
Chriss melangkah mendekati wanita yang pernah menjadi istrinya, "Kurang ajar! Aku mencarimu kemana-mana dan kau malah bersembunyi ditempat ini, Ijima, sialan!"
Ijima ingin melarikan diri tapi ia sudah terpojok, pinggangnya menyentuh meja rias yang ada dibelakangnya.
"Jangan mendekat, kumohon," pinta Ijima, ia tak ingin Chriss terkena ledakan sihir seperti sebelumnya.
Chriss tampak menulikan pendengarannya, ia menarik pinggang Ijima hingga wanita itu menabrak dada bidangnya. Chriss mendekap penuh rindu tubuh itu. Ia tak mempedulikan Ijima yang terus meledakan sihirnya.
"Berhenti meledakan sihirmu! Ini perintah!" titah Chriss yang tak terelakan.
Chriss mengecup puncak kepala Ijima ketika wanita itu tak lagi meledakan sihirnya. Chriss melonggarkan pelukannya ia ingin menatap wajah cantik keturunan dewi itu.
"Kenapa kamu bisa masuk?" tanya Ijima dengan suara gemetar.
"Anya membantuku menembus dimensi sialan ini, kembalilah Ijima, jadilah ratuku," ucap Chriss penuh harap.
Ijima menggeleng, "Tidak, aku tidak bisa. Ka-kau pasti sudah memiliki istri."
Ternyata Ijima masih mempercayai ucapan Chriss yang akan menikahi Maki, ia bahkan tidak mendengarkan perkataan Anya bahwa Chriss tidak mencintai perempuan itu lagi.
"Kau ingin aku membawamu dengan paksa? Setelah kau turun tahta aku tidak menikahi siapapun! Dekat dengar wanita saja aku tidak melakukannya!"
"Kau pasti berbohong."
Chriss kesal, ia mengecup bibir wanita itu, "Aku mencintaimu, aku memang terlambat mengungkapkannya, aku tersiksa Ijima. Aku sungguh-sungguh."
Cairan bening meleleh dari sudut matanya, sulit dipercaya jika orang yang memiliki harga diri tinggi mengungkapkan perasaannya.
"Apa itu benar? Yang Mulia mengatakannya dari lubuk hati? Atau Yang Mulia hanya kasihan padaku?"
"Apa aku harus mengatakan ribuan kali padamu? Baik jika itu bisa membawamu kembali padaku. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Jika kau tidak mencintaiku setidaknya kembalilah demi Alchyls."
Ijima menatap mata merah milik Chriss, tidak ada kebohongan yang terpancar, ketika Ijima hendak menjawab tubuhnya tiba-tiba terasa sakit. Sepertinya monster Geni mengetahui jika pemiliknya datang.
Tubuh Ijima yang lemah kembali didekap oleh Chriss, ia juga bisa menenangkan monster itu karna sihir Ijima mengalir ditubuhnya.
"Aku akan mengambil monster itu kembali."
Ijima menggeleng, "Tidak akan kubiarkan, ugh—"
"Kau kesakitan, aku juga akan kesakitan jika menerima monster Geni tapi itu lebih baik daripada melihatmu seperti ini."
"Aku baik-baik saja." Ijima mencengkram lengannya, rasanya semakin sakit jika berdekatan dengan pria itu.
__ADS_1
Ijima menjauhkan tubuhnya dari dekapan Chriss, ia membutuhkan dayang Annie karna kekuatan penenang yang diberikanya dari Ratu Ryoika lebih besar.
Tiba-tiba tubuh Ijima terangkat, rupanya Chriss menggendong Ijima ala bridal style, ia membawa wanita itu keluar dari dimensi tersebut, Chriss berniat membawa Ijima menuju Asteria. Anya yang berjaga didepan lingkaran sihir saja terkejut.
"Ada apa denganya?" tanya Anya panik.
"Kita harus membawanya ke Kerajaan Asteria," ucap Chriss tanpa menjawab pertanyaan Anya. Chriss menaikkan tubuh Ijima keatas kudanya lalu memacu hewan berkaki empat itu keluar dari Hutan Keramat.
"Bertahan sebentar, Ijima," bisik Chriss ketika pandangan wanita itu mulai menghitam.
Begitu sampai di gerbang Kerajaan Asteria, para prajurit kerajaan itu langsung mempersilahkan Chriss masuk.
"Ijima!" pekik Ratu Ryoika yang sedang berbincang dengan dayang Annie.
Ratu Ryoika mengerti keaadaan, ia meminta tolong para pelayannya untuk membawa Ijima ke dalam. Ketika Chriss hendak ikut masuk, tangan dayang Annie menahan.
"Kehadiran anda didekat Nona bisa mempercepat kematiaannya!" ucap dayang Annie sedikit meninggikan nada bicaranya, pandanganya tampak tajam.
"Apa maksudmu, aku tidak membunuhnya."
"Anda memang tidak membunuhnya tapi monster itu akan mengamuk! Monster itu pasti sudah tau jika wadah aslinya ada didekat Nona, ia akan berusaha untuk kembali kewadah itu tanpa mempedulikan nasib wadahnya yang sekarang," jelas dayang Annie.
Itu alasannya kenapa Ijima terus menjauh dari Chriss, beberapa menit kemudian, Ratu Ryoika memanggil Chriss untuk menemuinya diruang kesehatan. Disana Chriss melihat Ijima yang terbaring lemah, hatinya seperti disayat belati.
"Aku tidak tau bagaimana caranya kau bisa membawa putriku kemari, tapi terima kasih," ucap Ratu Ryoika, disebelahnya berdiri Raja Oda yang memandang Chriss tak suka.
