DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI

DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI
BAB 29. KEMARAHAN NYONYA ERVAN


__ADS_3

"Dari mana kamu?" pekik nyonya.


Dengan sedikit nada tinggi.


"Saya tidak suka, jika ada orang rumah, pergi ke luar begitu saja, tanpa izin dari saya" ketus nyonya.


Seperti nya nyonya Ervan, memang tidak suka jika Santi, ke luar masuk begitu saja.


Santi hanya bisa mematung, ia semakin bersalah, padahal dia juga tidak menginginkan sakit, lalu ke luar rumah begitu saja.


"Maaf jeung, santi baru saja dari rumah sakit, tadi katanya kepleset, perut nya kesakitan" timpal Mama Hardi.


Orang tua Hardi, semakin khawatir jika Santi, harus lama-lama tinggal di rumah besan nya itu


"Loh, kok bisa tau kepleset, tau dari mana?" Ujar Nyonya Ervan.


"Tadi kami kesini, tiba-tiba melihat Santi tergeletak, karena panik kami terburu-buru ke Rumah Sakit" gumam ibu hardi.


Nyonya Ervan, marah karena Rumah nya, dalam ke adaan tidak di kunci, sedangkan di rumah nya tidak ada siapa-siapa.


Santi sangat bersalah, gara-gara tidak sadar kan diri, rumah nyonya Ervan tidak di kunci, untung saja tidak ada orang yang masuk. Tidak lupa juga Santi meminta maaf, walau bagai mana pun tetap merasa bersalah.


"Saya, minta maaf nyonya" dengan sedikit menundukan kepala.


Nyonya Ervan, meninggal kan Santi dan besan nya itu di luar Rumah, bahkan hanya sekedar basa-basi untuk menyuruh masuk dulu tidak ia ucap kan. Nyonya Ervan, masuk ke dalan Rumah, dengan sedikit kekesalan yang masih menguasai diri nya.


Orang tua Hardi pun, berpamitan pulang, mereka juga tidak enak hati setelah kejadin ini.


"Ibu sama Bapak, pamit dulu ya, salam buat mama nya Airin" Berpamitan pulang.


"Terima kasih sudah menolong saya,Santi minta maaf sudah buat masalah" dengan mimik muka yang sangat sedih.


Orang tua Hardi, hanya tersenyum dan tanpa menjawab ucapan Santi.

__ADS_1


Setelah mengantar kan ke depan gerbang luar, Santi terburu-buru masuk dan menghampiri Nyonya Ervan yang masih marah.


Nyonya Ervan, terlihat lagi memainkan HP nya sambil duduk di sofa dan sedikit menyilangkan kaki nya.


"Nyonya, sekali lagi Santi minta maaf" Meminta maaf kembali.


Nyonya Ervan, cukup lama terdiam, Santi bingung harus bagai mana lagi, posisi saat itu serba salah, ingin pulang ke Rumah Santi pun tidak mungkin, akan menimbul kan masalah baru, jika masalah nya tidak di selesai kan terlebih dulu.


"Ya sudah, jangan di ulangin lagi" terang Nyonya Ervan.


Santi sedikit lega, nyonya Ervan sudah memaaf kan nya. Walaupun harus sedikit menunggu.


...


Santi, meninggal kan Nyonya Ervan yang masih duduk di kursi, Santi melanjut kan pekerjaan nya, walau pun ia sendiri lagi kurang vit.


Tidak lupa juga, Santi menyiap kan makan siang untuk Nyonya Ervan.


Santi, duduk sebentar, seperti nya ia sangat kelelahan, bahkan perut nya sedikit keram, santi buru-buru minum obat yang di resep kan dokter tadi.


Baru saja membuka kunci layar HP, rupa nya ada chat dari ibu nya Hardi.


Isi chat nya....


"Santi, bagai mana sekarang? sudah enakan." ibu Hardi.


