
Chriss kini tengah berada di hadapan meja sidang sang ayah. Raja Kodama begitu kesal pada Chriss karna dia tak menghargai istrinya.
"Tidak taukah kau, Chriss? Ijima menjadi incaran hampir semua pemuda kota Horizon untuk dijadikan ratu kerajaan. Bagaimana denganmu? Kau mendapatkan Ijima, jadi perlakukan dia selayaknya," geram Raja Kodama dengan kedua tangan terkepal.
"Aku tidak melakukan kekerasan padanya, ayah," balas Chriss tak tau letak kesalahan—nya.
Brak
Raja Kodama memukul meja sidang sebagai peringatan untuk putranya, "Membawa mantan kekasihmu saat makan kerajaan? Kau tidak menghargai dia sebagai istrimu, jadikan Ijima sebagai ratu kerajaan Neoma."
"Ayah taukan aku mencintai Maki, aku—"
"Jika begitu keputusanmu, ayah akan membongkar rahasia di mana kau membunuh saudaramu sendiri," potong Raja Kodama, ia beranjak dari duduknya lalu melangkah pelan meninggalkan ruang sidang.
Chriss mendecak frustasi, "Baik! Aku akan melakukan apa yang ayah mau." Keputusan Chriss membuat Raja Kodama yang sudah sampai pintu keluar merasa senang.
"Ayah senang mendengarnya," ucap Raja Kodama sebelum membuka pintu itu.
Sepeninggal Raja Kodama, Chriss menyibakan rambut ke belakang dengan jari kanan—nya. Lelaki itu mengeluarkan sihir lokasi, ia hendak mencari keberadaan Ijima karna sudah lima hari ini istrinya belum kembali.
Pupil mata Chriss sedikit melebar saat melihat Ijima terkepung oleh penjahat kota Lantara. Pandangan lelaki itu mendadak menyipitkan mata ketika melihat Awldo datang melindungi Ijima, ntah kenapa melihat hal itu membuat hatinya tercubit. Sakit sekali.
"Ck, kau sungguh merepotkan, Ijima." Chriss membenahkan jubahnya dengan kasar lalu keluar dari ruangan itu. Sorot matanya memandang tajam.
"Siapkan pasukan barisan depan! Kita susul ratu Neoma di kota Lantara!" titah Chriss tegas. Prajurit yang mendapat perintah langsung bergegas agar tidak terkena amukan rajanya.
__ADS_1
...👑...
Chriss memacu kudanya melewati hutan keramat beserta para pasukannya, baju zirah serta senjata tajam sudah mereka siapkan.
"Apa ini, kenapa aku tidak terima pemburu itu menyentuh Ijima," batin Chriss bingung, ia malah semakin memacu kudanya agar cepat sampai di kota Lantara.
Begitu sampai di sana pasukan barisan depan yang dibawa Chriss langsung menyerbu penjahat itu, pasukan garis depan kerajaan Neoma berjumlah tiga ratus tiga puluh.
Chriss menarik pedang dari sarungnya kemudian ikut memerangi penjahat itu sambil mencari di mana Ijima berada. Tak butuh waktu lama ia menemukan istrinya, Chriss langsung menarik Ijima yang berada di belakang Awldo ke dekapannya. Awldo sedikit terkejut melihat kehadiran Chriss, namun ini bukan waktunya untuk terkejut, masih banyak penjahat yang harus mereka kalahkan.
Tumbukan dua senjata sudah tak asing bagi mereka, beruntung pasukan Chriss mampu menandingi menjahat itu sehingga kemenangan mampu mereka genggam dengan mudah.
Tsukasa maupun Awldo memberikan hormat pada Chriss karna sekarang lelaki itu adalah pemimpin kerajaan Neoma.
"Terima kasih atas bantuannya, Raja," ucap Awldo secukupnya.
Sesampainya di depan kuda putih, Chriss menyuruh Ijima menaikinya.
"Yang mulia, kuda ini pasti lelah karna menempuh perjalanan jauh," ucap Ijima khawatir.
Chriss memegang pinggang Ijima lalu menaikan tubuh istrinya ke atas kuda setelah itu barulah Chriss menyusul.
"Kuda ini bukan kuda biasa yang kau tunggangi," balas Chriss kemudian menarik tali mengendali kuda itu, pipi Ijima merona karna posisinya saat ini dengan Chriss seperti berpelukan.
Mereka berdua tak melakukan interaksi sama perjalanan sebelum Chriss memecah keheningan.
__ADS_1
"Darimana kau mendapatkan gelang itu?" tanya Chriss ingin tau.
Ijima memegang gelang peraknya dengan tatapan teduh, "Ini pemberian terakhir Shwan sebelum peperangan terjadi."
Chriss mengangguk karna sudah mengetahui jawaban yang membuatnya sesak, ternyata sebegitu cintanya Shwan pada gadisnya. Jujur saja Chriss pernah beberapa kali melihat Shwan menemui seorang gadis di jembatan merah.
"Jembatan merah, tempat itu adalah tempat kami memadu cinta, aku sangat menyukai Shwan," ucap Ijima yang semakin membuat Chriss kesulitan bernafas.
Chriss semakin bingung kenapa rasa bersalah menyeruak memenuhi hatinya, lelaki itu menggeleng berusaha mengenyahkan pikiran bersalah dari otaknya.
"Terima kasih karna yang mulia memberi bantuan jika tidak mungkin saja aku sudah mati," ucap Ijima diselingi tertawa.
"Padahal kau itu keturunan dewi, kenapa lemah sekali," olok Chriss.
"Lihatlah suatu saat nanti aku pasti sekuat dewi Emina," ucap Ijima dengan tekat membara.
Chriss menyunting smrik mengejek, "Teruslah bermimpi."
Setelah sampai di kerajaan Neoma, Chriss menyuruh para dayang untuk membantu Ijima membersihkan diri. Lelaki itu juga membersihkan diri di tempat yang berbeda, Chriss merendam tubuhnya di air hangat yang telah disiapkan, rambut hitamnya basah terkena air menambah ketampanan lelaki itu.
Chriss bersandar pada tepi pemandian, ia mendongakan kepala menatap langit-langit ruangan itu.
"Tidak, aku tidak peduli padanya, sikapku padanya hanya perintah ayah yang tak terbantahkan."
...Kita berdua sama-sama belum selesai dengan masa lalu....
__ADS_1
...—ChrissIjima—...