DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI

DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI
Kecewa


__ADS_3

"Airin, cepat lah kemari, saya mau berangkat kerja". Suara teriakan Hardi di lantai bawah.


"Kemana dia, ga kelihatan batang hidung nya" batin Hardi.


Beberapa kali mencoba memanggil, masih tetap sama, istri nya tidak kunjung datang.


Akhir nya Hardi memutus kan untuk menyusul nya ke kamar, ia akan segera berangkat kerja, jika ia menunggu lebih lama lagi, ia akan terlambat.


Hardi sudah sampai persis di depan pintu kamar nya, tak perlu menunggu lama lagi. Gagang pintu yang menempel di pinggiran pintu, ia genggam lalu di ayun kan ke bawah.


Hardi menatap ke arah Airin, dan ternyata apa yang dia dapat, istri nya masih leha-leha di ranjang.


Hardi mencoba tidak memancing keributan, ia tidak ingin berdebat dengan wanita yang baru saja di nikahi nya.


Hardi mendekati Airin, lalu duduk di samping nya.


“Rin, Saya mau berangkat kerja, tidak ada kah ke inginan kamu sedikit saja untuk mencium tangan ku terlebih dahulu". Seru Hardi.


Airin malah berlaku acuh se olah-olah tidak mendengar apa yang di kata kan suami nya.


Tak ada respon dari istri nya, Hardi sedikit kesal ia mengambil paksa hp milik Airin yang berada di genggaman nya.


“Kamu apa-apa’an sih mas? Ganggu kesenangan aku aja tau ga!. Kesal Airin.


“Apa kamu bilang ganggu? Kamu yang apa-apa’an, bukannya pagi-pagi buatin sarapan ke atau apa! layanin suami, sebelum berangkat kerja, tapi ini malah masih maen hp." Hardi terlihat sangat marah


“Aku ini istri kamu mas, bukan pembantu kamu, kalau kamu mau sarapan buat saja sendiri!” ketus Airin.


Pertengkaran pun tak terhindarkan lagi di pagi hari itu.


Padahal pernikahan Airin dan Hardi baru berjalan satu bulan.


Dengan kedongkolan hati nya, Hardi angkat kaki dari kamar dan meninggal kan Istri nya yang tidak tahu diri itu.


Langkah kaki nya begitu cepat mengantar kan nya ke garasi mobil yang ada di halaman rumah baru nya.


Hardi langsung masuk ke dalam mobil, lalu membelah jalanan dan berlalu dari tempat itu.


Sepanjang perjalan, Hardi mengoceh di dalam hatinya. Ia benar-benar Tidak habis pikir melihat tingkah laku istrinya seperti lajang.


Sedangkan di rumah, Airin masih berlaku konyol seolah-oleh tidak terjadi apa-apa.


Airin memungut hp milik nya kembali yang sempat suami nya lempar ke arah kursi untuk bermain game online.


"Untung saja tidak rusak, memang nya mau ganti apa" batin Airin.


Airin soelah melupa kan status nya saat ini yang bergelar sebagai istri.


Hardi tidak pernah tau jika istrinya kecanduan game online.


Hardi sendiri mengenal Airin baru beberapa beberapa bulan ini.


Mereka di jodohkan oleh kedua orang tua mereka.


Namun semenjak pertama bertemu kedua nya saling jatuh cinta pada pandangan pertama.


Akhirnya mereka setuju untuk di jodoh kan dan pernikahan pun terjadi, Maka dari itu keduanya tidak saling mengenal satu sama lain lebih dalam nya.


...


Ketika menjelang sore akhirnya sudah waktu nya pulang, pekerjaan hari ini telah rampung di selesai kan.


Hardi menyempat kan mampir ke toko bunga membeli setangkai mawar putih untuk istrinya, sebagai tanda maaf dia perihal tadi pagi.


Hardi memarkir kan Mobil nya tepat di depan toko buka yang dekat dengan kantor nya.


