DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI

DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI
Sebuah Kesalahan


__ADS_3

Pagi-pagi nya Santi seperti biasa mempersiapkan semua nya.


Dari mulai sarapan, air hangat buat mandi suami nya, hingga beres-beres rumah dengan sigap dan tidak mengeluh.


Selain itu Santi juga memberes kan warung sebelum buka agar tidak terlihat kotor.


Setelah semua nya beres baru lah Santi siap-siap ke pasar untuk berbelanja keperluan warung nya.


Hardi pun sudah bangun, menghampiri Santi yang bersiap-siap untuk pergi ke pasar.


Melihat suami nya telah bangun, dan berjalan ke arah nya, Santi pun menyambut hangat suami nya.


"Mas mau sarapan, apa mau mandi dulu? Tanya Santi.


Hardi tidak menyangka, jika Santi se perhatian ini pada nya, bahkan masih bersikap manis, setelah apa yang terjadi yang mungkin terus menyakiti hati nya.


"Kenapa kamu baik sama saya, harus nya kamu kan marah, setelah apa yang saya lakukan sama kamu."


Santi pun tersenyum kecil, ia juga tidak tahu ntah kenapa bisa seperti ini, padahal jelas-jelas suami nya se orang penipu dan bersetatus suami orang, tapi Santi malah melupa kan semua itu.


"Kenapa harus marah, aku harus patuh sama kamu, aku harus melayani kamu, karena kamu adalah suami aku." Tutur Santi.


"Hemm,,, omong kosong."


Hardi pun mengira Santi mau melakukan semua ini karena terpaksa.


Santi hanya menggeleng kan kepala, tanpa berdebat lagi dengan suami nya.


"Saya mandi dulu" ucap Hardi.


Hardi pun meninggal kan Santi seorang diri.


Santi tidak ingin merepotkan suami nya setelah Santi mengetahui bahwa suami nya mempunyai perempuan lain selain diri nya, meskipun Santi sebagai istri kedua, tapi Santi tidak ada niat sama sekali untuk merebut suami orang, maka dari itu Santi akan berusaha mencari nafkah sendiri dengan cara berjualan di rumah.


Santi begitu bingung ntah apa yang harus di lakukan nya sekarang.


Santi sangat takut jika semua orang tahu bahwa ia hanya jadi istri kedua, Santi merasa takut jadi bahan gunjingan orang-orang, karena orang lain pasti berfikir Santi adalah perebut suami orang.


Setelah selesai bersiap-siap, santi menyiapkan pakaian untuk Hardi yang mau di pakai, di lanjut dengan menemani suami nya sarapan pagi terlebih dahulu sebelum pergi ke pasar.


Ini kesempatan Santi akan meminta izin untuk keluar rumah, walau bagai mana pun ia harus tetap izin kepada suami nya.


Santi menuang kan nasi dan lauk pauk yang sederhana ke dalam piring, di lanjut mengisi air ke dalam gelas.

__ADS_1


Sarapan pagi nya di temani dengan kesunyian, tidak ada obrolan sama sekali di antara mereka, hanya kecanggungan yang hadir menemani pagi itu.


"Mas, saya mau pergi ke pasar sebentar? Apa di perboleh kan keluar rumah" izin Santi.


"Terserah kamu apa yang mau kamu lakukan." dengan muka kecut.


Santi hanya bisa menghela nafas panjang-panjang, dan banyak-banyak beristigfar, Mungkin ini juga sudah jalan nya alloh untuk nya.


Santi mencoba menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi.


"Apa mas cinta sama saya? Tanya Santi.


Hardi menatap ke arah Santi, ia sendiri tidak tahu mengapa bisa terjebak di pernikahan yang tidak seharus nya terjadi.


Ia merasa iba, bersalah, kasihan terhadap Santi, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, nasi sudah menjadi bubur.


"Ga ada rasa cinta di hati saya, tapi saya membutuhkan kamu buat pelampiasan saja."


Begitu datar nya ucapan Hardi, tanpa sedikit pun memikir kan perasaan orang lain.


Santi pun menangis mendengar ucapan Hardi. Betapa sakit nya hati Santi, ketika mendengar pernyataan yang ke luar dari mulut Hardi.


