DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI

DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI
BAB 12. PERTEMUAN DENGAN HARDI


__ADS_3

Baru saja santi mau rebahan setelah perjalanan yang cukup jauh. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Santi pun tidak menunggu lama lagi takut nya tuan dan nyonya sedang istirahat dan tidak mendengar nya.


Setelah membuka pintu santi begitu kaget melihat kedatangan airin dan hardi. Santi tidak menyangka akan secepat ini bertemu dengan suami nya itu. Mereka saling menatap satu sama lain. Dan airin mengagetkan kedua nya.


"ekhem" airin sedikit berdehem. Namun tidak ada rasa kecemburuan nya yang timbul bahkan tidak ada kecurigaan sama sekali terhadap mereka.


"loh san, kamu disini! Kapan kesini nya?" tanya airin.


"baru saja sampai, baru mau rebahan sudah di ganggu aja" celoteh santi.


Santi juga akhir nya mempersilah kan mereka masuk. Airin dan santi juga saling curhat kegitan keseharian nya selama ini.


"san, apa suami kamu mengizinkan kamu tinggal di sini" sontak secara spontan hardi sangat gelagapan. Hardi tidak ingin rahasia nya terbongkar. Apalagi airin sudah berubah demi diri nya. Jika harus memilih detik ini juga hardi akan men talak santi. Namun itu semua harus di belakang airin.


"aku tidak tau suami ku kemana, dia meninggal kan aku begitu saja tanpa kepastian" sambil terisak nangis. Walau bagai mana pun santi masih punya hati yang akan bisa terluka.

__ADS_1


Airin pun memeluk santi agar bisa tenang. Airin juga ikut merasakan kesedihan santi. Airin tidak bisa membayang kan jika dirinya berada di posisi santi.


Setelah setengah jam mereka mengobrol nyonya ervan pun turun dan menghampiri airin, santi dan hardi.


"hay sayang, kapan datang?" tanya nyonya ervan. Tanpa menunggu lama airin pun langsung memeluk ibu nya. Dan airin juga menceritakan selama liburan ke luar kota. Walaupun airin sudah sedikit bercerita lewat telephone namun airin mengulang semua nya cerita yang mereka lalui seolah-olah belum tau apa-apa.


Nyonya ervan akhir nya memberitahu airin jika santi saat ini sedang hamil. Makanya santi di bawa ke rumah nya. Sebab di rumah santi tidak ada siapapun yang menjaga nya. Terlebih suami nya sudah mencampakan santi.


Tiba-tiba hardi begitu kaget mendengar penuturan mertua nya itu. Jika santi sedang hamil. Yang artinya adalah anak kandung nya sendiri. Hardi merasa bersalah dengan santi telah mencampakan nya. Namun hardi juga tidak bisa berbuat apa-apa. Jika mengaku di depan semua orang. Hardi akan kehilangan orang yang dia sangat cintai. Kali ini hardi benar-benar sangat bingung. Hardi tidak menyangka santi akan secepat ini hamil.


Jika waktunya aman hardi akan membicarakan semua nya dengan santi.


"rin, kalau kamu mau menginap sehari juga tidak apa-apa koq"


Ketika mendengar penuturan hardi. Memang benar airin begitu senang jika kali ini hardi yang meminta bermalam di rumah orang tua airin.

__ADS_1


Hardi juga tidak ingin berlama-lama melihat airin. Akhir nya hardi meminta izin untuk beristirahat di kamar.


Tak terasa hari sudah magrib. Santi juga meminta izin ke semua yang ada di ruang tengah untuk menunaikan ibadah shlat magrib. Setelah itu santi mempersiapkan makan malam untuk sekeluarga. Walaupun sedang hamil namun santi juga harus tau diri untuk bantu-bantu di rumah majikan ibu nya. Walaupun tuan dan nyonya melarang santi untuk melakukan pekerjaan rumah. Dan mengajak nya ke rumah nya pun bukan sebagai pembantu melain kan sebagai anak nya sendiri. Namun santi sangat tidak enak jika hanya menumpang saja.


Ketika santi mau ke dapur tiba-tiba berpapasan dengan hardi. Dan mengepal kan sepucuk surat untuk nya. Santi tidak ingin ada kecurigaan, santi pun balik lagi ke kamar untuk membaca surat dari hardi. Yang isi nya. Bahwa hardi akan menunggu nya di luar rumah setelah airin tertidur.


Santi harus mencari alasan jika nanti nya harus ke luar rumah namun tidak di curigai semua orang.


Setelah selesai membaca surat tadi. Santi balik lagi ke dapur di mana ada nyonya ervan juga yang sedang memasak makan di dapur.


"loh kamu ngapain ke sini" tanya nyonya ervan


Santi menjelaskan jika diri nya ingin membantu memasak sebab santi tidak enak jika hanya beediam diri saja.


Awal nya nyonya ervan tidak ingin santi membantu nya di dapur. Sebab nyonya ervan sendiri membawa santi ke rumah nya bukan di jadikan sebagai pembantu tetapi untuk menjaga nya. Namun akhir nya nyonya ervan mengizinkan santi membantu memasak dengan syarat tidak terlalu cape agar kandungan nya baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2