DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI

DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI
BAB. 15. MELEPAS TANGGUNG JAWAB


__ADS_3

Sedari tadi tanpa ada kata-kata yang terucap dari hardi, santi pun beranjak dari kursi. Namun hardi menahan nya.


"mau kemana?" akhir nya hardi pun mengeluarkan kata dari mulut nya.


"saya mau pergi, saya ga mau orang rumah mencari saya". jam sudah menunjukan pukul setengah 12 malam, santi tidak ingin orang rumah tahu bahwa diri nya belum pulang. Sebab bagi santi terlalu lama jika harus menunggu lagi hardi memulai pembicaraan nya.


"ok, iya, aku mau kita bercerai" tanpa basa basi hardi mengucap kan kata itu.


Santi yang mendengar nya pun. Langsung "deg" serasa menusuk ke dalam hati. Santi hanya bisa meneteskan air mata nya, dan sesekali mengelus-ngelus perut nya.


"aku tahu, kamu dan airin, sedang sangat-sangat bahagia nya! Aku hanya orang lain saja yang tidak tahu diri" sedikit merendahkan, lalu santi tak lupa untuk menanyakan anak yang di dalam kandungan nya, apa hardi akan mengakui nya. Namun ternyata hardi melepas tanggung jawab nya. Hardi tidak begitu perduli sama anak yang di kandung santi. Bagi hardi itu semua hanya sebuah kesalahan.


Setelah berdiskusi, Hardi harus menunggu santi lahiran baru hardi bisa sah menceraikan santi.


hardi tidak ingin satu orang pun yang tahu jika anak itu adalah anak kandung hardi sendiri.

__ADS_1


"tidak ada lagi yang perlu di bicarakan! Aku pulang duluan, maaf tidak bisa pulang bersama kamu" hardi hanya memberikan 2 lembar uang lima puluh ribuan untuk taxi online yang di pesan nya untuk santi pulang. Hardi sangat tega meninggal kan santi sendirian di pinggir jalan.


Santi bertekad ia akan semakin tambah kuat. Terlebih setelah ia mendapat kan jawaban dari hardi langsung.


Setelah menunggu beberapa saat, taxi online yang hardi pesan kan telah datang. Santi akan berhenti 2 rumah sebelum rumah orang tua airin sebab santi tidak ingin ada rasa kecurigaan.


Ketika hardi sudah sampai rumah, rupanya, mertua dan istri nya sedang berada di ruang tamu. Hardi sangat kaget ketika melihat mereka menatap hardi secara bersamaan.


"loh sayang, koq ga tidur" dengan mimik muka yang sangat gelisah.


"ini loh mas, santi belum pulang dari jam 9 tadi. Padahal kata mamah dia mau ke pasar malam sebentar" hardi sedikit tenang jika ia tidak di curigai sedikit pun.


Namun airin sedikit memaksa, akhir nya hardi menurut saja. Setelah mau mebuka pintu santi pun sudah berada tepat di depan pintu. Dan tangan nya mengenai hardi. Sebab santi memang mau mengetuk pintu, ketika terlanjur terbuka. Akhir nya tangan santi terlanjur mengenai muka hardi.


"maaf mas, saya tidak sengaja" santi begitu menundukan kepala nya. Sedangkan airin yang melihat nya begitu tertawa lepas, yang tadi nya dengan penuh kecemasan, sekarang berbalik penuh dengan tawa.

__ADS_1


"santi, kamu dari mana saja! Koq jam segini baru pulang". Nyonya menghampiri santi yang masih berdiri di depan pintu


"maaf nyonya, tadi santi begitu asyik! Sampai lupa waktu gini" sedikit cemas, santi tidak ingin alasan nya tidak di percaya. Namun pada akhir nya mereka semua mempercayai santi dengan di yakini oleh airin.


Setelah santi kembali ke rumah, semua yang menunggu santi pun kembali ke kamar nya masing-masing.


Hardi yang baru saja merebahkan badan nya di ranjang sedikit terganggu oleh pertanyaan airin. Yang menanyakan tentang pertemuan nya bersama teman-teman nya tadi. Hardi sedikit gugup menjawab pertanyaan nya, sebab airin akan mempertanyakan nya secara detail, namun untung nya hardi bisa mengatasi nya.


Ke esokan hari nya, hardi mengajak airin untuk berbelanja, apapun ke inginan nya akan hardi belikan, sekali pun itu harga nya sangat mahal. Bagi hardi uang tidak masalah di banding harus terbongkar rahasia nya. Namun siapa sangka, airin malah ingin sekali mengajak santi. Sebab airin merasa kasihan, jika di rumah terus akan berlarut-larut dalam kesedihan nya.


Hardi sangat keberatan jika santi ikut, bagi hardi jika santi ikut akan mengganggu dirinya dan airin, apalagi santi sedang mengandung. Jika terjadi apa-apa hardi tidak ingin membantu santi. Berbagai alasan yang di berikan airin, tidak mengubah keputusan nya jika santi ikut bersama mereka.


Karena tidak ingin ada keributan dengan hardi, kali ini airin mengalah untuk tidak mengajak santi.


Sebelum pergi jalan-jalan, airin, hardi beserta yang lain nya berada di meja makan untuk sarapan pagi sama-sama.

__ADS_1


Hardi sama sekali tidak menatap santi, seolah-olah sangat jijik pada santi.


Santi sendiri menyadari itu semua. Santi hanya bisa tertunduk. Santi merasakan kesakitan nya yang begitu dalam. Ia di benci oleh orang yang dulu nya sempat mengucap janji suci di depan penghulu dan bu dewi, ibu kandung santi.


__ADS_2