Seperti nya Santi, sudah nyaman dengan ada nya perhatian dari Ibu nya Hardi, ia sangat senang di perhati kan seperti ini.


Walau pun ayah dari anak yang di kandung nya tidak perduli, namun masih ada nenek nya yang masih perduli. Santi sangat bersyukur, Alloh sudah mengirim kan malaikat penolong saat ini.


Santi berlarut-larut lumayan cukup lama dalam dunia HP nya, sampai lupa sayuran yang di masak tadi belum di pindahin ke mangkok sayur.


Santi baru sadar ketika nyonya Ervan mau makan, ia buru-buru mindahin sayur tadi ke mangkok lalu menyimpan nya di meja makan.

__ADS_1


Lalu santi pun berpamitan untuk ke kamar dan membiar kan nyonya Ervan makan sendiri di meja makan.


...


Hardi, tiba-tiba jadi teringat Santi yang tergeletak pingsan, ia juga sempat berfikir, ia sudah jahat kepada nya, ia menikahi secara siri, lalu meninggal kan nya dalam ke adaan hamil.


Santi wanita baik-baik tetapi Hardi telah membuat hidup nya menderita, padahal ibu nya tidak mengingin kan mencerai kan Santi, namun Ibu nya mengingin kan Hardi, berlaku jujur kepada Airin, mau bagai mana pun masalah nya timbul berawal dari Airin dan Hardi. Sedang kan Santi hanya jadi korban nya.


...


Hardi mencoba menghubungi Airin, namun HP nya tidak aktif, ia berencana akan makan siang di rumah, kerjaan nya pun tidak konsen, pikir nya mungkin jika bertemu Airin akan sedikit mengurangi beban fikirn nya saat ini.


Hardi ke luar kantor dan masuk mobil milik nya, lalu membelah jalan menuju rumah nya.


...


Beberapa saat kemudian, mobil milik nya telah memasuki gerbang rumah, ia melihat bagasi mobil nya kosong, dan mobil Airin pun tidak ada, Hardi masuk ke dalam rumah dan mulai mencari-cari Airin, namun di rumah nya tidak ada Airin.


Hardi mulai menanyakan keberadaan Airin, kepada pembantu rumah nya, namun pembantu nya pun tidak mengetahui keberadaan istri nya itu.


Hardi mulai curiga jika istri nya sedang bersama sahabat nya.


Hardi terlihat sangat marah, Airin tidak mendengar kan apa yang di kata kan suami nya. Airin malah nekat pergi bersama sahabat yang menyesat kan menurut Hardi.


Akhir nya ia makan siang sendiri tanpa istri nya, ia juga tidak berencana kembali lagi ke kantor, Hardi menghabis kan waktu nya di kamar sendirian sambil merenung mengapa pernikahan nya jadi seperti ini.


Sedangkan Airin sedang asyik menghabis kan waktu bersama sahabat nya, ia juga sudah berani meminjam uang kepada tiara, untuk biaya liburan sehari nya itu belum lagi meminjam untuk beli bensin kepada Santi tanpa memikir kan apakah Santi mempunyai pegangan uang lagi apa tidak.


Airin juga berencana akan pulang sebelum jam kantor, tiara pun menyetujui nya, namun siapa sangka justru suami nya sudah kembali ke rumah sejak tadi siang.


Saking lama nya menunggu Airin yang tidak kunjung datang, Hardi pun sampai ketiduran lengkap masih dengan pakaian kerja nya.


...

__ADS_1


Hari sudah menjelang sore, Airin dan tiara pun segera pulang, Airin mengantar kan tiara terlebih dahulu, lalu ia pulang ke rumah. Di dalam mobil Airin, sudah memikir kan akan bersikap seperti ini itu ketika suami nya pulang kerja agar Hardi tidak curiga. Airin begitu senang bisa keluar rumah seharian, dulu semenjak tiara ke luar negeri, Airin jarang sekali liburan, ia hanya keluar jika bersama ibu nya saja.


__ADS_2