__ADS_1


"Padahal aku dulu yang datang tapi kenapa dia yang mendapatkannya," geram gadis itu sambil memukul tanah saking kesalnya.


Setelah sampai di Kerajaan Neoma, Chriss bertanya pada salah satu dayang dimana keberadaan Ijima.


Dayang itu menjawab bahwa Ijima tengah bersantai ditepi danau, begitu mendapatkan jawaban yang pasti, pemimpin Neoma itu bergegas menuju tepi danau dan benar saja. Ijima sedang membaca buku, dibelakangnya ada Sam yang setia menjalankan perintahnya.


Sebenarnya Sam enggan menuruti permintaan sang adik, tapi akhirnya dia menuruti dengan terpaksa serta sindiran yang ia lontarkan pada Chriss.


Chriss tak berani menemui Ijima, yang bisa dia lakukan saat ini adalah memantau dari kejauhan.


Samar-samar Sam melirik Chriss begitu menyadari hawa keberadaan adiknya, walaupun Chriss sudah menutup auranya, Sam tetap bisa merasakannya.


"Temani dia, bodoh," ucap Sam melalui telepati.


"Tidak untuk sekarang," balas Chriss singkat, ia lebih memilih menemani Ijima dari balik tanaman mawar kesayangan sang ibu.


...πŸ‘‘...


Dikerajaan Asteria, Ratu Ryoika berteriak frustasi disertai tangis pilu, jujur saja ia tak terima jika putrinyalah yang mengandung anak dari Chriss Kodama.


"Yang mulia, bagaimana ini, Ijima akan dibunuh, kumohon lakukan sesuatu," pinta Ratu Ryoika, dayang Annie menatap iba pada mantan dewi tersebut, ia tidak tega melihatnya dengan keaadaan seperti ini.


Raja Oda memeluk Ratu Ryoika erat, "Tenanglah, semua akan baik-baik saja, Ijima adalah putrimu, putri seorang dewi. Dia tak akan mati semudah itu."


"Tapiβ€”"


"Sstt, takdir mereka hanya bisa diubah jika keduanya memutuskan untuk berpisah bukan? Aku tau, Chriss hanya manusia yang menjadi wadah monster Geni, tidak seperti Shwan yang diangkat menjadi kesatria langit untuk melindungi serta mendampingi Ijima, walau nasib tragis menimpanya," potong Raja Oda cepat.

__ADS_1


Itulah sebabnya kenapa Dewi Emina tidak berkomentar mengenai hubungan Shwan dan Ijima karna mereka berdua sama-sama pilihan Dewi yang suatu saat nanti akan bekerja sama dalam memimpin kerajaan langit.


Ratu Ryoika mengangguk tanda paham apa yang diucapkan suaminya, mesti dihati kecilnya masih mengkhawatirkan takdir Ijima.


__ADS_2