
"Ya saya tidak ingin, ada wanita lain di samping saya, itu saja" lagi-lagi hardi hanya nyari-nyari alasan saja.
"Maaf nyonya, saya hanya membuat keributan saja di sini, sebaik nya, saya pulang saja" santi tidak ingin ada keributan lagi. Namun nyonya ervan dan ibu nya hardi melarang nya pulang. Apalagi kondisi santi saat ini sedang hamil.
Ibu nya hardi merasa kaget jika santi sedang hamil, sebab ibu nya hardi berfikir jika ia belum menikah.
Ayah nya hardi, menyuruh nya untuk meminta maaf kepada santi, sebab tidak sepantas nya ia berlaku kasar kepada perempuan.
Orang tua nya hardi sangat menyesal kan apa yang telah hardi perbuat, dengan berat hati hardi pun meminta maaf, walaupun santi tidak yakin masih ada kata maaf untuk nya. lisan masih bisa berucap namun hati tidak semudah itu melupakan goresan nya.
Kali ini santi duduk di samping airin, hardi berpindah posisi, airin tidak ingin hardi berbuat aneh-aneh lagi terhadap santi.
Setelah selesai semua nya, seperti biasa airin membantu membersihkan bekas makan yang barusan di pakai, sedangkan yang lain nya berkumpul di ruang keluarga.
Ibu nya hardi menanyakan perihal santi bisa kenal dan di anggap anak oleh orang tua airin, tak hanya itu mereka juga menanyakan suami nya santi.
__ADS_1
Setelah mendengar semua penjelasan dari orang tua airin, orang tua hardi pun mengerti, dan merasa kasihan terhadap nya.
Tiba-tiba Orang tua airin, ingin sekali di ajak keliling komplek oleh anak nya, sebab di perumahan yang airin tinggal banyak sekali di sepanjang jalan yang jualan, permainan anak dan yang lain nya. Sebab setiap orang tua airin datang, pasti harus mengajak nya berkeliling terlebih dahulu.
Sedang kan santi tidak ikut, ia memilih menunggu nya di rumah airin, sebab perut nya kadang sering keram jika jalan kaki jauh-jauh.
Begitu pula dengan orang tua hardi, ia tidak suka tempat-tempat seperti itu, ia lebih suka berduduk santai di rumah anak nya.
Hardi sendiri tidak ikut menemani airin dan orang tua nya, sebab hardi harus mempersiapkan berkas yang harus di bawa besok pagi meeting.
Ketika santi sedang duduk-duduk di halaman rumah. Tiba-tiba santi di tarik tangan nya oleh hardi secara kasar.
Ketika ibu nya hardi ingin menegor dan ingin menyelesaikan permasalahan ini. Ia di kaget kan dengan kedatangan nya suami nya.
Ayah nya hardi melarang istri nya untuk tidak terbutu-buru, dan menyarankan untuk mendengar titik permasalahan nya.
__ADS_1
Hardi mengancam santi jika ia berani bilang ke semua orang tentang anak yang di kandug nya, ia akan membuat santi tidak tenang, ntah apa yang di rasuki hardi, orang tua hardi tidak pernah mengajarkan ia seperti itu. Hardi dulu nya sangat baik dan tidak pernah menyakiti perempuan.
"Mas, aku tidak pernah bilang ke siapa pun tentang anak ini" sambil sesegukan.
Dan memohon agar ia tidak bersikap seperti tadi. Ia akan menguburkan mimpi-mimpinya mempunyai keluarga bahagia.
Santi juga tidak akan memberitahukan siapa ayah kandung nya, jika anak nya sudah lahir dan tumbuh dewasa.
"Maksud kalian apa?" Ibu nya hardi sudah tidak bisa menahan nya lagi, melihat perempuan tersakiti. Mereka membawa santi ke ruang tengah untuk membicarakan lebih lanjut lagi.
Kali ini hardi di larang berbicara sedikit pun kecuali santi yang harus menjelaskan semua nya sejujur-jujur nya.
Melihat santi ketakutan jika akan kejujuran nya, orang tua hardi meyakini santi jika tidak ada yang di sembunyikan, mereka tidak akan memarahi santi sekali pun.
Lagi-lagi santi melihat ke arah hardi, ibu nya hardi menyadari itu, tidak ada sedikit pun santi menjelaskan, santi hanya bediam diri dan ketakutan.
__ADS_1
Setelah orang tua nya hardi meyakini nya, santi pun merasa tenang, santi mulai menjelaskan dari awal, ketika ia bertemu dengan hardi saat menolong ibu nya, ketika santi mau menjelaskan lebih lanjut lagi. Mereka di kaget kan dengan kedatangan airin dan orang tua nya, seketika santi dan yang lain nya menyudahi pembicaraan nya.
Orang tua hardi akan merencanakan pertemuan nya dengan santi tanpa ada orang lain yang ikut termasuk hardi, hardi memang tidak terima atas keputusan orang tua nya, tetapi hardi tidak bisa mengubah keputusan itu, demi kebaikan nya santi, orang tua hardi tidak ingin salah paham kepada santi, jika hardi membeci santi tanpa alasan.