"Tidak, Ijima sudah membuat lingkaran sihir abadi ditubuhmu serta dia juga sudah menuliskan janji diatas kertas sihir, monster itu tidak akan keluar jika Ijima belum mengizinkannya, tapi monster Geni merupakan monster bebas jadi dia bisa saja mengoyak tubuh Ijima untuk membebaskan diri, Ijima hebat bisa menahannya sampai sekarang."
Tubuh Chriss kembali gemetar, ia mengumpati Raja Kodama yang sudah membuat perjanjian itu, Chriss mengusap wajahnya kasar.
Raja Oda yang melihat Chriss tampak frustasi mendadak merasa kasihan, "Chriss, apa kau ingin memperbaiki hubungan dengan Ijima?"
Ratu Ryoika langsung menoleh terkejut, terakhir kali Raja Oda sangat marah dengan lelaki itu, tapi sepertinya Raja Oda sudah tau jika Chriss merupakan takdir Ijima.
"Anda tidak perlu menanyakannya, aku ingin Ijima kembali menjadi ratuku. Tapi ia akan tersiksa."
"Aku akan membantumu, Chriss, Ijima hanya perlu penenang jika monster itu memberontak." Ratu Ryoika menyihir tubuh Chriss, muncul tanda bintang ditangan kanannya.
"Kau bisa menggunakannya untuk menenangkan Ijima."
👑
Dua hari kemudian, Chriss kembali datang ke Kerajaan Asteria untuk meminta jawaban Ijima, satu hari yang lalu ia sudah meminta Ijima kembali menjadi istrinya. Chriss terus berdoa agar jawaban Ijima tidak begitu mengecewakannya.
__ADS_1
Mereka berdua duduk berhadapan, Chriss kelihatan gugup tampak dari sorot mata yang tak tajam seperti biasanya.
"Aku—akan tinggal bersamamu lagi, Yang Mulia," putus Ijima yang membuat Chriss senang bukan main.
Chriss ingin memeluk Ijima tapi ia menahan diri, "Terima kasih, aku sangat senang mendengarnya."
Ijima bangkit dari duduknya lalu duduk disamping Chriss, ia memegang kedua tangan lelaki itu, "Rasanya tidak adil jika hanya Yang Mulia yang menyatakan perasaan, aku juga ingin melakukannya. Aku mencintaimu, Yang Mulia. Bertahun-tahun tidak melihat wajahmu membuatku tersiksa."
Kedua pipi Chriss memerah, Ijima tampak imut ketika malu-malu seperti ini, "Se-sejak kapan kau menyukaiku, Ijima?"
Manik mata Ijima melirik kesamping kiri, "Saat aku mengandung Alchyls."
Chriss memeluk Ijima erat, meluapkan seluruh rindunya saat ini, ia senang karna cintanya kini tak lagi bertepuk sebelah tangan.
Ijima kembali ke Kerajaan Neoma saat itu juga, Alchlys yang menunggu kedatangan ayahandanya sampai naik keatas pundak Sam.
"Paman, kapan ayahanda sampai?" tanya Alchlys tak sabar.
"Sebentar lagi, Bersabarlah," balas Sam yang membuat Alchlys mendengus.
Bocah itu menaruh hadiahnya dikepala Sam sejenak untuk membenahkan kerah baju kemudian turun dari pundak Sam setelah itu berlari menuju pintu gerbang dengan tangannya yang memegang hadiah itu.
Alchyls bersorak girang kala kereta kuda milik ayahandanya terlihat, ia langsung memeluk Chriss saat pria itu turun dari kereta kuda bersama dengan seorang wanita cantik.
Alchyls terkejut saat melihat Ijima, "Nona yang waktu itu!"
Ijima berlutut, menyamai tinggi anak itu. Melihat manik mata Alchlys membuatnya menitikan air mata.
"Mulai sekarang, kamu memanggilku ibunda, bukan lagi Nona," ucap Ijima yang membuat Alchyls bingung.
Alchlys menatap ayahnya, "Apa ayahanda menikah lagi?"
Pertanyaan itu membuat Sam melayangkan jitakan ke dahi Alchyls, "Dia ini ibundamu, Ijima Ryoika."
Sesuai dugaan Alchlys belum percaya, "Dia berbeda dari lukisan itu, paman.
"Itu lukisan lama, ibundamu sudah mengalami perubahan besar, apakah kau tidak bisa mempercayainya? Lihatlah bola matanya, bukankah itu mirip denganmu?" Kini Chriss yang angkat bicara.
Alchlys memfokuskan pandangannya, memang benar manik mata itu mirip dengannya, Alchyls menjatuhkan kotak hadiahnya lalu memeluk Ijima dengan erat.
"Ibunda, aku sangat merindukanmu, jangan pergi lagi," isaknya, Ijima mengangguk sambil mengelus puncak kepala anak itu, sesekali ia juga menciumnya karna gemas.
Setelah itu Chriss kembali memasang mahkota yang disimpannya dengan rapi ke atas rambut Ijima, Ijima kini kembali menjadi ratunya.
__ADS_1
Rakyat Neoma bersorak girang, begitu juga dengan anggota kerajaan lainnya. Maki juga hadir ke acara itu, ia turun senang karna pasangan itu kembali.
Kehidupan Chriss berjalan normal, ia semakin semangat menjalankan aktifitasnya didampingi Ijima disampingnya. Alchyls juga lebig serius berlatih seni perang walau tangannya cedera ia tak ingin menyerah begitu saja, ia akan menunjukan pada dunia bahwa dirinya adalah putra mahkota Kerajaan Neoma.