
Makan-makan pun sudah selesai, airin mengajak tiara pulang, mereka pun pulang, airin malah tertidur di dalam mobil, tiara bukan nya membawa pulang ke rumah airin, justru ia malah membawa pulang ke rumah orang tua airin, setelah setengah jam perjalanan mereka telah sampai dan tiara membangun kan nya.
"rin, bangun kita sudah sampai" sambil membuka sabuk yang mengikat tubuh nya.
Airin terbangun dan sedikit meregang kan tubuh nya, ia belum sadar jika mereka sedang di rumah orang tua nya. Airin baru sadar setelah ke luar dari mobil.
"loh, kok kesini" airin merasa kaget.
"ga lucu, antar kan aku pulang ke rumah ku!" sedikit ngegas.
Tiara tidak sama sekali menggubris nya, ia malah nyelonong begitu saja dan mengetuk pintu rumah orang tua airin. Airin terpaksa mengikuti nya.
Beberapa saat menunggu pintu di buka kan, dan yang membuka nya santi.
Santi yang melihat tiara merasa kaget, ia tidak percaya jika akan bertemu kembali delngan salah satu orang yang tidak menyukai diri nya selama satu sekolahan.
"masih betah saja di sini" sambil memberikan senyuman tersinis nya.
Santi tidak begitu menanggapi nya, ia membukan pintu yang sedikit lebar, dan di ikutin dengan airin sambil memberikan senyuman terbaik nya, layak nya saudara kandung.
__ADS_1
Ibu nya airin pun turun ke bawah dan melihat siapa yang bertamu ke rumah nya.
"siapa yang datang santi?" nyonya bertanya.
Tanpa di beri tahu oleh santi pun, tiara menghampiri ibu nya airin.
"hay mah, apa kabar?" sambil memeluk ibu nya airin dan ibu nya airin pun membalas pelukan nya.
Mereka mengobrol-ngobrol layak nya seperti anak dan ibu kandung, memang sejak dulu tiara sering curhat ke ibu nya airin.
Airin hanya pergi ke kamar dan membiarkan tiara dengan ibu nya. Begitu juga dengan santi ia ke kamar sebab ia sedikit kelelahan, begitu banyak yang ia kerjakan.
Santi sendiri yang sedang berbaring mendapat telephone jika ia di beli kan beberapa potong baju hamil, santi sangat senang dan tidak menyangka jika ibu nya hardi memperhatikan nya. Namun baju nya di kirim lewat paket, sebab orang tua hardi tidak mungkin memberikan secara langsung, jika di lakukan akan menimbul kan rasa curiga.
Ibu nya hardi sering chat santi walau sekedar hanya menanyakan kabar nya. Santi juga kali ini sering terbuka kepada ibu mertua nya itu.
Padahal sama airin, ibu mertua nya jarang sekali chat menantu nya itu. Apa lagi dengan kejadian tadi di mall yang melihat barang belanjaan airin begitu banyak nya. Bagi mertua nya itu hanyalah pemborosan.
Ketika hardi mau ke luar dari ruangan nya, tiba-tiba sekertaris hardi memberi tahu kan, jika kartu kredit nya hari ini hampir saldo nya limit dan pengeluaran pun dalam satu hari kurang lebih 20 juta. Hardi merasa kaget dan mungkin besok ia akan men cari tahu nya. Sebab jam kantor sudah waktu nya pulang. Jika di cek sekarang akan menyita waktu nya untuk menjemput airin.
__ADS_1
...
Hardi pun telah sampai di halam rumah orang tua airin, tidak menunggu lama ia langsung masuk. Dan tenyata tiara ada di rumah itu juga. Hardi sangat cuek kepada tiara, ketika menyalami ibu mertua nya pun, hardi se olah-olah tidak melihat tiara yang ada di samping ibu mertua nya.
Bagi hardi sangat berbahaya jika terlalu akrab dengan nya, ia bisa saja tahu rahasia besar hardi dan santi.
Hardi langsung saja menuju kamar airin waktu gadis. Hardi langsung membuka pintu kamar nya. Tanpa basa-basi hardi membawa airin secepat nya pulang dari rumah itu, ia tidak ingin bertemu lagi dengan santi.
"mah, pulang dulu ya, mas hardi udah jemput" airin berpamitan.
"loh, ga pulang aku?" timpal tiara
Tiara sedikit kesal, airin pulang bersama suami nya, terpaksa ia juga harus pulang namun pulang sendiri, tiara sendiri ikut berpamitan. Ia tidak enak jika sahabat nya tidak ada di rumah.
Walau pun ada santi, tiara sangat tidak suka dengan nya. Ntah apa yang membuat nya tidak suka dengan santi, yang jelas selama sekolah dulu. Ia tidak pernah baik pada santi.
"mas, tunggu sebentar, aku mau ngambil belanjaan punya ku di mobil tiara" airin meminta waktu.
Hardi menunggu di mobil nya, sedangkan airin mengambil baju di mobil tiara lalu memindahkan nya ke bagasi mobil suami nya itu, suami nya belum menyadari jika istri nya berbelanja menghabis kan 20 juta.
__ADS_1