
Setelah berbincang-bincang dengan sahabat nya itu, airin pamit pulang sebelum suami nya pulang ke rumah duluan, namun tiara merengek-rengek ingin di temani airin, tetapi airin tetap harus pulang, airin menjanjikan nya jika ia akan menemani nya kembali besok.
Mau tidak mau tiara harus merelakan airin pergi.
Tanpa sepengetahuan airin, tiara mencoba mengikuti nya sampai di depan pintu gerbang rumah airin. Ketika airin baru saja ke luar dari taxi online nya, airin melihat ke arah mobil yang mengikuti nya.
Tiara juga ke luar dari mobil nya.
"Hay" sambil senyum-senyum sendiri.
Airin sangat kaget, ternyata sahabat nya itu telah mengikuti nya. Airin cukup menarik nafas panjang-panjang. Mau bagai mana lagi ia sudah ada di depan rumah nya, tidak mungkin juga airin mengusir nya.
Airin mempersilah kan sahabat nya itu untuk masuk, arin mempersilah kan tiara duduk namun tiara malah tidak diam ia melihat-lihat sekeliling rumah airin. Tidak heran bagi nya melihat tingkah nya seperti itu, dari zaman sekolah pun jika ia pertama kali main ke rumah airin, ia kelilingi sampai puas.
"Suami kamu pulang jam berapa?" Sambil nelihat jam tangan nya.
__ADS_1
"Bentar lagi" seru airin.
Baru saja airin bilang sebentar lagi. Rupanya hardi sudah datang dan terdengar sura mobil masuk garasi rumah nya.
Airin menyambut suami nya di depan pintu, begitu juga dengan tiara, sempat-sempat nya ia mengikuti nya.
"Hay, aku tiara" sambil meberi kan tangan nya berharap hardi membalas nya.
Hardi hanya tersenyum saja. Dan langsung masuk begitu saja. Mungkin ia sedikit cape, atau ada masalah di kerjaan nya yang membuat mood nya jelek.
"Sombong" gerutu tiara.
Airin juga meng iya kan nya, jika di jawab tanpa kepastian tiara tidak akan pulang.
Setelah mengantar kan teman nya pulang, airin menghampiri hardi yang sedang bersih-bersih dan mengganti baju.
__ADS_1
"Mas, kita ga jadi pergi hari ini ya" airin memberi tahu.
"Loh, kenapa?" Tanya hardi.
Airin meminta izin untuk shoping besok bersama sahabat nya yang tadi ke rumah nya itu.
Hardi sedikit keberatan, jika airin kemungkinan akan terus bersama sahabat nya itu, hardi takut jika ia nanti nya akan mengabai kan nya lagi, kali ini hardi akan memberi kesempatan nya. Jika ia berulah lagi, hardi tidak tau harus bagai mana. Semalaman airin sibuk dengan hp nya, namun kali ini ia tidak bersama game nya itu, yang dulu nya sempat hampir menghancur kan rumah tangga nya, namun sekarang ia sibuk dengan hp nya karena chat bersama tiara yang menurut hardi tidak terlalu penting mereka bahas.
"Rin, sudah malam! Ayo tidur." Ajak hardi.
Airin menuruti nya, hardi sedikit tenang, ternyata istri nya itu masih mendengar kan nasehat suami nya. Namun ternyata airin hanya berpura-pura tidur, setelah hardi tertidur, airin kembali di sibukan dengan hp nya.
Pagi-pagi nya airin ke siangan, sebab jam 3 subuh ia baru tidur, di bangun kan pun sedikit susah, hardi mulai curiga, ia membuka hp airin, tetapi tidak ada ke curigaan sama sekali. Tidak ada game yang terpasang di hp nya. Hardi berfikiran positif kembali mungkin ia sedikit kecapean.
Hardi berangkat kerja tanpa pamit, namun ia meninggal kan pesan untuk nya, jam 10 siang airin baru bangun, ia melihat ke samping nya namun tidak ada hardi, pikir nya hardi lagi di kamar mandi. Gorden pun masih tertutup rapat belum di buka sama sekali, jd ia mengira masih pagi. Ia meraba-raba keberadaan hp nya yang semalam tidak sempat di simpan di lemari samping ranjang nya. Setelah ketemu airin menyalakan hp nya, dan ternyata jam sudah menunjukan pukul 10. Tidak lupa juga ia membaca pesan-pesan watshap yang masuk salah satu nya dari suami nya dan tiara. Suami nya memberi tahu jika ia sudah berangkat. Ia sempat membangun kan nya namun tidak kunjung bangun. Ia melanjutkan membuka pesan dari tiara, rupa nya ia sudah sampai rumah airin satu jam yang lalu. Airin terburu-buru untuk ke luar dari kamar, dan rupa nya memang benar tiara sudah ada di rumah nya. Lalu ia menghampiri tiara dan lupa membalas pesan dari suami nya.
__ADS_1
"Aduh tiara, ini jam berapa? Kamu sudah di rumah orang aja" kesal airin.
Tetapi bukan nya merasa sungkan, ia malah balik menyeramahi airin yang baru saja bangun dari tidur nya. Airin yang balik ke kamar untuk bersih-bersih. Sedangkan tiara di temani pembantu yang ada di rumah airin. Tiara tidak bisa untuk berdiam sendiri. Ia harus ada teman nya, walaupun hanya sekedar gurau-garau kecil saja.