DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI

DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI
Baru Menyadari


__ADS_3

Tak terasa sudah larut malam, orang tua Airin sudah pulang, tinggal lah Airin dan Hardi berdua di ruang tamu.


Mereka begitu canggung ketika kedua nya saling menatap.


"Saya Mandi dulu."


Hardi meninggal kan Airin di ruang tamu sendirian.


Rupa nya Airin, mengikuti Hardi dari belakang, masuk ke kamar mereka.


Hardi langsung masuk ke kamar mandi, tanpa melihat orang yang mengikuti nya dari belakang.


Sementara itu, Airin memilih baju terbaik nya untuk menemani Hardi malam ini, ia berdandan secantik mungkin untuk suami nya, sekaligus demi orang tua nya.


Waktu yang sangat pas, Hardi yang baru saja ke luar dari kamar mandi dan Airin baru selesai berdandan.


Hardi terpana ketika melihat ke arah Airin yang begitu cantik dan menggoda hasrat nya.


Airin tengah duduk di depan meja riasa nya.


Kali ini ia berpakaian yang sangat transparan, tidak lupa rambut panjang nya pun sedikit di ikat, membuat jenjang leher nya terlihat, sehingga memancar kan aura yang sangat panas.


Hardi yang belum sempat memakai baju, dan masih berbalut Handuk, menghampiri Airin.


Tak sekali pun mata nya untuk berkedip.


Hardi terus saja memperhatikan tubuh istri nya, tanpa terlewat kan satu inci pun.


"Rin, kamu cantik sekali!" Hardi Memuji Airin.


Airin tidak pernah berdandan seperti ini selama menikah, ia tidak pernah memperduli kan badan nya, mandi saja hanya 1 kali 1 hari, sehingga Hardi merasa bosan ketika melihat nya, namun Hardi tidak pernah komplen apapun terhadap Airin, karena ia ingin pernikahan nya dengan Airin baik-baik saja demi orang tua nya.


Ketika suami nya memuji diri nya, Airin hanya tersenyum saja dan tersipu malu.


"Rin, kamu berdandan seperti ini untuk ku."


Airin hanya mengangguk sambil menatap ke arah kaca.


"Apa itu artinya, kita akan melakukan nya sekarang? Tanya hardi. sambil memeluk nya dari belakang menghadap kaca besar yang terpasang dengan meja rias nya.


Hasrat Hardi sudah tak terkontrol lagi, ia ingin sekali segera menyantap istri nya dengan lahap, dan itu artinya, Airin akan menjadi milik Hardi seutuh nya.


"Iya mas!" Sambil memperlihatkan Muka malu-malu nya.


Hardi sangat bahagia, karena kali ini, Airin tidak menolak nya lagi.


Sudah lama ia mengingin kan nya dengan Airin, namun selalu gagal, banyak sekali alasan yang Airin beri kan, hingga akhir nya Hardi sempat menyerah.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Hardi menggiring istrinya ke tempat tidur.


Hardi sangat bahagia bisa melakukan nya dengan wanita yang iya cintai.


"Sayang, Ini yang aku ingin kan dari mu sejak dulu" terang hardi.


Airin hanya berdiam saja tanpa menanggapi ucapan Hardi.


Airin hanya menikmati apa yang di lakukan Hardi terhadap nya.


Sesekali Hardi mengecup bibir manis milik Airin, dan mereka pun melepas kan kenikmatan nya satu sama lain.


Hardi sangat bahagia akhirnya ia bisa melakukan nya dengan Airin, semenjak menikah Airin dan Hardi tidak pernah melakukan nya, di malam pertama pernikahan mereka yang seharus nya menjadi momen terindah nya, Airin sedang ada tamu bulanan.


Setelah selesai tamu bulanan nya, Airin tidak mau melakukan nya di rumah Hardi dengan alasan takut terdengar oleh mertua nya ketika Hardi dan Airin sedang bercinta, sebab kamar Hardi dan kamar orang tua nya saling berdempetan.


Sampe dimana pisah rumah pun Airin masih belum ngasih mahkota milik nya yang seharus nya di berikan kepada Hardi.


Hardi bisa saja memaksa Airin, namun Hardi tidak ingin melakukan nya dengan paksaan.


Hardi lebih senang melakukan nya atas dasar suka sama suka.


Setelah selsai melakukan nya dengan Airin, Hardi tak henti-henti nya memandang Airin dan terus berada di dekapan Airin. Sesekali Hardi mengecup kening Airin.


"Makasih yah sayang, kamu sudah mau melakukan nya!" Terang hardi


"Aku yang minta maaf, sudah mengabaikan mu selama ini. Aku janji akan berubah!"

