
"Eh ternyata pada ngumpul di sini" sambil melangkahkan kaki nya, airin mendekati dan duduk di dekat mertua nya.
Mertua nya hanya tersenyum saja, dan mengatakan hanya berbincang-bincang sedikit saja. Mertua nya juga sangat memuji santi yang begitu tekun dan cekatan, airin juga di sarankan jika ingin belajar kepada santi lah orang nya,
Sebelum nya airin meminta mertua nya untuk mengajar kan perihal dunia dapur, namun pada akhir nya mertua nya menunjuk santi sebagai guru untuk airin, yang lain nya pun sangat setuju jika airin belajar banyak dari santi, walaupun santi bukan orang yang berada namun dia punya kelebihan yang sangat luar biasa.
---
Selang setengah jam, orang tua airin berpamitan untuk pulang, sebab ia tidak bisa menginap di rumah anak menantu nya itu, sebab ayah nya airin harus kembali bekerja besok pagi. Rumah nya pun tidak terlalu jauh dengan anak nya, sehingga kapan-kapan bisa untuk menginap.
Ketika berpamitan santi di bekal kan cake yang di dalam tempat makan oleh ibu nya hardi, dengan alasan jika ia nanti takut nya ngidam, tidak ada rasa kecurigaan sama sekali di rumah itu padahal isi di dalam tempat makan itu di lapisi dengan surat. Yang bertujuan untuk menghubungi no yang ada di kertas itu. Ibu nya hardi hanya ngasih code saja yang cukup di mengerti oleh santi.
Setelah berpamitan akhir nya orang tua airin dan santi pulang.
__ADS_1
Begitu juga dengan orang tua hardi, mungkin sedikit kelelahan, mereka langsung saja ke kamar untuk beristirahat.
Orang tua hardi membicarakan santi, mereka curiga seperti ada yang di sembunyikan. Orang tua hardi juga sangat yakin jika antara hardi dan santi ada hubungan lama. Namun airin tidak mengetahui nya.
Orang tua hardi tidak ingin ada masalah lain lagi. Sebab hardi sudah kelihatan sangat bahagia atas perubahan airin.
---
Sepanjang perjalanan santi sangat kebingungan, ia tidak bisa membayangkan nanti nya jika sudah berbicara sejujur nya apakah orang tua hardi akan memihak pada nya atau justru sebalik nya. Santi tidak ingin airin dan orang tua nya mengetahui rahasia nya, santi benar-benar belum siap untuk kehilangan nya yang sudah sangat baik pada nya.
Tidak menunggu lama lagi ia menghubungi no nya lewat chat terlebih dahulu.
"Assallamualaikum bu, ini santi" itu kata yang pertama kali santi krim lewat wa.
__ADS_1
Tak lama ada notifikasi balasan yang tertera di layar itu. Mereka akhir nya janjian untuk saling bertemu tanpa sepengetahuan anak menantu nya itu. Santi juga meng iya kan permintaan ibu nya hardi. Dan memang seharus nya seperti itu.
Mereka janjian Besok sekitar jam sepuluh pagi di taman yang tidak terlalu jauh dari rumah tuan ervan orang tua nya airin.
Malam hari nya airin meminta izin untuk pergi ke taman, namun tidak memberitahu jika ia akan bertemu dengan orang tua hardi, tuan dan nyonya sudah mengizinkan nya dengan syarat harus hati-hati.
Semalaman ia tidak bisa tidur, ia memikirkan yang hal negatif yang belum terjadi, ia seperti orang terllilit hutang di kejar-kejar depkolektor saja.
Sebelum pergi Pagi-pagi nya santi seperti biasa mempersiapkan segala nya di rumah itu dan akan setiap hari santi melakukan nya selama tinggal di rumah itu, santi juga tidak mungkin ongkang-ongkang kaki saja, ia juga sadar diri ia hanya anak mantan seorang pembantu di rumah tuan ervan yang baik hati telah mengizinkan nya tinggal di rumah nya.
Setelah selesai santi membersihkan badan dulu sebelum menemui orang tua hardi, semua nya sudah siap tinggal berangkat, santi harus berangkat jalan kaki, ia tidak mungkin untuk naik ojeg, kali ini ia tidak punya pegangan uang sama sekali, ia juga tidak mungkin meminta kepada tuan maupun nyonya, ia hanya menunggu pemberian nya saja secara suka rela. Maka dari itu jika tuan dan nyonya memberi uang ia tidak terlalu malu sebab ia sebisa mungkin mengerjakan pekerjaan yang ada di rumah itu.
Santi sedikit menghela nafas, ia akan berjalan cukup jauh, lebih dekat itu jika memakai kendaraan, kalau hanya mengandalkan kaki ya lumayan jauh.
__ADS_1
Ia tidak berpamitan terlebih dahulu, sebab sepertinya tuan dan nyonya sudah berangkat subuh-subuh untuk mengantarkan tuan ervan ke bandara untuk beberapa hari ini ke luar kota ada kerjaan dadakan di sana. Akhir nya santi pergi berjalan dan menyusuri jalanan dan di samping-samping nya terdapat rumah yang berjejeran tertata rapi khas komplek perumahan.