DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI

DI ABAIKAN ISTRI AKU MENIKAH LAGI
Peringatan


__ADS_3

"Oo iya San, kata mamah... kamu sudah menikah ya! Sama siapa, apa aku mengenal nya?" Tanya Airin.


Santi begitu bingung harus jawab apa, ia juga baru tahu yang sebenar nya, bahwa laki-laki bajingan itu sudah menipu nya.


"Hallo,,,, apa kamu mendengar aku kan!" Sahut Airin.


Santi cukup lama terdiam, namun ia juga di kaget kan sama pertanyaan Airin kembali.


"Cerita nya cukup panjang, tidak mungkin aku bercerita semua nya sama kamu sekarang" Ujar Santi.


Airin hanya mengangguk saja, ia cukup mengerti dengan ke adaan nya sekarang, waktu nya belum tepat, Santi masih sangat berkabung.


"Tapi kamu janji ya, lain kali cerita sama aku, sekalian kenalin" seru Airin.


Mendengar ucapan Airin, Hardi mulai gelagapan, ia sedikit takut terbongkar rahasia nya.


Begitu juga dengan Santi, ia hanya bisa melamun dan memikir kan bagai mana kedepan nya, Santi juga tidak mungkin menjalan kan pernikahan ini lagi, ia sangat takut jika menyakiti hati sahabat sedari kecil nya yang begitu baik.


...


"Santi, apa kamu akan tinggal disini setelah ibu kamu ga ada? atau kamu mau ikut suami kamu ke luar kota!. Tanya Bu Vera.


“Mungkin Santi akan tinggal disini Bu, soal nya ini rumah satu-satunya peninggalan orang tua Santi, lagian suami Santi juga tinggal nya hanya di mes tempat kerja nya”.


Dalam hati Santi, ia begitu bingung apa yang harus Santi lakukan sekarang. Santi benar-benar ketakutan jika seandainya Airin dan orang tua nya tau jika Santi sudah menjadi istri kedua nya Hardi, tapi ini pun tidak di sengaja.


...


"Oya, Bu, Pak, makasih ya, Santi banyak merepot kan kalian, tapi Santi mau istirahat, kepala Santi pusing banget."


Santi mulai menghindari mereka.


Santi meminta izin untuk ke kamar, ia tidak mungkin membahas terlalu jauh soal suami nya untuk saat ini, ia butuh waktu untuk mengakui semua nya agar tidak menimbul kan masalah, sehingga membuat Santi akan kehilangan sahabat nya.


Keluarga besar Airin, cukup mengerti. Santi, memang butuh istirahat agar bisa menenangkan hati nya saat ini.


"Ya sudah, memang seharus nya kamu istirahat, kami akan mencari penginapan sekitar sini, nanti pagi-pagi nya ke sini lagi." tutur Bu Vera.


Keluarga mantan majikan nya pun berpamitan untuk mencari penginapan yang dekat dengan rumah Santi.


Mereka tidak bisa bermalam di rumah Santi, mengingat rumah nya sangat kecil dan hanya ada 2 kamar, melainkan kamar Santi, dan kamar ibu nya.


Sehingga keluarga mantan majikan nya harus mencari penginapan, Rumah Santi tinggal di pinggiran kota, jadi tidak terlalu sulit untuk mencari tempat untuk beristirahat.


"Ya sudah, kami pamit dulu ya! Kamu istirahat yang cukup." Seru Bu Vera.


"Ia Bu, Pak. Sekali lagi terima kasih sudah bantu saya."


Setelah berpamitan, Santi mengantar kan keluarga mantan majikan nya sampai depan pintu.


Setelah mereka benar-benar pergi, baru Santi kembali masuk ke dalam rumah.


Rasa nya sangat lelah buat Santi, mulai banyak Masalah yang berdatangan di kehidupan Santi saat ini.


...

__ADS_1


Keluarga Pak Ervan, mulai melihat-lihat penginapan yang sekira nya cocok untuk mereka beristirahat.


Hampir 1 jam berkeliling mencari penginapan, akhir nya mendapat kan nya juga.


Mereka memesan 2 kamar untuk beristirahat.


Setelah mendapatkan kamar akhirnya mereka semua istrirahat, Mereka sangat kelelahan.


...


Ketika di dalam kamar, Hardi terlihat sangat aneh tingkah nya, tidak seperti biasa nya.


"Mas, kamu kenapa? Ko gelisah banget sih, ada apa." tanya Airin.


Hardi menatap wajah Airin, agar istri nya tidak curiga kepada nya.


"Gpp ko, Mas sedikit kesal aja, waktu yang seharus nya kita pergunakan kangen-kangenan, malah seperti ini."


Airin sedikit bersalah, ia berfikir mungkin suami nya sangat kangen sama Airin, makanya bertingkah aneh.


"Ya udah, aku minta maaf ya, aku janji, besok kita senang-senang, kita habis kan waktu bersama, hari ini aku cape banget Mas, mau tidur, ngantuk."


Hardi sedikit lega, Airin bisa percaya kepada nya.


Setelah semua nya Aman, mengingat mertua dan Istri nya tertidur pulas, Hardi menyelinap pergi dari penginapan untuk bertemu dengan Santi, agar membuat Santi bisa tutup mulut.