__ADS_1


Mendengar penuturan nya, Hardi sangat senang atas apa yang di sampai kan Airin.


Karena kelelahan setelah melakukan aktifitas yang memanas, kini kedua nya tertidur pulas.


Sedangkan di tempat lain, Santi di rumah nya tidak bisa tertidur dia membayangkan pernikah nya dengan Hardi satu minggu lagi.


Santi sangat antusias mempersiapkan nya.


Banyak rencana yang akan Santi lalui, mulai dari perawatan, jaga pola makan dan lain nya, agar terlihat sempurna di hari pernikahan nanti.


Tak terasa sudah pagi, Matahari pun mulai memancarkan sinar nya ke sela-sela jendela kamar Airin dan Hardi, hingga membangunkan mereka yang sedang tertidur pulas.


Airin perlahan membuka mata nya, karena pantulan cahaya yang menerobos sela-sela jendela kamar nya, hingga memaksa pemilik kamar untuk bangun dari tidur nya.


Airin sedikit menggeliat, lalu menyandar kan tubuh nya.


"Mas, bangun sudah siang!" Airin mencoba membangunkan Hardi.


"Hari ini mas tidak ngantor, mas cuti sehari, mas ingin menghabis kan waktu berdua'an sama kamu sehari ini, tanpa di ganggu siapa pun, Sebelum nantinya mas pergi ke luar kota!"


Airin membiar kan Hardi tertidur kembali, sedang kan ia segera bergegas mandi dan berdandan cantik kembali.


Ketika Airin, sudah rapih dan terlihat cantik, Hardi baru saja menggeliat dan bangun dari tidur nya.


Pemandangan yang sangat indah, ketika ia terbangun dari tidur nya, melihat bidadari yang sangat cantik sedang berada di kamar nya.


Hardi sangat terpana, melihat kecantik kan istri nya.


"Hey, jangan bengong! Nanti ke sambet loh."


"Kalau kesambet nya sama kamu gpp."


Pagi-pagi Hardi sudah gombal, padahal selama satu tahun pernikahan tidak ada sama sekali candaan seperti ini.


"Sudah sana mandi dulu, aku tunggu di meja makan."


Hardi pun lansung bangkit dari ranjang nya dan berdiri untuk segera membersih kan badan nya, sesekali tangan jail nya mencolek dagu Airin.


"Ok, sayang."


...


Setelah semalam yang terjadi antara Hardi dan Airin Sebenar nya Hardi ingin melepas Santi dan bilang se jujur nya dengan Santi, namun Hardi tidak tega, semua nya sudah di persiap kan.


Di sisi lain Hardi sangat membutuh kan Santi untuk kedepan nya jika Airin mengabai kan nya lagi.


Hardi hanya mementing kan ego nya sendiri dan nafsu belaka nya saja, tidak memikir kan Dua perempuan yang mungkin akan sangat terluka.


Hardi akan mencoba membicara kan secara baik-baik jika seandai nya hubungan Hardi dan Santi di ketahui Airin.


Hardi tidak ingin melepas kan Santi begitu saja, ia masih membutuh kan Santi, jika sewaktu-waktu Airin menolak ajakan nya kembali untuk memenuhui hasrat nya.


...


Seharian ini, selama berada di samping Airin. Hardi tidak pernah sama sekali telephone atau pun chat Santi.


Hardi akan mengabari nya sewatu di kantor saja.


Begitu juga dengan Santi, tidak pernah sedikit pun curiga kepada Hardi jika Hardi jarang sekali kasih kabar, ia mengira jika calon suami nya sedang sibuk.


...


Keyakinan Santi semakin kuat, karena Hardi mengirim orang untuk membantu mempersiap kan keperluan seputar pernikahan nya lewat orang kepercayaan Hardi, dan tentu nya bisa menjaga rahasia ini dari istri pertama nya.


...


Waktu satu minggu pun telah tiba.


Pagi-pagi sekali, Airin membantu suami nya mempersiap kan keperluan suami nya selama satu bulan, yang setahu Airin akan pergi ke luar kota untuk bekerja.


Semua nya telah selesai, Hardi menggeret koper nya ke luar dan menggandeng istri nya, yang sedang lengket-lengket nya.


Airin mengantar kan suami nya ke depan pintu.


"Sayang, mas pergi dulu ya, jaga kesehatan, jangan telat makan juga!"Sambil mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Tiba-tiba Airin, memeluk erat suami nya, se olah ia sangat berat untuk melepas kepergian suami nya.


"Pasti mas, kamu juga jaga diri baik-baik ya!"


