
Setelah selesai memilih lalu membayar nya. Hardi pun menanyakan kepada airin, kenapa ia sangat baik kepada santi. Padahal santi hanyalah anak dari mantan pembantu nya dulu. Sebegitu nya keluarga airin berkorban untuk santi yang menurut hardi aneh.
Namun airin menjelaskan, jika santi bukan lah anak pembantu, melaikan ia seperti adik airin sendiri, dan mama nya santi pun sudah di anggap airin ibu kandung nya, dari kecil airin di asuh oleh ibu nya santi, sebaik mungkin dengan penuh kasih sayang, airin di besar kan bersama santi di rumah airin. Sedangkan orang tua airin sendiri sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
Maka dari itu airin tidak bisa membiarkan santi sendirian, apalagi dalam ke adaan seperti ini.
Hardi melihat airin begitu menyayangi santi, hardi tadi nya berkeinginan untuk menyuruh santi pergi tetapi hardi juga masih ada rasa kasihan jika santi tinggal sendiri mungkin akan sulit bagi nya untuk biaya persalinan nya nanti. Walaupun hardi tidak menginginkan anak yang di kandung santi, sepertinya hardi berfikir jika santi pergi dan terjadi sesuatu. Airin akan sangat terpukul. Apalagi setelah mendengar penuturan nya. Soal di besar kan secara bersama-sama.
Sangat sulit bagi hardi jika harus memisahkan antara airin dan santi. Orang tua airin pun sangat sayang sama santi.
"Rin, ada yang mau aku bicarakan" sedikit tatapan mata yang tajam dan penuh keseriusan yang di pancarkan oleh muka hardi.
__ADS_1
"Apa itu mas" airin pun membalas tatapan hardi.
"Bagai mana seandai nya jika laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu yang meninggal kan santi dalam ke adaan hamil, kamu akan berbuat apa sama aku" dengan penuh kecemasan, hardi takut jika airin marah besar.
"Ahahahahaha...! Ngaco kamu mas, jangan berhayal deh" airin malah tertawa dan mengira hanya lelucon hardi saja.
"Aku serius rin!" Hardi mencoba meyakin kan airin.
Airin pun kali ini sedikit serius. Jika memang hardi orang nya, airin tidak akan memaaf kan hardi se umur hidup, bukan hanya airin yang ia hancur kan, namun santi juga. Airin akan sangat kecewa dan marah kepada hardi dan santi. Karena bagi nya ini adalah sebuah peng khianatan. Walaupun santi awal nya tidak tahu. Tapi setelah mengetahui nya santi malah ikut menutupi nya. Airin tidak ingin mengenal hardi maupun santi juga. Namun airin sangat tidak percaya jika hardi orang nya. Sebab airin sangat yakin, jika cinta mati nya hardi hanyalah airin.
Tak terasa waktu hampir sore, setelah seharian jalan bersama. Akhir nya airin dan hardi pun kembali ke rumah nya. Sebab airin sudah berjanji akan pulang ke rumah nya sendiri. Jika menginap di rumah airin, bagi hardi kali ini sangat lah tidak tepat sebab akan selalu ada santi, jika terus bertemu akan semakin besar peluang terbongkar nya rahasia antara hardi dan santi.
__ADS_1
"Mas, bagai mana jika kita mencari tahu, siapa sebenar nya suami nya santi itu". Secara spontan hardi pun mengerem mobil nya itu.
"Ngapain sih ngurusin rumah tangga orang! Biar kan jadi urusan dia saja". Hardi sedikit marah.
Airin jadi tidak enak hati, sebab membuat suami nya marah, setiap kali membahas santi. Pasti hardi marah dan menunjukan ketidak sukaan nya terhadap santi.
Telephone hardi berdering, rupa nya dari mama nya hardi.
Mama nya pun memberitahu kan jika dia akan menginap malam ini di rumah nya. Airin sangat senang ketika mendapat kabar jika mertua nya itu akan datang ke rumah nya begitu juga dengan hardi.
Tak lupa juga, mama nya berpesan agar berbelanja untuk di masak nanti di rumah hardi. List belanjaan nya pun sudah di kirim lewat chat oleh mama hardi. Sebab airin tidak mengerti soal dapur. Hardi dan airin begitu bersemangat untuk berbelanja ke super market pesenan mama nya itu. Namun hardi sangat aneh list belanjaan nya kebanyakan sayuran. Padahal hardi tahu sekali jika mama nya belanja sayuran nya sedikit. Tidak terlalu banyak. Meskipun aneh hardi tetap membeli kan nya.
__ADS_1
Setelah semua nya selesai hardi dan airin cepat-cepat pulang untuk menyambut kedatangan orang tua nya hardi. Hardi dan airin sampai ketiduran di ruang tamu, karena terlalu kelelahan setelah menghabiskan waktu bersama.
Tepat jam 7 malam orang tua hardi telah sampai, mereka saling berpelukan. Melepas kerinduan nya tak lama bertemu. Airin pun mempersilahkan mertua nya itu masuk dan menggandeng mama mertua nya. Begitu juga dengan hardi yang menggandeng ayah nya.