Karena selama ini Hardi baik sama Santi & ibu nya hanya untuk memanfaat kan nya, menjadi boneka nya.


Di dalam hati nya yang paling terdalam Santi tidak ingin ada kata perpisahan, karena Santi hanya ingin menikah satu kali seumur hidup nya.


Apalagi Santi baru saja menikah belum genap satu bulan.


Apa kata orang-orang jika Santi harus berpisah dengan pernikahan yang belum genap satu bulan itu.


Tetapi santi juga tidak bisa memaksakan cinta dari suami nya, cinta yang tidak mesti harus tumbuh, bahkan Santi juga hanya di nikahi secara siri saja, tidak ada penguat dalam rumah tangga nya.


Hardi sedikit terganggu dengan beberapa pertanyaan dari Santi.


Hardi beranjak dari tempat duduk nya.


"Mas mau kemana?"


Hardi bukan nya menjawab malah pergi meninggal kan Santi begitu saja.


"Kenapa kamu tega sama aku Mas, bahkan sekarang aku jatuh cinta sama kamu, tapi Cinta ini harus di kubur dalam-dalam, tidak seharus nya tumbuh lebih subur lagi."


Dengan hati yang amat teramat sakit Santi pun berusaha untuk pergi ke pasar berbelanja untuk keperluan warung nya.

__ADS_1


Santi bertekad akan berusaha sendiri tanpa bantuan suami nya, jika suatu saat nanti memang jalan nya Santi harus berpisah dengan Hardi, karena pernikahan yang ia jalani sekarang hanya lah sebuah kesalahan.


Sedangkan Airin dengan santai nya lagi-lagi tidak merasa bersalah pada suami nya.


Hardi yang baru saja pulang dari rumah Santi, tidak sama sekali ada respon apa pun dari Airin, ia begitu acuh tidak ada sapaan selamat pagi atau apa pun itu.


Hardi pun semakin tambah kesal, dan mood nya menjadi tidak baik, apa lagi tadi Santi menanya kan cinta nya, Cinta yang memang tidak ada sama sekali di hati Hardi.


Hardi mencoba menghampiri Airin yang masih saja tiduran di ranjang, ia sudah mulai terbiasa lagi seperti dulu, dimana ia begitu Acuh terhadap Hardi.


"Airin bagai mana jika aku menikah lagi dengan wanita lain". tanya Hardi.


Dengan sangat kaget Airin pun kali ini menatap Hardi dengan penuh bertanya-tanya.


"Maksud kamu apa Mas? Kamu ga akan setega itu kan dua'in aku dengan perempuan lain."


Airin mulai terpancing emosi nya, lebih-lebih ia masih teringat dengan ucapan Pak Amin kemarin.


"Kali ini aku serius."


Airin sangat tidak percaya dengan ucapan Hardi, Karena Airin sangat yakin jika suami nya begitu sangat mencintai Airin.


Airin yakin ini semua hanya sebuah prank saja.


"Alasan kamu ingin mendua kan aku apa?"


Airin sedikit menenang kan hati nya, ia sangat percaya jika suami nya tidak akan melakukan hal itu.


"Kamu sadar ga Rin, kamu tidak pernah berubah, Aku lelaki yang normal yang butuh perempuan lain yang bisa melayani aku apa pun itu, kali ini aku serius."


Setelah Hardi mengungkap kan isi hati nya, Airin pun menangis bagai mana jika Hardi bisa melakukan itu pada nya, karena ulah diri nya sendiri.


Airin benar-benar tidak percaya akan ucapan Hardi.


"Maaf kan aku Mas, aku janji aku akan berubah kali ini dengan sungguh-sungguh."


Airin berjanji kali ini akan benar-benar berubah demi ke utuhan rumah tangga nya, karena ia tidak ingin kehilangan Hardi.


Semua yang ada di hp nya yang membuat hancur pernikahan nya, Airin hapus.


"Kasih aku kesempatan sekali lagi ya Mas, tapi tolong jangan berbicara seperti tadi lagi."


Lagi-lagi Hardi luluh dengan ucapan Airin, karena cinta nya yang sangat besar, ia akan selalu memaaf kan Airin.

__ADS_1


__ADS_2