DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI

DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI
28. TERPLESET


__ADS_3

Airin berlalu begitu saja setelah mendapat kan pinjaman uang dari santi tanpa memikir kan apa ia mempunyai lagi atau ngga, hanya demi ambisi ia rela meminjam uang.


Sementara santi yang sedang beres-beres halaman depan, tiba-tiba ia jatuh dan terpeleset, perut nya menjadi keram. Santi mencoba menelpohe nyonya ervan, namun tidak aktif. Ia mencoba rebahan sebentar, namun perut nya semakin sakit. Akhir nya santi memutus kan untuk telephone ibu nya hardi.


Tut...tut...tut...


Telephone belum kunjung di angkat, sementara ia harus secepat nya mendapat kan pertolongan.


Ia tidak mungkin berangkat sendiri, ia juga tidak mempunyai pegangan uang sama sekali.


Uang yang simpanan nya yang sedikit, telah di pinjam oleh airin.


"ya alloh gimana ini, perut ku semakin sakit" keluh santi.


Sementara ibu nya hardi yang baru saja melihat hp nya. Ia begitu senang ketika di layar hp nya terdapat panggilan dari santi.


Lalu mertua nya memutuskan untuk menghubungi santi balik.


Tidak perlu menunggu lama, akhir nya santi menjawab telephone nya.


"assalamuallaikum bu, tolong aku bu, perut aku sakit. Barusan terjatuh" pinta santi.

__ADS_1


Ibu mertua nya sangat panik, ketika mendengar keluhan santi.


Ibu nya hardi tidak bisa secepat nya ke rumah besan nya itu, mobil mereka lagi di bawa servis oleh supir nya.


setelah di tutup telephone dari santi, ia langsung menghibungi hardi agar ia secepat nya membawa santi ke rumah sakit yang ibu nya tunjuk, ibu dan ayah nya akan menunggu di rumah sakit tersebut meenggunakan taxsi online.


sedangkan hardi tidak terlalu jauh jarak nya antara rumah orang tua airin dengan tempat kerja nya.


Awal nya hardi menolak perintah orang tua nya, namun ia akhir nya mau menolong santi, dan memastikan jika di rumah itu tidak ada siapa pun.


Setiba nya hardi di rumah mertua nya, santi sudah tergeletak pingsan. Ia buru-buru membawa nya ke rumah sakit yang ibu nya tunjuk.


Mereka pun telah sampai di rumah sakit, santi di gotong ke ruang UGD. Mereka semua menunggu hasil pemeriksaan dokter di luar.


"bagai mana cucu dan menantu saya dok" tutur ibu hardi.


"alhamdulillah, janin yang ada di kandungan menantu ibu, bisa terselamat kan, namun ia harus banyak-banyak istirahat, tidak boleh terlalu capek" terang dokter.


Mereka mengucap syukur, santi dan calon bayi nya tidak kenapa-kenapa.


Orang tua hardi segera menemui santi yang berada di dalam, sedangkan hardi balik lagi ke kantor tanpa melihat ke adaan santi

__ADS_1


"bagai mana ke adaan kamu nak?" tanya mertua nya.


"alhamdulillah bu, aku baik-baik saja, terima kasih sudah menolong aku" santi berterima kasih.


"ini sudah kewajiban mamah menolong kamu?" sambil melempar kan senyuman.


"mamah ingin sekali kamu tinggal di rumah kami" mertua nya berharap.


Santi sangat kaget, mendengar penuturan mertua nya, ia tidak menyangka jika ibu dari suami nya itu, bisa menerima kehadiran santi.


"terima kasih ya bu, aku seneng bisa kenal sama ibu" santi oun tersenyum di kala seperti ini, masih ada orang baik yang mau menerima dia di kehidupan nya.


"andai dulu mamah bisa bertemu kamu lebih dulu sebelum airin, mungkin mamah jauh akan lebih senang jika kamu menjadi menantu pertama mamah, dan ga ada lagi menantu yang lain" ceplos mertua.


"jangan bilang seperti itu mah, airin juga kan sangat baik. Yang jelas sederajat, kalau sama sanyi, ia hanya sebatas anak seorang pembantu" santi merendah.


Mertua nya sudah mulai sangat sayang kepada santi, ia akan nengokin santi setiap hari selama besan nya tidak ada di rumah. Ia tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi.


Sedangkan di rumah, nyonya pun sudah datang, ia sedikit marah sebab rumah nya sedikit kotor, padahal setiap hari santi sering membersih kan nya. Baru hari ini ia tidak memberes kan rumah nya.


Nyonya ervan sudah terbiasa dengan ada nya santi jika pekerjaan rumah sudah santi kerjakan semua, namun ketika sehari saja santi tidak membersih kan nya, ada rasa sedikit jengkel terhadap nya. Padahal santi sendiri tidak mendapat gajih dari nya, yang awal nya ingin menolong santi justri ia menjadi ke enakan karena ada nya santi, pekerjaan rumah sangat terbantu.

__ADS_1


Nyonya pun mencari keberadaan santi, namun santi tidak di temukan sama sekali. Di tlpjone pun hp nya tidak di bawa.


Ia sedikit menggerutu, kali ini nyonya ervan lah yang memberes kan nya, santi yang baru pulang dari rumah sakit, merasa tidak enak melihat tuan rumah sedang bersih-bersih, santi mulai melihat orang tua hardi, santi berharap orang tua hardi bisa menolong nya dalam ke adaan situasi seperti ini.


__ADS_2