Dewi Dan Pangeran Terkutuk

Dewi Dan Pangeran Terkutuk
17. Ijima Diincar?


__ADS_3

"Anya!" panggil Ijima kemudian memeluk gadis pemburu itu untuk melepaskan rindu.


Anya tersenyum lalu membalas pelukan temannya, ia baru bisa berkunjung setelah misinya selesai.


"Aku merindukanmu, sungguh," ucap Ijima berkaca-kaca.


Anya melepas pelukan Ijima lalu mengelus puncak kepala wanita itu, "Hei, kau sudah mau menjadi ibu tapi lihat kelakuanmu, manja sekali," balas Anya gemas.


Mereka berdua tertawa bersama sebelum pergi menuju taman kerajaan, Ijima meminta para dayang untuk menyediakan teh dan camilan.


Anya melepas cadar transparannya, ia menghirup udara dengan tenang, "Waktu berjalan begitu cepat, aku tak menyangka sekarang kau sedang berbadan dua, Ijima."


"Ya, waktu terus berjalan, tak peduli jika makhluknya sedang meratapi kepedihan atau tidak," balas Ijima.


"Hei Ijima, apa kau sudah melupakan Shwan?" tanya Anya, mata hitam gadis itu menatap lekat Ijima.


Ijima mendengus pelan, "Shwan pemegang tahta tertinggi dalam hidupku setelah Ayah, ibu dan dewi Emina, mana mungkin aku melupakannya, Anya."


Anya paham jika Ijima masih sangat mencintai mantan kekasihnya, namun apa boleh buat peperangan itu telah merenggut nyawa Shwan sehingga Ijima merasakan rasa bersalah yang teramat dalam.


Tak lama kemudian para dayang datang untuk menyajikan pesanan ratunya tadi, mereka berdua menikmati acara minum teh tanpa sepatah kata pun.


Cantik, cantik sekali.


Anya melirik tajam kearah semak mawar, para pemburu dikenal dengan pendengaran yang tajam. Anya yakin ia tak salah dengar, suara itu terdengar jelas ditelinganya, tapi ia tak melihat siapapun.


Dia miliku, dia permaisuriku.


Lagi. Suara itu terdengar lagi, apa ada yang mengincar Ijima? Anya mengamati Ijima dari ujung rambut sampai setengah badan, ya. Walaupun Ijima berbadan dua, hal itu tak menghilangkan kecantikanya.


"Gawat, ini tak boleh terjadi, suara itu bukan manusia biasa, kurasa raja kegelapan sedang mengincarnya," batin Anya yang berusaha tetap tenang. Ia tak mau Ijima cemas dan berakhir khawatir.

__ADS_1


"Ijima, dimana aku bisa menemui Tuan Sam?" tanya Anya.


Ijima meletakan cangkir teh diatas meja, "Sepertinya dia ada diruang baca karna Chriss sedang ada tamu jadi dia tidak bertugas."


"Antarkan aku keruangan itu."


"Memangnya kamu ada perlu apa dengan kakak Sam? Oh—atau kamu menyukainya?"


Anya menepuk jidat saking gemasnya, "Jangan banyak bicara, antarkan saja aku kesana."


Ijima menutup mulutnya tak percaya, Anya hanya tersenyum kaku sepertinya wanita itu sudah salah paham.


"Baiklah, ayo-ayo kamu harus mengungkapkan perasaan." Ijima beranjak lalu menarik tangan Anya menuju ruang baca, ia mengetuk pintu berwarna emas dengan ukiran bunga disekelilingnya, setelah dipersilahkan masuk. Ijima mendorong Anya masuk kedalam lalu menutup pintu itu, Ijima lebih memilih menguping dari luar.


Gadis pemburu itu menghela nafas gusar, ia menyihir ruangan itu supaya kedap suara sehingga Ijima tak bisa menguping pembicaraanya dengan Sam.


"Tuan Sam, maaf mengganggu waktu anda, ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan anda," ucap Anya dengan suara gemetar.


Sam menyuruh Anya untuk duduk dikursi panjang yang tersedia diruangan itu, mereka duduk berdampingan karna kursi diruang baca hanya tersedia satu.


"Ijima, Ada yang mengincar temanku," ucap Anya khawatir.