Ntah apa yang di fikiran Hardi, ia tidak bisa begitu sabar untuk membahas nya nanti setelah Santi cukup tenang, padahal istri siri nya masih dalam ke adaan berkabung.


...


Brak… pintu pun terpentral mengenai dinding, karena tendangan yang sangat kencang. Pintu nya hanya terbuat dari triplek dan kuncinya pun hanya pake kayu kecil yang di silangin sehingga ga terlalu susah jika di tendang dengan sedikit keras, Hardi benar-benar di penuhi dengan amarah.


Santi yang tertidur pun kaget mendengar nya.


"Asstagfirullah, suara apa itu?"


Dengan rasa ketakutan nya, namun harus memberani kan diri, Santi bergegas keluar kamar.


Santi melihat Hardi yang di penuhi dengan amarah, membuat Santi sedikit ketakutan.


“Mas, ada apa! Mas kenapa? apa ada yang salah dengan aku! Kalau ada yang salah aku minta maaf Mas”. Ucap Santi.


Melihat Santi yang sedikit ketakutan, Hardi pun mencoba menahan emosinya, lalu Santi mengajak Hardi berbicara dari hati ke hati.


Hardi duduk di meja makan yang terbuat dari kayu, di suaul oleh Santi.


Santi tidak memulai pembicaraan sebelum Hardi membuka suara terlebih dahulu.


“Maaf kan aku!” ucap Hardi.


Hardi tidak sedikit pun menoleh ke arah Santi, pandangan mata nya di arah kan ke tempat yang lain.


“Kenapa Mas berbohong sama aku, kenpa mas ga jujur sama aku, kalau kamu sudah menikah." Seru Santi.


“Saya minta kamu tidak berbicara sama Airin sedikit pun.” Pinta Hardi.

__ADS_1


“Lalu bagai mana dengan hubungan kita? Kenapa mas ga jawab pertanyaan aku yang tadi” Ujar nya.


"Kamu tidak perlu banyak bertanya, saya juga tidak akan mencerai kan kamu."


Hardi bangun dari duduk nya.


"Mas mau kemana, kita perlu bicara lagi."


Isak tangis Santi, tidak membuat luluh hati Hardi, hati nya begitu keras.


"Saya minta hanya itu saja, kamu tidak perlu banyak menuntut dari aku, rahasia kan pernikahan kita."


Hardi pergi meninggal kan Santi, yang masih terisak nangis dan sesegera mungkin kembali ke penginapan, di takut kan Airin terbangun.


Santi benar-benar sangat bingung, langkah apa yang harus ia ambil, sulit bagi nya untuk melepas Hardi untuk saat ini.


...


Ketika sampai di penginapan, Hardi menyelinap kembali masuk ke dalam kamar.


Hardi sedikit lega, untungnya Arin masih dalam keadaan tertidur pulas.


Berbeda dengan Santi, yang terus saja menangis setelah kedatangan Hardi tadi.


Santi tidak tau harus bagai mana lagi, pernikahaan yang masih seumur jagung tetapi harus mengetahui kenyataan yang di sembunyikan suaminya, di tambah ibu nya yang baru saja di kuburkan membuat santi kehilangan semangat hidup.


Santi mencoba mengambil wudhu untuk shalat malam, dan menenangkan hatinya.


Tak sadar dia berdo’a sambil menangis memohon petunjuk kepada sang maha pencipta. Saking khusyu nya shalat malam, Santi tertidur di atas sejadah dan masih di selimuti mukena.


Santi terbangun Ketika adzan subuh, tubuh nya begitu terasa kesakitan tidak ada semangat hidup.


Setelah selesai shlat Santi mulai berbenah rumah sisa semalam banyak orang datang belum sempat di bereskan.


Pekerjaan nya pun hampir rampung, namun sedikit di kaget kan dengan kehadiran keluarga mantan majikan Ibu nya yang datang untuk berpamitan pulang.


Santi menyambut hangat keluarga tersebut, walau bagai mana pun Santi banyak berhutang budi sama mereka.


Tak lupa juga, Santi memberi kan senyum yang sangat ramah kepada mereka, sesekali mencuri pandangan mata nya kepada Hardi, walaupun Hardi tidak membalas nya.


“Santi kami pamit dulu yah! Jaga diri kamu baik-baik. Kalau ada apa-apa jangan pernah sungkan hubungi kami.” Seru Pak Ervan.


"Sekali lagi terima kasih ya Pak, Bu. Sudah merepot kan."


Santi pun mengangguk dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih sudah membantunya.


“Santi, kamu pindah aja ke rumah mamah biar ada teman. Suami kamu juga belum bisa di hubungi kan! Jangan-jangan suami kamu sudah punya istri. Kata mamah, kamu kan hanya nikah siri”. Pekik Airin.


Betapa kaget nya Santi dan Hardi, Ketika mendengar ucapan Airin yang menyinggung soal pernikahan.


“Hus, kamu ngomong apa sih, tidak boleh begitu! Ucap Bu Vera.


Santi hanya tersenyum, sedangkan Hardi mengalihkan pandangan nya.


"Terima kasih ya atas tawaran nya, aku tinggal di sini saja."

__ADS_1


Setelah bersalaman mereka pun pergi meninggal kan Santi seorang diri.


__ADS_2