DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI

DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI
BAB 27. NEKAT


__ADS_3

Hardi yang sudah selesai mandi dan ke luar kamar tidak melihat istri nya, ia sudah merasa bersalah sudah cuek kepada airin, hardi terburu-buru memakai baju dan mencari keberadaan airin, setelah menyusuri sekeliling rumah nya, ternyata airin berada di halaman belakang.


"Rin, masuk yuk, ga baik baru juga magrib udah melamun sendiri" mengajak airin.


Airin sendiri menuruti nya, ia menggandeng tangan suami nya, sesekali suami nya memegang rambut panjang airin sambil memberi kan senyuman terbaik nya, se olah-olah tidak ada masalah di antara mereka tadi.


"Maaf kan mas" tiba-tiba hardi duduk di bawah kaki nya sambil memegang kedua jemari tangan airin. Airin merasa terenyuh hati nya atas perlakuan suami nya. Ia tidak menyangka hardi akan meminta maaf se romantis itu.


"Aku sudah memaaf kan nya" seru airin.


Mereka melanjutkan langkah nya, kali ini mereka menuju meja makan, yang sudah di siap kan oleh pembantu harian nya mereka.


Mereka menyantap makanan dengan di temani saling tatapan cinta yang mereka timbul kan.


"Makasih sudah menjadi pangeran untuk ku" sedikit gombal, airin terkadang malu-malu untuk mengungkap kan nya.


"Makasih juga sudah jadi permaysuri ku" balas hardi.


Mereka seolah-olah baru pertama kali jatuh cinta.


Dret...dret...dret... getaran hp yang terletak di meja makan telah membuyar kan ke romantisan mereka.


Setelah di lihat di layar hp milik hardi, ternyata ibu nya yang telephone.


"Siapa mas" tanya airin, sambil melihat ke hp milik suami nya.


Hardi sendiri tidak perlu menjawab pertanyaan istri nya, ia juga sudah melihat sendiri siapa yang telephone.

__ADS_1


"Ya udah, angkat dulu mas, siapa tahu penting" airin menyuruh nya.


Lalu di angkat telephone tersebut.


"Hallo mah, ada apa" tanya hardi, airin sedikit kepo, ia sedikit-sedikit memajukan telinga nya agar apa yang di bicarakan terdengar oleh nya.


Hardi pun menyadari nya.


"Sebentar mah, aku lodspeaker dulu, kaya nya menantu mamah sedikit kepo" dengan sedikit tersenyum, padahal dalam hati hardi ia memberi kode kepada ibu nya agar tidak membahas soal santi terlebih dahulu.


Ibu nya pun cukup mengerti apa yang anak nya maksud. Dan airin tersipu malu setelah mendengar ucapan hardi kepada mertua nya itu.


"Apa an sih mas" sambil memonyongkan bibir tipis nya dan sesekali menyubit pinggang suami nya. Hardi hanya tersenyum, lalu mencet tombol loadspeaker yang ada di layar hp nya. Dan melanjutkan pembicaraan nya.


"Ada apa mah" tanya hardi


"Ngga, mamah cuman pengen telphone kamu aja, mamah sama papa kangen sama kamu dan airin" ibu nya beralasan.


Setelah selesai makan kedua nya, akhir nya mereka melanjutkan bersantai di depan tv. Dan airin mencoba membicara kan apa yang di rencanakan besok bersama tiara.


"Mas, ada sesuatu yang aku ingin bicarakan" dengan sedikit gugup.


"Apa sayang" sambil mengelus rambut hitam nan panjang milik airin.


"Aku boleh ga besok pergi refreshing, aku janji sore sudah pulang, plis" sambil memohon kepada hardi.


Ternyata hardi tidak mengizinkan ia pergi. Apa lagi airin memberi tahu jika ia akan pergi bersama tiara, bagi hardi tiara akan membawa pengaruh buruk terhadap airin. Airin sedikit kesal namun ia mencoba menahan nya, ia akan tetap pergi tanpa izin dari suami nya.

__ADS_1


Airin tidak sama sekali menunjukan kekesalan nya, ia mencoba berusaha agar suami nya tidak mengetahui jika ia sedikit marah pada nya.


Ke esokan hari nya, setelah hardi pergi berangkat kerja, airin pun pergi ke rumah orang tua nya. Ia berniatan untuk meminjam uang beberapa ratus ribu saja hanya untuk membeli bensin untuk mobil nya, namun setelah sampai rumah orang tua nya, mamah nya sendiri tidak ada di rumah, hanya ada santi se orang yang sedang beres-beres didepan halaman rumah.


"San, mamah ada" tanya airin


"Nyonya pergi ke luar, katanya lagi ada urusan"


Terang santi. Airin sangat kebingungan ia harus pinjam uang ke siapa lagi jika bukan sama ibu nya, airin hanya menyenderkan tubuh nya ke badan mobil yang ada di belakang nya.


Tiba-tiba ada kurir paket yang datang,


"Permisi, apa ini rumah atas nama santi?" Kurir menanyakan.


"Iya saya sendiri" jelas santi.


Kurir pun berlalu membelah jalan setelah mengantar kan paket kepada pemilik nya.


"San, kamu pesen apa?" Tanya airin.


Santi sangat kaget, untung santi udah di beri tahu oleh ibu nya hardi, jika ia menerima paket mungkin orang rumah akan bertanya-tanya, ibu nya hardi sudah menduga nya itu. Dan tebakan nya memang benar. Jadi santi tidak perlu kebingungan jika di pertanyakan soal paket tadi.


"Ini aku beli baju hamil" terang santi.


Airin hanya mengangguk saja. Lalu airin berfikiran untuk meminjam uang hanya sebentar saja kepada santi sebab santi bisa membeli paket. Pikir airin santi mempunyai pegangan.


"San, kamu punya pegangan uang ga?" Sedikit nyengir.

__ADS_1


"Punya, tapi tidak banyak, memang nya kenapa?" Tanya kembali.


Airin menjelaskan ia butuh uang buat isi bensin nya, ia hanya meminjam 200 ribu saja, dan kebetulan santi masih menyimpan uang pemberian dari ibu nya hardi. Lalu santi pun merelakan uang itu untuk airin.


__ADS_2