Setelah berpamitan, Hardi melangkah kan kaki nya lebih jauh sedikit dari Airin.


Hardi berangkat dengan memesan taxi online.


Hardi sengaja tidak membawa mobil nya sendiri, dia tidak ingin ada kecurigaan sedikit pun oleh Airin, yang di takut kan Hardi, Airin malah melacak keberadaan Hardi melalui Jps yang di pasang di mobil Hardi.


Karena sebelum menikah, kedua nya memasang JPS mobil untuk mempermudah melacak keberadaan nya sewaktu-waktu ke adaan darurat.


...


Hardi menginap di sebuah hotel yang dekat dengan rumah Santi, agar tidak kesiangan ke acara pernikahan nya besok pagi.


Sesuai rencana, semua nya telah di persiap kan dengan sangat matang.


Ke esokan hari nya, Hardi hanya di antar oleh orang kepercayaan nya, orang yang di bayar Hardi untuk menyamar sebagai paman nya Hardi dan beberapa orang yang lain nya, sebagai kerabat Hardi.


Pernikahan nya di gelar sangat sederhana, berbeda dengan pernikahan bersama Airin dulu sangat mewah.


Tidak ada pesta tidak ada undangan sama sekali, hanya ada petugas KUA dan saksi saja dan beberapa orang lain nya.


Pagi-pagi sekali Santi sudah di rias begitu cantik, memakai kebaya putih, sesuai kebaya pilihan Santi.


Hardi dan beberapa orang kepercayaan nya pun sudah datang di rumah kediaman Santi.


Tak lama dari kedatangan Hardi, petugas KUA baru sampai, dan ikut bergabung dengan yang lain nya, hanya saja tinggal menunggu calon pengantin wanita nya.


"Apa calon pengantin wanita nya sudah siap." tanya petugas KUA.


"Oh, sudah Pak, saya panggil kan dulu." jawab salah satu kerabat Santi.


Sedang kan di balik kamar, Santi di temani Ibu nya.


"Bu, Santi. Gugup banget."


"Santi, minta do'a restu Ibu, mudah-mudah,n pernikahan Santi langgeng ya bu."


Bu Dewi memeluk Santi, sesekali menetes kan air mata nya, air mata kebahagiaan, menyaksi kan anak semata wayang nya telah di persunting.


"Tanpa di pinta pun, Ibu akan selalu mendo'a kan anak Ibu yang cantik ini."


Seketika Santi dan Ibu nya melihat ke arah pintu, karena menyadari ada seseorang yang tengah menghampiri mereka.


"Santi, sudah di tunggu sama penghulu nya."


"Oh, Iya. Ayo kita ke depan." seru Bu Dewi


Santi hanya mengangguk saja.


Santi di gandeng ke depan, sama Dua perempuan, Yakni Ibu dan kerabat nya.


Ketika baru saja ke luar kamar dan masih melangkah kan kaki nya.


Hardi sangat terpana melihat kecantikan wanita yang akan dinikahi nya, mata nya tak lepas dari pandangan Santi, sedangkan Santi hanya tersipu malu karena di lihat terus menerus oleh suami nya.


Santi duduk di sebelah Hardi, sambil menundukan kepala nya, ke dua nya menjadi salah tingkah.


Sebelum ijab kobul di mulai, Hardi mematikan telephone terlebih dahulu agar Airin tidak mengganggu pernikahan nya dengan Santi.


Di tempat lain, naluri se orang istri sangat kuat, Airin merasa ada yang aneh di hati nya, merasakan sakit tapi tidak tau penyebab nya apa.


"Ada apa ini, kenapa hati ini sakit banget." Batin Airin.


Airin jadi teringat akan suami nya yang sedang di luar kota.


Beberapa kali Airin mencoba telephone ke suami nya, namun Hp nya tidak bisa di hubungi.


Airin jadi teringat ucapan Hardi sebelum berangkat ke luar kota, jika selama di sana akan susah memberi kabar karena keterbatasan jaringan, sangat susah untuk mencari signal.


Untuk saat ini Airin hanya bisa pasrah dan mencoba berfikiran positif, Arin sendiri tidak tau harus menghubungi siapa lagi, tanya orang kantor pun percuma, Airin tidak pernah mengetahui siapa saja orang kantor kepercayaan Suami nya.


Selama satu tahun kebelakang ini, Airin tidak pernah ikut campur urusan suami nya, bahkan ke kantor nya pun belum pernah, karena ke sibukan nya dengan dunia game hingga tidak tahu apa pun tentang suami nya di luar rumah.

__ADS_1


__ADS_2