Beliau turun dari mobil, lalu melihat-lihat banyak sekali bunga yang terpajang di tempat itu.


Hardi sedikit kebingungan, Bunga yang seperti apa yang akan ia beli, padahal sebelum nya ia sudah merencana kan beli mawar putih, namun ketika berada di toko nya, berubah total tidak jadi memilih mawar putih.


Se orang pegawai toko bunga,memperhati kan gerak gerik Hardi.


Tanpa di suruh pun, pegawai toko bunga tersebut menghampiri Hardi.


"Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu?. Tanya Pegawai toko bunga.


Hardi melihat ke arah sumber suara yang berada di belakang badan nya.


"Oh, iya ini, mmmm." Ucapan Hardi sedikit terpotong karena lagi memikir kan sesuatu.


"Jadi gini mba, saya mau beli bunga, buat istri saya, bisa tolong di bantu reques apa?


Pegawai tersebut mengangguk dan mengerti aoa yang di kata kan Hardi.


"Tunggu sebentar ya pak, Saya ambil kan dulu."


Pegawai toko kembali ke dalam dan mengambil kan pilihan nya, sementara itu Hardi masih melihat-lihat bunga yang lain.


Beberapa saat menunggu, pegawai toko pun, membawa sebuah bucket bunga mawar putih yang sangat indah.


"Ini pak, siapa tau suka! Biasa nya banyak sekali pasangan yang membeli bucket bunga ini." Tutur pegawai toko.


Hardi menerima bunga yang di tunjukan pegawai tersebut.


Hardi pun tertarik untuk membeli nya.

__ADS_1


"Ok, saya tertarik. Saya ambil yang ini saja."


Pegawai toko nya sangat puas, pilihan nya di terima dengan baik oleh customer nya.


Setelah menyelesai kan pembayaran, Hardi kembali pulang ke rumah.


Hanya memerlukan waktu setengah jam perjalanan dari toko bunga untuk sampai depan rumah nya.


Mobil yang di bawa Hardi pun telah terparkir rapih di garasi rumah baru nya.


Hardi sudah tidak sabar untuk memberi kan bunga mawar tersebut.


Dengan wajah nya yang sangat sumringah, ia pun turun dari mobil, dan berjalan menuju pintu utama.


Hardi mendorong benda yang menghalangi jalan masuk ke rumah nya.


Hardi langsung mencari keberadaan Airin.


"Airin mana, ga kelihatan batang hidung nya." Batin Hardi.


"Rin..."


"Airin..."


"Sayang aku pulang."


Hardi mencoba memanggil namun tidak kunjung ada jawaban sama sekali.


"Kemana dia."


Hardi melanjut kan langkah nya menuju kamar tempat ia tidur bersama Airin.


Ketika baru saja membuka pintu kamar, Hardi di perlihat kan dengan pemandangan yang sangat tidak mengenak kan.


Lagi-lagi Ketika pulang bukannya di sambut hangat.


Malah mendapat istrinya tertidur pulas dan masih terbalut selimut.


Hardi sedikit penasaran, apa yang membuat istri nya lupa akan setatus ia sekarang.


Mata Hardi tertuju pada sebuah benda yang berada tidak jauh dari Airin.


Hardi mengambil Hp Airin, dan ingin mengetahui apa yang membuat nya seperti ini.


Hardi mencoba melihat isi di dalam Hp istri nya, dari mulai wa, ig, fb, semua nya ia cek, dan tidak ada sama sekali kecurigaan.


Hardi mulai melihat history yang di gunakan Airin terakhir kali nya, namun yang ia lihat hanya aplikasi game online yang ia guna kan.


Hardi mencoba melihat aplikasi apa saja yang terpasang di Hp milik istri nya, dan ternyata banyak sekali aplikasi game online yang terpasang, dan bahkan setahu Hardi, Game nya berbayar semua.


...


