
Rupa nya orang tua hardi sudah ada, ia sedikit terlambat sampai tempat tujuan, ia juga harus beberapa kali istirahat, kondisi nya saat ini membuat nya tidak kuat berjalan terlalu jauh.
"Assallamuallaikum... maaf bu saya terlambat"
Tidak lupa ia juga menyalami tangan kedua orang tua tersebut. Sebagai tanda hormat ia terhadap orang yang lebih tua dari nya.
Orang tua hardi sendiri membalas dengan penuh senyuman.
"Kamu naik apa kesini?" Tanya ibu hardi.
"Jalan kaki pak!" Santi memberi tahu.
"Kenapa tidak naik ojeg!" Bertanya kembali
"Uang saya tidak cukup" berbicara apa ada nya.
Setelah mendengar penuturan santi, Orang tua hardi merasa bersalah jika ia telah membiar kan santi hanya jalan kaki saja padahal ia sedang hamil.
__ADS_1
Namun bagi santi tidak di permasalah kan, dari pada ia merepotkan orang lain.
Ibu nya mulai bertanya kepada santi, perihal lanjutan yang kemarin sempat tertunda.
Santi menjelaskan dari mulai ia bertemu hardi karena telah menolong ibu nya, saat ia mengenal hardi ia benar-benar orang sangat baik dan pahlawan bagi santi dan ibu nya, lalu perhatian ke pada ibu dewi yang setiap hari ke rumah, pada akhir nya hardi melamar santi. Ibu nya santi sangat setuju jika ia menikah dengan hardi saat itu. Namun takdir berkata lain 1 hari setelah hardi pamit bekerja, ibu santi meninggal. Dan saat itu ia mengetahui jika hardi sudah mempunyai istri sah.
"Kenapa orang tua airin bisa kenal sama ibu kamu" ibu nya hardi mulai bertanya kembali.
Santi menjelaskan lagi secara rinci, ia dan ibu nya dulu bekerja di rumah orang tua airin sejak airin dan santi masih kecil. Kami di besar kan sama-sama di rumah orang tua airin, ibu saya ke luar karena sudah merasa tidak kuat untuk bekerja. Lalu ibu nya dan santi pulang kampung. Waktu itu sebelum pulang ia juga mengetahui jika airin akan menikah karena di jodohkan, airin sempat bercerita kepada ibu santi namun ia tidak memberi tahu nama nya saat itu.
Dan banyak lagi yang mereka bahas, orang tua hardi juga menanyakan perihal kenpa ia bisa di nikahi oleh hardi tanpa izin dari istri pertama.
Orang tua hardi sampai menangis, setelah mendengar cerita dari santi, ia juga sudah merasa bersalah sebab hardi anak yang ia besar kan.
"Lalu bagai mana kedepan nya" sambil melihat wajah santi yang di penuhi dengan air mata
"Seperti yang ibu dan bapa ketahui sebelum nya dari tuan dan nyonya, laki-laki itu tidak bertanggung jawab dan ia akan menceraikan aku setelah anak ini lahir" santi tidak bisa menahan air mata nya lagi.
__ADS_1
Santi juga memberi tahu jika hardi tidak perduli sama sekali atas anak ini, bagi dia anak ini hanya lah sebuah kesalahan.
Orang tua hardi ikut menangis atas apa yang di lakukan terhadap santi, santi tidak tau apa-apa tetapi ia begitu tega menyakiti nya.
Namun santi memohon-mohon agar apa yang di bicarakan tadi jangan sampai orang lain tahu, santi tidak ingin merusak rumah tangga orang lain apa lagi sahabat nya sendiri.
Orang tua hardi juga meminta maaf kepada santi atas perlakuan anak nya itu, ia tidak menyangka sama sekali hardi bisa menyakiti perempuan setahu ibu nya ia sangat baik dan sopan, penuh tanggung jawab.
Santi sendiri sudah memaaf kan nya, dan ia juga tidak masalah jika ia harus di ceraikan hardi nanti nya, saat ini ia hanya ingin bersama anak nya saja, ingin menjaga nya sampai ia lahir nanti. Secara negara pun anak ini tidak punya wali sebab dulu nya santi dan hardi hanya menikah siri.
"Santi, boleh ibu ikut menjaga nya! Ini kan cucu ibu juga" sambil memegang tangan santi yang penuh harapan.
Santi merasa terharu jika orang tua hardi bisa mengerti akan situasi yang sekarang.
Santi sendiri tidak keberatan, justru ia mengucap banyak-banyak berterima kasih kepada orang tua hardi karena ia tidak membenci santi, malah ingin ikut menjaga nya.
Setelah selesai pembicaraan nya, santi di antar kan oleh orang tua hardi, namun sebelum pulang ia juga di bawa mampir ke mini market , membeli perlengkapan kebutuhan ibu hamil, santi sangat sungkan namun ia tidak bisa menolak nya, tidak hanya itu ia juga di bekal kan beberapa lembar uang sebagai pegangan nya. Lagi-lagi santi mengucapkan banyak berterima kasih dan menundukan kepala sampai ia mencium kedua kaki orang tua hardi. Dan membuat orang tua nya sangat terharu atas apa yang di lakukan santi.
__ADS_1
Orang tua hardi ingin sekali membawa santi tinggal di rumah nya, namun mereka tidak ingin ada tibul kecurigaan, pada santi. Maka dari itu orang tua nya hardi membiarkan nya ia tinggal di rumah besan nya itu.