
Tepat pukul 21.00 wib santi pun keluar rumah untuk bertemu dengan hardi. Santi harus menunggu hardi 1 jam sebab hardi dan santi tidak bisa keluar secara bersamaan.
Hardi meminta izin ke luar rumah dengan memanfaat kan teman nya. Untuk chat hardi, se olah-olah janjian bersama teman nya. Padahal semua nya hanya rekayasa.
Airin yang melihat pesan dari teman nya pun, akhir nya mengizinkan hardi untuk ke luar rumah dengan janji tidak akan pulang larut malam.
Hardi akan berangkat tepat jam 22.00 wib. Berbeda satu jam dengan santi.
Santi sendiri sedang berjalan ke depan komplek dimana ada pasar malam tersebut. Dia akan menunggu hardi di pasar malam. Santi akan memberitahu tempat nya jika hardi sendiri yang telephone dia duluan. Sesampai nya di pasar malam masih ada setengah jam lagi untuk bertemu hardi. Santi memanfaat kan waktu itu untuk berkeliling. Ketika sedang melihat-lihat tiba-tiba santi tertuju pada suatu yang tidak bisa mengalihkan pandangan nya. Itu melainkan kue-kue seperti jajanan yang ada di pasar. Santi tidak bisa begitu banyak memilih makanan yang santi mau. Sebab uang yang santi pegang pun harus benar-benar ia hemat. Agar tidak pusing nanti nya jika ada keperluan mendadak, apalagi sekarang tidak punya penghasilan sama sekali. Santi benar-benar sangat bingung nanti nya jika dia melahir kan nanti, harus punya biaya yang tidak sedikit. Sebelum santi ikut tinggal bersama orang tua airin, santi sendiri tidak kepikiran jika nanti nya dia harus punya uang untuk persalinan nanti. Kalau pun dia sendiri di rumah, santi masih bisa buka warung kecil nya. Untuk menabung sedikit-sedikit untuk persalinan nanti.
"apa aku pulang saja ke kampung" santi berfikiran jika di kampung dia akan mempunyai penghasilan namun santi harus tinggal sendiri. Kalau pun tetap di sini. Mana bisa santi mempunyai uang.
__ADS_1
Santi akan membicarakan nya bersama orang tua airin jika ia akan pulang kampung secepat nya.
Setelah keliling santi kembali ke luar pasar malam dan menunggu hardi, sebab jam sudah menunjukan pukul 22.00 wib.
Hardi sendiri sedang bersiap-siap untuk pergi menemui santi yang dari tadi sudah menunggu. Hardi memang sudah berbohong untuk ke sekian kali nya kepada airin. Namun hardi akan menyelesaikan masalah nya secepat nya. Walaupun ada wanita lain yang akan sangat terluka dan sedang mengandung anak nya.
"hey, kamu kenapa?" hardi yang sedang menatap airin, telah di kaget kan nya oleh pertanyaan airin.
"saya hanya ingin menatap wajah mu lebih lama lagi yang cantik ini" sambil sesekali mengecup bibir nya airin.
Kala itu airin benar-benar menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini. Sebab mempunyai suami yang begitu menyayangi nya.
__ADS_1
"udah sana, kasian teman mu menunggu" airin juga menyuruh hardi yang sedari tadi menggoda nya. Akhir nya hardi pun langsung beranjak dari kasur dan melangkah kan kaki nya keluar kamar.
Setelah hardi pergi, airin juga langsung tertidur, setelah apa yang di lewat kan bersama hardi tadi.
Santi yang sedang menunggu dari tadi sangat gelisah sebab belum ada juga chat dari hardi. Kalau pun pulang. Santi kepikiran jika hardi sudah sampai di tempat dimana dia menunggu nya.
Tak lama kemudian chat dari hardi pun masuk. Langsung saja aku kirim tempat dimana ia berada. Kala itu santi begitu deg deg an sebentar lagi akan bertemu dengan hardi. Santi begitu sangat bingung apa yang harus dia katakan nanti nya.
Tit. Tit. Klakson pun berbunyi. Mata nya Langsung saja melihat mobil yang berhenti di depan nya, rupa nya hardi yang datang. Setelah membuka kaca mobil nya. Hardi juga mempersilah kan santi masuk ke dalam mobil nya. Rupa nya hardi membawa santi ke rumah teman nya yang di tinggal kan ke luar kota untuk berlibur. Ini satu-satu nya tempat yang menurut hardi sangat aman.
Santi hanya menurut saja apa yang di katakan suami nya itu. Hardi menuju sofa dan langsung duduk dan tidak lupa di temani dengan sebatang rokok. Yang dimana kebiasaan hardi jika lagi santai dengan sangat senang nya menghisap rokok mungil nya itu.
__ADS_1
Mereka berdua saling berdiam sejenak. Tidak ada ucapan yang keluar dari mulut mereka sepatah kata pun.
Hardi yang begitu asyik dengan rokok nya. Dan santi hanya mengotak atik hp nya yang ga jelas. Apa yang dia lihat. Sesekali mereka saling menatap, namun tetap saja tidak ada obrolan sedikit pun yang ke luar dari mulut mereka berdua, hanya lah suara jam yang terdengar oleh mereka