"Dari dulu memang Ijima menjadi incaran para pemuda, jadi apa masalahnya?"


"Raja kegelapan, aku yakin sekali suara itu miliknya. Dia sepertinya mengincar Ijima."


Sam melihat manik mata onyx milik pemburu itu, ia ingin mengatakan bahwa ucapannya itu hanya sebuah bualan, tapi Anya adalah pemburu kelas atas dimana kemampuannya sudah diatas rata-rata.


"Baiklah, aku akan menjaga adik iparku jadi kau tak perlu khawatir."


Dilain sisi, Awldo secara terang-terangan menyatakan lamarannya pada Ijima didepan Chriss, rahang lelaki itu mengeras tanda kesal.

__ADS_1


"Jangan karna kau pemegang tahta Celosia membuatmu jadi bertindak semaunya, Ijima masih menjadi istriku!" tolak Chriss mentah-mentah.


"Aku akan menunggu sampai kalian berpisah, aku yakin Nona tidak akan menolakku karna aku adalah saudara tuan Shwan," ucap Awldo percaya diri.


Bug


Tanpa sadar Chriss meninju rahang Awldo hingga laki-laki itu memundurkan badannya.


"Kau hanya anak angkat!" cibir Chriss, masa bodoh dengan tata krama pada tamu.


"Kau juga seorang pembunuh, kau sudah membunuh tokoh utama dalam skenario kehidupan Nona!"


"Tutup mulutmu, Awldo! Prajurit! Bawa keluar Raja Celosia dari kerajaan ini!" titah Chriss yang sudah tersulut emosi.


Para prajurit yang mendapat perintah lalu mengusir Awldo dari ruangan itu, sebelum ia benar-benar keluar Awldo membisikan sesuatu yang membuat Chriss semakin geram.


"Aku akan merampas Nona dari kehidupanmu," bisik Awldo dengan smrik.


Chriss mengobrak-abrik isi ruangan itu, monster yang ada ditubuhnya hampir mengendalikannya, Chriss memilih keluar dari ruangan itu lalu menuju kekamarnya dengan tergesa-gesa. Ketika hendak membuka gagang pintu, sebuah tangan memegang lengan Chriss.


Lelaki itu menoleh mendapati Maki disebelahnya, "Aku datang berkunjung walau kau tak mau menemuiku lagi aku tetap Kyaa—"


Chriss menarik lengan Maki masuk kedalam kamar, ia tengah frustasi bercampur dengan amarah yang membuatnya tak bisa berpikir jernih.


Tak selang lama, Chriss melakukan hubungan intim dengan Maki dimana hal itu hanya boleh ia lakukan dengan Ijima, Maki tidak menolak ia malah berharap bisa mengandung anak dari Chriss sehingga laki-laki itu mau menikahinya. Sungguh cara yang rendahan.


Ijima yang tak sengaja melihat adegan itu terkejut bukan main, ia awalnya hendak istirahat karna bosan menunggu Anya yang tak kunjung keluar dari ruangan baca tapi ia malah melihat adegan panas itu, seketika Ijima memegang perutnya yang mulai sedikit membuncit.


"Maki lah yang pantas melahirkan pewaris Neoma tapi kenapa Raja Kodama memintaku melakukan hal itu," batin Ijima yang merasakan sakit teramat sangat.


Ijima memilih menjauh, pergi kembali keruang baca barangkali Anya sudah selesai, Ijima menahan air matany agar tidak jatuh, ia tak mau Anya mengetahuinya walaupun insting gadis itu kuat.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa Chriss melakukan itu? Kukira dia bisa menerima kehadiranku sebagai pengganti Maki, begitu juga sebaliknya namun ternyata salah, Maki tetap menjadi pemenang dihatinya," batin Ijima, ia merasakan gemuru emosi yang tak bisa ia tahan, ia berusaha sekuat mungkin untuk tidak menampakan emosinya, jadi mengurungkan niatnya untuk menemui Anya. Ijima meminta dayang Annie untuk menemaninya bersantai di gazebo taman.


Bahkan setelah Anya pamit pulang, Ijima masih berada disana, ia tak menggubris perkataan dayang Annie yang menyuruhnya untuk masuk.


__ADS_2