Dalam situasi seperti ini, Hardi ingin sekali di temani istri nya namun ke inginan hanya lah ke inginan, tidak bisa memaksakan sesuai fakta.


Ia turun ke lantai bawah dan menuju dapur, di saat itu Hardi menyimpan harapan, jika Airin sudah menyiap kan makan untuk nya yang tersimpan di meja makan.


Tiba lah Hardi di dapur, tak purlu menunggu lama lagi, ia langsung duduk di kursi meja makan.


Ketika ia membuka penutup makanan, ia tidak menemukan apa-apa. Lagi-lagi Hardi di buat kecewa oleh nya.


Hardi tidak ingin bertengkar lagi dengan istrinya.


Hardi mencoba untuk bersabar. Dia berniat untuk memasak mie instan saja.


Ia mulai mencari Mie yang akan ia masak, namun tidak ada satu pun yang ia temu kan, bahkan di kulkas tidak ada yang bisa di makan sama sekali.


Hardi baru seminggu tinggal ber dua dengan Airin.


Sebelumnya Hardi tinggal di rumah orang tua nya, sambil menunggu renovasi rumah nya selasai.


Setelah pisah rumah, Hardi pun mempercayakan istrinya untuk berbelanja semua kebutuhan selama satu bulan kedepan, namun yang di dapat malah seperti ini.


Istrinya sama sekali tidak berbelanja untuk memenuhi semua kebutuhan rumahnya.


"Dia kenapa sih, bahkan bahan makanan pun kosong, tidak ada sama sekali yang bisa di makan, yang bisa di masak." Batin Hardi.


Hardi benar-benar lagi di puncak kemarahan.


Hardi memutus kan untuk kembali ke kamar, langkah kaki nya pun sedikit cepat.


Tepat lah Hardi di depa pintu kamar nya.


Bruk...


Tendangan kaki Hardi, memental kan pintu yang tidak bersalah ke dinding tembok.


Hardi menghampiri Airin, yang masih saja terlelap.


“Airin bangun kamu? Airin cepat bangun!” teriak Hardi.


Hardi mebuka selimut yang menempel di tubuh Airin dengan paksa.


Karena guncangan yang sangat kencang, akhir nya Airin terbangun dari tidur nyenyak nya.


Lagi-lagi, ia tidak merasa bersalah sedikit pun.

__ADS_1


“Kamu sudah pulang mas, ini sudah sore mas, ya ampun ko bisa ketiduran, nanti bisa-bisa aku ketinggalan skor. Kalah sama orang dong! Celoteh airin.


“Cukup Airin, kamu tidak bisa seperti ini terus!” Bentak Hardi.


"Kamu apa-apaan sih mas! Pulang kerja marah-marah ga jelas.”


Airin tidak pernah mengerti yang dia lakukan itu salah besar.


Airin hanya seperti anak gadis yang bebas melakukan apa saja yang dia suka.


plak... tamparan pun mendarat di pipi Airin.


Hardi benar-benar tidak bisa menahan amarahnya.


“Aw... Sakit mas, aku akan adukan ini semua ke orang tua aku ya!, kamu sudah melakukan kdrt sama istri kamu sendiri”. Sambil memegang pipi yang di tampar hardi.


"Rin, kamu sadar ga sih! Apa yang kamu lakukan ini salah besar, dari aku berangkat kerja, sampai aku pulang kerja, kerjaan kamu apa di rumah hanya tidur saja! Bahkan aku kelaparan saja, tidak ada satu pun yang bisa aku makan."


Airin balik memarahi Hardi.


"Ya ampun Mas, perihal kamu mau makan saja, kamu sampai hati nampar aku, kamu udah besar, kamu bisa pesen makanan sendiri, masa aku yang harus pesenin sih." Suara Airin sedikit tinggi.


"Rin, aku suami kamu, apa salah aku ingin di layanin sama kamu."


