Dewi Dan Pangeran Terkutuk

Dewi Dan Pangeran Terkutuk
19. Raja Kegelapan


__ADS_3

Ijima terbangun diatas lantai dingin berwarna hitam, ia mendudukan diri sambil memijit pelipis menahan pusing yang menyerang.


Dihadapannya ada jeruji besi yang menjulang tinggi dihadapannya, gelap dan suram. Banyak alat eksekusi tergeletak disudut-sudut ruangan itu.


"Dimana aku? Stt—pusing sekali," keluh Ijima.


Tap tap tap


Suara langkah kaki yang begitu asing mulai mendekat, Ijima semakin takut dibuatnya. Dia adalah raja kegelapan, Kasana. Rambut hitam legam serta mata amethyst tanpa semangat terpampang jelas dihadapannya. Pakaian kerajaan yang begitu elegan menambah kesan ketampanan raja tersebut.


"Ijima Ryoika."


Deg


Jantung Ijima berdegup kencang mendengar panggilan itu, aura Raja Kasana tak main-main.


"Perlu apa kau denganku?" tanya Ijima dengan keberanian yang tak seberapa.


"Tentu saja menjadikanmu istriku," balas Raja Kasana enteng.


Menurut berita yang beredar, Raja Kasana memiliki sembilan istri, sebenarnya ia memiliki lebih dari itu namum kebanyakan wanita yang dipersuntingnya dari golongan manusia biasa, sehingga mereka tak mampu menahan aura yang Raja Kasana pancarkan, para wanita itu akhirnya meninggal dan kini hanya tersisa sembilan.


Ijima mendelik tanda tidak setuju, "Aku adalah ratu kerajaan Neoma, tubuh dan ragaku hanya milik Chriss Kodama seorang!" tolaknya dengan lantang.


Tiba-tiba Raja Kasana tertawa keras, "Chriss? Setelah Shwan tiada kau menjalin kasih dengan murid Petapa Putih lainnya?" Ia kembali tertawa seperti mengejek kisah hidup wanita itu, "Lelaki itu bukan apa-apa bagiku, kau tau Ijima? Aku bisa mengendalikan monster Geni karna diriku adalah murid Petapa Hitam yang tersisa. Mudah bagiku membuat monster itu mengoyak tubuh Chriss hingga binasa."


"Jangan macam-macam dengan suamiku!"

__ADS_1


"Menikahlah denganku maka dia akan selamat," tawar Raja Kasana dengan senyum mengembang. Tapi Ijima menolak dengan cepat.


"Lebih baik aku mati daripada menjadi istrimu," ucap Ijima, ia mulai mengeluarkan sihir yang membuat jeruji besi itu hancur, dengan langkah cepat ia mencoba melewati Raja Kasana.


"Kau sungguh menarik, jangan salahkan aku jika tubuh cantikmu tergores." Raja Kasana mengeluarkan sihirnya kemudian mengarahkannya pada Ijima.


Wanita itu mencoba menghindari, ia mengarahkan sihir pelindung ke perutnya agar kandungannya tidak celaka. Pria itu langsung menyadari sesuatu.


"Jadi keturunan Chriss ada didalam perutmu? Aku akan menyingkirkannya," ucap Raja itu dengan santainya. Serangan pria itu semakin mengganas Ijima terus-menerus menghindar sampai tenaganya terkuras.


"Ayolah, matikan anak itu lalu hiduplah dengan bahagia bersamaku." Ijima menggeleng kuat, ia jatuh terduduk dengan nafas memburu serta gaun putihnya yang kusam.


Raja Kasana tak menyiakan kesempatan tersebut, ia mencekik leher Ijima sampai pupil mata wanita itu membulat.


"Ugh—" Ijima kesusahan bernafas, ia memukul lengan pria itu namun tak bergeming sedikit pun.


"Kau memang suka cara kasar, sayangku," bisik Raja Kasana lalu kembali mengeluarkan sihirnya kemudian mengarahkan pada perut Ijima.


"Ini sihir milik Chriss," batin Ijima, ia mengucap terima kasih dalam hati.


Raja kegelapan itu mendengus, "Mengganggu, wadah monster mengganggu!"


Dengan paksa ia memecah perisai itu, dua kekuatan yang saling berbenturan semakin menambah kekesalan Raja Kasana.


Para istri pria itu sampai bingung kenapa penjara bawah tanah begitu ramai.


"Ada apa dengan raja?"

__ADS_1


"Sepertinya calon kali ini bukan wanita biasa."


"Katanya seorang dewi."


"Dewi?!"


Hampir semua istrinya menutup mulut kagum, memang dari dulu Raja Kasana mengincar Ijima tapi Shwan selalu berhasil menggagalkan rencananya.


Prang


Pelindung milik Chriss pecah, dengan gerakan cepat Raja Kasana mendekap tubuh Ijima lalu menghipnotisnya.


"Kau akan menjadi miliku, kita akan membuat dunia dimana hanya dihuni oleh orang-orang kuat," bisik Raja Kasana. Ijima hanya mengangguk dengan tatapan kosong.


Raja Kasana menyuruh Ijima untuk mengikutinya, begitu mereka berdua melewati koridor kerajaan istri-istri Raja Kasana mendekati suaminya untuk meminta penjelasan.


"Raja bukankah dia sedang hamil?" tanya salah satu istrinya.


Raja Kasana mengangguk, "Benar, aku berpikir untuk tidak melenyapkan anak itu karna dia bisa menjadi wadah monster yang bagus."


"Apa anda yakin? Mungkin saat ini raja Neoma sedang menuju kemari."


"Baguslah jika dia menyusul kemari, aku akan langsung membuat monster itu membunuhnya." Istri-istri raja itu sudah tak terkejut lagi, memang suami mereka seperti itu, kejam.


Setelah pembicaraan selesai, ia melanjutkan perjalanan menuju suatu ruangan mewah dengan interior sederhana.


"Pernikahan kita akan diadakan besok, selama itu kau tetaplah diruangan ini," titah Raja Kasana yang lagi-lagi diangguki oleh Ijima.

__ADS_1


Raja Kasana meninggalkan Ijima sendiri disana lalu ia menyuruh penjaga memperketat penjagaan kamar Ijima dan menghilangkan penjagaan digerbang depan. Ia juga menyuruh para dayang menemani Ijima selama ia mempersiapkan pernikahan.


"Aku tidak sabar menunggu kedatanganmu, Chriss," batin Raja Kasana, ia sengaja menghilangkan penjagaan gerbang depan agar Chriss bisa dengan mudah masuk dalam perangkapnya.


__ADS_2