
"Bagai mana kabar nya mah, sehat! Koq dadakan kesini nya" airin merasa heran biasanya orang tua hardi jika mau berkunjung akan memberi tahu kan satu minggu sebelum nya.
"Alhamdulillah, kalian sendiri bagai mana sehat?" Mamah nya hardi pun berbalik bertanya. Setelah duduk-duduk sebentar. Akhir nya airin memberitahukan jika diri nya dan hardi sudah membelikan apa yang di pesan tadi. Sepertinya ibu nya hardi sangat senang, karena beliau hobi sekali memasak. Hardi sangat penasaran dan menanyakan langsung kepada ibu nya, sebab ibu nya hanya pesan sayuran saja, tidak biasanya.
"Mah, koq titipan nya yang di banyakin sayuran nya saja" karena hardi sebelum menikah sering sekali menemani ibu nya untuk berbelanja. Yang ibu beli nya. Hanya ikan, ayam , dan daging. Jika membeli sayuran pun, itu hanya cukup sedikit. Untuk pendamping nya saja.
"Sebenar nya, mamah itu mimpi akan segera punya cucu" dan dalann mimpi itu, manantu mamah ini akan sangat senang jika di masakin sayuran.
Setelah mendengar jawaban dari ibu nya hati hardi sangat gelisah. Sebab dalam mimpi itu memang benar jika orang tua hardi akan segera mempunyai cucu namun bukan dari airin melainkan dari santi, dan soal sayuran juga. Airin tidak terlalu suka sayuran. Justru santi lah yang sangat senang sekali dengan sayuran.
Masalah yang menimpa nya saat ini membuat hardi sangat stres.
Berbalik dengan airin, ia sangat senang atas datang nya mimpi mertua nya itu, airin sangat berharap jika mimpi itu akan menjadi kenyataan dan segera hamil. Namun airin sangat ragu, jika ia akan menyukai sayuran. Sebab airin sangat jarang memakan sayuran. Ia lebih senang makan ikan, ayam, maupun daging.
__ADS_1
Sedari kecil airin sangat tidak suka sayuran, di masakin sama bu dewi pun, airin menolak nya.
Setelah berbincang-bincang sebentar orang tua hardi berpamitan untuk beristirahat.
Lalu airin dan hardi pun melanjutkan apa yang di bicarakan mertua nya tadi.
Airin juga sangat senang apa yang di sampaikan mertua nya itu, airin juga beranggapan akan segera hamil dalam jangka waktu dekat. Namun hardi hanya bisa tersenyum saja dan tanpa berkomentar apapun.
Ke esokan hari nya. Orang tua airin dan santi telah tiba di rumah airin, betapa terkejut nya hardi ketika melihat kedatangan mereka. Orang tua hardi pun menghampiri orang tua airin, mereka saling melepas rindu, airin sengaja menyuruh orang tua nya untuk pagi-pagi sekali, karena airin kali ini ingin sekali masak-masak dengan ramai.
"Jeung ini siapa?" Mamah nya hardi menanyakan orang yang ikut bersama nya. Dengan sangat penuh kebanggaan orang tua airin memperkenal kan santi dengan sebutan anak nya. Santi tidak percaya atas apa yang ia dengar.
Orang tua hardi nya mengangguk saja tanpa menanyakan lebih lanjut lagi. Ayah hardi dan ayah airin sedang duduk santai di ruang keluarga di temani oleh hardi. Sedangkan para perempuan di dapur, untuk menyiapkan sarapan pagi. Acara masak-masak pun begitu menyenangkan. Airin hanya bisa melihat saja sambil belajar. Sedangkan santi begitu lihai nya menyiapkan segala sesuatu yang akan di masak.
__ADS_1
Ibu nya hardi pun sangat terkagum-kagum melihat kecekatan santi dalam dunia dapur.
Santi tidak terlalu begitu banyak berbicara, ia hanya menjadi pendengar saja. Ia tidak ingin di bilang mengambil kesempatan dalam situasi saat ini.
Santi sangat tidak nyaman berada di tengah-tengah mereka, sebab sedari tadi hardi selalu mengawasi santi. Ia sangat takut jika santi salah berbicara. Lagi-lagi hardi menunjukan sikap yang tidak suka nya terhadap santi di tengah-tengah keberadaan keluarga nya.
Masak-masak pun sudah selesai, hasil masakan tersebut di bawa kan langsung ke meja makan, untuk di santap bersama.
Namun meja makan yang ada di rumah airin hanya untuk ber enam saja, akhir nya santi pergi ke dapur dan ia akan makan di dapur, namun ibu nya hardi melarang nya, di ambil kan lah kursi yang lain untuk nya, ibu nya santi menempatkan nya di samping hardi dan samping ibu hardi.
Sontak hardi menolak nya, ia tidak ingin santi di dekat nya. Hardi begitu marah, orang tua hardi sangat tidak percaya jika hardi bisa semarah itu,
"Mas, kenapa sih! Apa salah dia, sampai kamu sebegitu benci nya" airin sangat kesal dengan tingkah laku hardi yang semakin tidak masuk akal telah membenci santi, akhir nya airin memeluk santi yang terlihat menetes kan air mata nya.
__ADS_1