"Mas, aku ini istri kamu, kamu harus mandiri dong, jangan seperti anak kecil."


Kemarahan Hardi tidak bisa terkontrol lagi, ia kembali membanting Hp milik Airin, sampai Hancur berkeping-keping.


Airin sangat tidak terima atas apa yang di lakukan Hardi.


Airin mendorong suaminya ke luar kamar sehingga membuat Hardi terjatuh.


Airin menguncikan pintu kamar nya, lalu dia pun menangis, tetapi sedikit pun tidak menyadari kesalahan nya.


Airin menelphone orang tua nya.


Tut..tut..tut..


Telephone pun nyambung, lalu beberapa detik kemudian ada yang menjawab telephone Airin.


"Hallo, dengan siapa ini." Tanya Bu Vera (Mama Airin)


Airin memang menelphone pake telephone Rumah, karena Hp nya sudah hancur di banting suami nya.


"Mah, ini Airin."


"Loh, Airin. Kamu kenapa nangis."


Bu Vera sangat khawatir, ternyata Airin yang menelphone apalagi terdengar Airin terisak nangis.


"Mah, Hardi menampar ku, bahkan Hp aku saja hancur di banting Hardi, aku ga tau salah ku apa."


Dia mengadukan semua yang di lakukan Hardi pada nya.


Orang tuanya begitu sangat marah apa yang Hardi lakukan kepada putri semata wayang nya.


"Apa, Hardi menampar kamu, Mama ga terima jika putri Mama di perlakukan seperti ini, kamu tenang saja, Mama akan bicara kan dengan orang tua nya, biar suami kamu di nasehatin."


"Iya Mah, makasih ya."


Setelah beberapa kali pengaduan, pembicaraan pun di akhiri dan di tutup.


Setelah mendapat telephone dari Airin, Orang tua nya langsung mendatangai rumah kediaman orang tua Hardi.


Mereka mengadu apa yang Hardi lakukan kepada Airin. walau pun orang tua Airin belum tau permasalahan yang sebenarnya.


Tok... tok... tok.


Beberapa saat menunggu pintu pun di buka.


Bu Mayang melihat besan nya bertamu, membuat ia sangat senang, tak lupa juga memberi kan sambutan yang sangat baik.


"Eh, Jeung. Apa kabar? Ayo masuk." Bu Mayang (Ibu nya Hardi) mempersilah kan besan nya masuk ke dalam Rumah.


Bu Vera masuk ke dalam Rumah setelah di persilah kan masuk oleh tuan Rumah nya.


Di Rumah nya hanya ada Bu Mayang, suami Bu Mayang belum pulang kerja.


Begitu juga dengan Bu Vera, ia ke rumah besan nya sendirian, tidak dengan suami nya.


"Jeung, Saya tidak terima ya, jika anak saya di perlakukan tidak baik oleh anak jeung."


Belum juga duduk, Bu Vera sudah to the point.


Jelas saja, membuat Bu Mayang sedikit kebingungan, atas apa yang di kata kan Bu Vera.


"Maksud nya apa Jeung, saya tidak mengerti."


"Itu si Hardi, nampar Airin, tadi si Airin telephone saya."


Bu Mayang tidak percaya Anak nya bisa berlaku kasar sama perempuan, Hardi Anak yang sangat baik.


"Ga mungkin jeung, ga mungkin Hardi seperti itu, Saya tau anak saya."


Bu Vera sangat berusaha meyakini besan nya agar percaya.

__ADS_1


Orang tua Hardi sangat tidak menyangka anak nya bisa melakukan ini, padalah Hardi adalah sosok yang lemah lembut dan bijaksana, Kenapa sekarang bisa seperti ini.


Orang tua hardi ingin mendengar akar permasalan yang mereka hadapi agar tidak ada kesalah pahaman dari dua belah pihak dan bisa mengambil keputusan untuk mendamai kan mereka kembali.


__ADS_2