
Tiba-tiba muncul portal hitam dihadapan Ijima, keluar seorang pria berwajah tampan dengan setelan serba hitam.
Ia menyamai tinggi badan wanita itu, "Kamu akan menjadi permaisuriku."
Belum sempat Ijima melarikan diri. Pria itu menyihir Ijima sehingga wanita itu pingsan, dayang Annie berusaha keras menahan orang yang akan membawa Ijima pergi.
"Lepaskan Ratu!" pekiknya menarik jubah orang itu sepenuh tenaga.
"Mengganggu saja," gumam pria itu kesal lalu ia mengeluarkan pisau kecil dari balik lengannya kemudian ia arahkan ke perut dayang itu.
Tanpa menunggu waktu lama, ia membawa Ijima pergi menuju kegelapan.
Mendengar suara keributan, Sam dan Raja Kodama datang secepat mungkin, ia melihat dayang Annie terkapar penuh darah.
"T-tolong," rintihnya.
"Panggilkan tabib!" titah Sam dengan suara tegas.
"T-tuan, Ratu-ratu Ijima diculik," ucap dayang Annie sebelum pingsan.
"Ijima diculik?" Sam jadi teringat perkataan Anya, lelaki itu menghela nafas kesal, ia gagal melindungi ratu kerajaan ini.
"Dimana adikmu? Cepat beritahu dia, Sam," titah Raja Kodama.
Begitu para tabib datang, mereka mulai memindahkan dayang Annie keruang kesehatan, sedangkan Sam mencari keberadaan adiknya.
"Dimana si bodoh itu? Tidak taukah dia istrinya sedang dalam bahaya."
Sam memeriksa kamar Chriss. Kedua matanya membulat melihat Maki dan Chriss yang tidur dalam satu selimut tanpa busana sehelai pun, pakaian mereka berhambur dilantai. Saat detik itu juga Sam naik pitam.
__ADS_1
Ia menggunakan sihirnya untuk membuat ruangan itu tergoncang hebat sehingga dapat membangunkan dua orang tersebut.
"Kak—"
Belum sampai Chriss mengeluarkan kata-katanya, Sam sudah lebih dulu membogem pipi mulus adiknya.
"Chriss!" jerit Maki ketika Sam melayangkan pukulannya.
"Apa yang kau lakukan, brengsek?! Kau enak-enakan dengan perempuan murahan ini sedangkan istrimu diculik?"
Seketika Chriss tersadar dari pengaruh emosinya, ia tidak sadar melakukan hubungan menjijikan itu dengan wanita selain istrinya.
"I-ijima diculik?" ulang Chriss memastikan bahwa pendengarannya tidak bermasalah.
"Ya, raja kegelapan sudah membawa Ijima beberapa menit lalu, dayang Annie terluka karna mencoba menghalangi raja kegelapan," terang Sam.
Mendengar hal itu Chriss langsung memunguti pakaiannya lalu dengan tergesa-gesa memakainya kemudian keluar menuju taman dengan baju kusut dan tak beraturan. Ia tak menggubris teriakan Maki yang terus memanggil namanya.
"Tidak salah lagi, dia satu-satunya murid Petapa Hitam yang tersisa," ucap Chriss kesal, ia mengutuk dirinya sendiri karna telah terpengaruh emosi dan berakhir melakukan hubungan terlarang.
Padahal Ijima tengah mengandung anaknya tapi ia merasa tak becus menjaga wanitanya.
Nafasnya sesak membayangkan jika ia kehilangan calon anak serta Ijima, tidak. Itu tidak boleh terjadi, Chriss menghidupkan sihir lokasi untuk melacak beradaan Ijima, gelang yang Ijima pakai sudah ia beri sihir pelindung serta lokasi sehingga itu mempermudahnya untuk mengetahui dimana Ijima berada.
"Kerajaan Regia," gumamnya pelan sebelum menutup sihirnya.
"Kau perlu bantuan pemburu," ucap Sam yang tiba-tiba muncul.
"Cih, panggil Anya kemari!"
__ADS_1
"Tidak, Anya sudah kembali menjalankan misi, tak ada cara lain kau harus bekerja sama dengan Awldo." Ketika seorang pemburu sedang melaksanakan misi tak ada yang bisa mengganggunya.
Chriss mengusap wajah kasar, mengingat perkataan Awldo yang akan mengambil Ijima darinya kembali memenuhi otak.
"Aku akan kesana sendiri, aku tidak sudi bekerja sama dengan orang itu," tolak Chriss ketus.
"Chriss, hanya pemburu yang bisa menembus gerbang kerajaan itu, kau tidak bisa karna kau adalah murid Petapa Putih," ucap Sam yang terus menasehati adiknya.
Akhirnya lelaki itu pasrah untuk meminta bantuan Awldo, karna ia tak tau kapan dirinya bisa menyelamatkan Ijima. Chriss berharap Ijima bisa bertahan sampai dirinya datang kesana.
Keesokan harinya, Chriss sudah siap dengan zirah pelindung sedangkan Awldo menggunakan pakaian pemburu. Mereka berdua berdiri dihadapan bunga wisteria.
"Kau yakin ini jalannya?" tanya Chriss memastikan.
Awldo mengeluarkan pedang kemudian membelah pohon bunga wisteria itu, dan terlihatlah jalan yang dimasing-masing sisi ditumbuhi rumput tinggi.
Tanpa bicara Awldo melangkah terlebih dahulu kemudian diikuti oleh Chriss yang terus melihat sekeliling. Sedikit curiga kenapa jalan menuju kerajaan Regia begitu indah.
"Tenang saja, aku sudah berulang kali melewati tempat ini, raja Kasana sengaja membuat tempat seperti ini agar manusia tak mengetahui ada tempat mengerikan diujung sana," terang Awldo dengan santainya melangkah.
"Kali ini aku percaya padamu."
"Chriss Kodama, apa kau mulai jatuh cinta pada Nona?" tanya Awldo berusaha mencairkan suasana.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu? Tentu saja tidak, Ijima hanya alat yang aku gunakan untuk melahirkan pewaris Neoma."
Awldo tertawa, "Mulut dan hatimu berbanding terbalik ya, sama sekali tidak mirip dengan tuan Shwan."
"Berhenti membandingkanku dengan lelaki itu," ucap Chriss menahan rasa irinya.
__ADS_1
Awldo kembali diam, ia menemukan suatu fakta bahwa kini kedua murid Petapa Putih menyukai orang yang sama walau salah satunya gugur.