
Setelah dua tahun bersama, Chriss dan Ijima kini memiliki seorang anak perempuan yang mereka beri nama Jeannita.
Chriss tersenyum ketika menyadari bahwa anak keduanya mirip dengan dirinya.
Alchlys terkagum-kagum melihat adiknya, setiap kali ia berada didekat bayi itu, Alchlys tak kuasa untuk tidak mencubit ringan hidung mungilnya, terkadang Chriss memukul tangan Alchlys menggunakan rotan sebagai peringatan. Ya, setelah mendapat sabetan rotan biasanya bocah berusia dua belas tahun itu berlari mengadu pada ibundanya.
"Ayahanda sungguh tidak punya hati!" oloknya, perlu dicatat hanya Alchlys lah yang berani mengolok Chriss setelah Sam. Sepertinya itu karna didikan dari sang kakak.
"Alchyls," panggil Ijima menekan nama anak itu, Ijima juga memperingatkan Alchyls untuk selalu sopan pada siapapun karna dimasa depan dia akan menjadi raja Neoma selanjutnya.
Alchyls diam, kemudian memukul pelan mulutnya menggunakan telapak tangan kanannya. Sakit, tapi ia pantas mendapatkannya.
"Maaf mengangguk waktu anda, Yang Mulia. Saat ini waktunya Pangeran untuk berlatih seni perang," ucap seorang prajurit sambil membungkukan badannya.
Chriss mengangguk paham, "Baiklah, Alchyls sudah saatnya."
Sang pemilik nama tersenyum girang, ia mengecup pipi adik dan ibundanya kemudian melangkah keluar ruangan usai membungkukan sedikit badan ke ayahandanya.
Chriss meminta seorang ahli seni perang untuk mengajari putranya, Alchyls tak mempedulikan cederanya, ia hanya ingin memiliki keahlian diatas ayahandanya.
__ADS_1
"Minggu depan kak Sam akan menikah," ucap Chriss memecah keheningan, ia duduk disamping Ijima yang masih menggendong Jeannita.
"Ya, aku tidak menduga hal seperti ini, aku bahagia karna Maki sudah menemukan pasangan sesuai takdirnya," balas Ijima.
"Benar, akhirnya kak Sam bisa melepas status lajangnya."
Ijima bangun dari tempat duduknya lalu berjalan menuju ayunan kayu yang terpasang didekat ranjangnya, ia meletakan Jeannita yang tertidur di ayunan itu. Ijima kembali duduk didekat Chriss dengan kepala yang ia sandarkan pada bahu suaminya.
"Tinggal menunggu kemajuan hubungan dua pemburu itu," ucap Ijima, tentu Chriss tau siapa orang yang dimaksud permaisurinya.
👑
Acara pernikahan Sam dan Maki digelar sangat meriah, para penjabat diberbagai penjuru kota datang, karna terlalu ramai, Ijima tak mungkin membawa anaknya yang masih kecil, ia menitipkan putrinya serta Alchlys kepada dayang Annie.
Sam tampak kesal karna dirinya dilempari sekuntum bunga dari tadi, Maki hanya tertawa pelan melihatnya. Ini memang sudah ciri khas kerajaannya, jadi mau bagaimana lagi.
Ijima mengedarkan pandangannya, ia tidak melihat tanda-tanda kehadiran Awldo dan Anya, seingatnya Sam mengundang mereka juga.
"Apa yang kamu pikirkan, Ratuku?" tanya Chriss setelah melihat istrinya yang tampak kebingungan.
__ADS_1
"Awldo dan Anya, apa mereka tidak datang?"
"Kurasa mereka datang, bukankah sangat memalukan jika seorang raja tidak menghadiri undangan seperti ini."
Wanita itu mengerti, Ijima mengenyahkan pikiran itu lalu mulai fokus pada acaranya.
"Dengan ini saya nobatkan Sam Kodama sebagai raja Kerajaan Helios!"
Suara tepuk tangan serta sorakan menggema, melihat kakaknya yang berpegangan tangan dengan Maki seperti pasangan burung merpati itu membuatnya tertawa geli. Padahal Sam sendiri yang bilang bahwa dirinya tidak tertarik menjadi pemimpin.
Sedangkan di taman sebelah kiri Kerajaan Helios, Awldo sedang membenahkan sepatu Anya yang lepas. Penampilan pemburu itu sangat berbeda dari biasanya. Jika ia biasa menggunakan setelan hitam sekarang ia memakai gaun dengan beraneka pernak-pernik. Oh, setelah ini ia ingin sekali memaki Ijima, karna wanita itu yang memilih pakaian terkutuk ini.
"Selesai, apa kakimu terkilir?" tanya Awldo sambil memandang Anya.
Anya terkesima dengan ketampanan Awldo, pria itu adalah satu-satunya raja yang mampu memikatnya.
"Tidak, terima kasih. Yang Mulia." Anya sedikit berlutut kemudian mengecup bibir Awldo singkat, ketika dirinya ingin melarikan diri Awldo sudah lebih dulu menariknya kemudian sebuah benda kenyal menempel di bibir gadis itu. Ya, Awldo membalas perbuatan Anya.
"Aku tidak bisa menunda lebih lama! Aku menyukaimu, jadilah istriku, Anya," pinta Awldo yang membuat Anya mematung.
__ADS_1
"Baik, kuharap kau tidak menyesali perkataanmu itu."
"Tidak akan," ucap Awldo kemudian kembali mencium Anya, mereka malah menghabiskan malam ditaman itu tanpa menghadiri pestanya.