
Setelah menunggu beberapa menit, Akhir nya mobil hardi melaju dengan sangat cepat membelah jalan, jiwa raga hardi di penuhi dengan rasa emosional. Di dalam mobil tidak ada percakapan yang keluar dari mulut mereka.
Hardi yang tidak ingin memarahi airin lagi, karena ia takut sosok yang ia bangga kan selama beberapa bulan ini hilang di dalam hati nya, ia memilih untuk bungkam.
Dan airin, menjaga dan menjunjung ke gengsian nya lebih tinggi di banding mengakui kesalahan nya.
Sampai pada akhir nya, mobil pun tak terasa sudah sampai halaman rumah airin, hardi ke luar mobil duluan dan ingin berniatan membawa kan barang belanjaan milik istri nya itu, di susul dengan airin mengikuti langkah suami nya ke belakang bagasi mobil.
Betapa syok nya hardi setelah membuka bagasi mobil nya, ternyata airin berbelanja sebanyak itu, dan buat apa. Menurut suami nya belanjaan nya pun tidak terlalu penting, yang airin beli semua nya tidak harus ia beli lagi, sebab, baju, tas, spatu, semua nya airin punya, bahkan ada beberpa barang yang belum pernah sekali pun di pakai, bagi hardi itu sangat mubazir.
__ADS_1
Kali ini hardi sangat geram, hardi tidak bisa menahan emosi nya lagi.
"Jadi kamu belanja sebanyak ini, buat apa rin? Kamu sadar ga, belanjaan ini menghabiskan uang 20 juta" hardi jadi ingat akan sekertaris nya tadi sebelum pulang. Sekertaris nya menyampai kan ada tagihan kartu kredit mencapai 20 juta.
Baru saja hardi mau cek besok pagi nya, ternyata ia sudah tau sumber masalah nya.
"Memangnya kenapa sih aku kan pengen senang-senang, aku kesel mas, sama mama kamu santi aja di beli kan belanjaan keperluan hamil sama mamah kamu, masa ngga gtu membelikan baju untuk menantunya sendiri" sedikit merengek.
Airin memang tidak mau mengalah, bahwa apa yang di lakukan nya itu menurut dia tidak salah.
__ADS_1
Hardi tidak ingin berdebat lagi, ia langsung pergi ke kamar dan meninggal kan airin di luar tanpa sedikit pun hardi membantu membawakan barang belanjaan nya. Yang tadi nya ingin membantu justru malah menimbul kan perdebatan di antara kedua nya.
Hardi yang lagi marah, bukan nya di tenangkan oleh istri nya, ia malah asyik chat dengan tiara, tiara berniatan untuk mengajak airin jalan-jalan lagi besok siang. Namun airin sempat menolak, ia tidak punya uang pegangan sama sekali. Minta sama suami nya pun tidak mungkin, suami nya akan lebih marah lagi dari ini, sebab akhir bulan pun belum, uang nya sudah habis, Tiara tetap memaksa dan ia rela meminjamkan uang beberapa juta untuk airin, airin sempat menolak nya sebab ia juga baru pertama kali meminjam kepada orang lain. Namun dengan bujukan tiara hati airin pun luluh, apa lagi airin telah menceritakan jika suami nya sangat marah besar kepada nya penyebab belanjaan tadi. Maka dari itu tiara membujuk nya agar ia jalan-jalan untuk menghilangkan stres nya. Akhir nya airin menyetujui nya.
Airin pun ke kamar dan melihat suami hya masih memakai baju kerja dasi nya pun sudah tidak karuan bentuk nya, hardi hanya memainkan hp saja.
Airin mencoba mendekati hardi, airin merayu nya. Dan duduk di pangkuan suami nya itu, dan berharap hardi tergoda pada nya dan mau melakukan hubungan layak nya seoarang suami istri, namun tidak ada napsu yang timbul di dalam diri hardi, ia menepis tangan nya yang memegang sebelah pipi hardi dan berharap hardi mencium bibir nya airin, hardi sendiri beranjak dari tempat duduk nya lalu ia pergi untuk membersih kan badan nya, hardi sangat kecewa bukan karena belanjaan nya tetapi ia lebih ke airin yang sehari ini agak sedikit cuek. Dan membandingkan ia dengan santi. Hardi sangat tidak suka jika orang tua nya harus di tuntut untuk membelanjakan airin, itu sangat tidak pantas, sebab orang tua hardi hanya mengandal kan uang usaha yang tidak seberapa itu, di tambah uang pensiunan, tidak mungkin jika orang tua nya bisa membelikan semua yang airin mau. Maka dari itu hardi tidak bisa menahan emosi nya lagi setelah ia melihat belanjaan nya airin se olah-olah hanya jadi alasan saja.
Mendapat penolakan pertama kali nya dari hardi, airin merasa malu dan kesal, ia tidak mau di perlakukan seperti tadi. Lalu ia membanting pintu kamar dan pergi ke halaman belakang, ia memulai curhat nya lagi dengan tiara. Keputusan nya untuk menerima tawaran dari tiara sudah sangat bulat, ia sangat butuh refreshing.
__ADS_1
Airin mengira hardi telah berubah, dan tanpa di sadari ia lah yang merubah nya sendiri.
Sesekali airin meneteskan air mata nya, ia sangat malu di perlakukan seperti itu, harga diri nya terasa di injak-injak seolah-olah hanya jadi pengemis cinta saja.